3 Tips Penting Olahraga Selama Puasa

Beri tahu teman-teman Anda

Saat puasa banyak orang yang beranggapan bahwa olahraga tidak perlu dilakukan, namun kenyataannya olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah berikut ini beberapa tips untuk Sahabat Sehat melakukan olahraga selama puasa, simak lebih lanjut dibawah ini yuk!

3-tips-penting-olahraga-selama-puasa

Halo Sahabat Sehat!

Olahraga merupakan kebutuhan pokok manusia. Olahraga teratur bisa meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat, mengurangi stress, serta memperlancar peredaran darah. Tapi apakah kita bisa tetap berolahraga selama berpuasa?

Sebuah penelitian membuktikan bahwa puasa selama 30 hari berturut-turut tanpa adanya aktivitas/olahraga dapat menyebabkan penurunan kekuatan dan kebugaran seseorang. Apabila anda tidak melakukan olahraga sama sekali selama bulan Ramadhan, maka juga bisa berpotensi menimbulkan masalah pada kesehatan jantung.

Selain itu, berolahraga saat puasa bisa membantu menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tetap berolahraga atau tetap melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang.

Karena apabila Sahabat Sehat berhenti berolahraga selama sebulan, sama saja dengan kehilangan waktu 4 bulan untuk latihan. Selama Ramadhan tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Sahabat Sehat cukup lakukan olahraga yang ringan hingga sedang, dan ingat untuk melakukannya secara konsisten agar dapat mencapai tubuh yang bugar.

Baca Juga : 6 Tips Ramadhan Sehat Ala IT’s Buah

#1 Strategi Olahraga Selama Ramadhan

  1. Hal yang dikhawatirkan dalam olahraga selama bulan puasa adalah menurunnya cadangan cairan tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi, tetapi jika memperhatikan berapa banyak konsumsi cairannya hal tersebut bisa dihindari
  2. Untuk tetap mempertahankan massa otot, gunakan waktu buka puasa untuk mengonsumsi karbohidrat dan protein dalam jumlah yang cukup tinggi. Hal ini bertujuan untuk memberi makan otot dan sel-sel tubuh serta menghindari penurunan otot akibat lapar yang berlebihan 
  3. Olahraga bisa dilanjutkan setelah melakukan ibadah, setelah konsumsi cukup karbohidrat dan protein 
  4. Pastikan menu sahur mengandung gizi yang seimbang, dengan komposisi 15% protein, 20-25% lemak, dan sisanya karbohidrat. Kekurangan protein dapat menyebabkan banyaknya protein tubuh yang dipecah pada saat olahraga. Padahal protein ini dibutuhkan untuk metabolisme sel-sel otak dan saraf
  5. Satu jam setelah latihan mengonsumsi meal yang lebih kurang sama dengan waktu berbuka. Saat sahur, konsumsilah makanan yang lebih tinggi kadar serat dan lemaknya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan regularias pembuangan
  6. Gunakan kurang lebih 30 menit sebelum berbuka puasa untuk melakukan latihan aerobik ringan, seperti berjalan di treadmill atau bersepeda dengan kondisi gula darah sedang menurun didalam darah sehingga tubuh kita dengan mudah memecah lemak sebagai sumber energi pengganti
  7. Segera sesudahnya berbukalah terlebih dahulu dengan minuman yang manis. Menurut penelitian, minuman dingin lebih mudah diserap tubuh daripada minuman hangat
  8. Kemudian konsumsi meal yang mengandung protein tinggi dengan komposisi karbohidrat yang tidak terlalu banyak. 

#2 Perhatikan Beberapa Aturan Ini

  1. Hentikan olahraga mika merasa pusing atau mual, untuk menghindari kondisi yang memburuk karena kelelahan 
  2. Buat rencana waktu tidur siang dan jadwalkan waktu istirahat yang cukup. Jika anda kurang tidur dan melakukan olahraga saat berpuasa anda akan mengalami kelelahan yang berlebihan 
  3. Atur waktu buka puasa tepat waktu. Usahakan 1 jam sebelum waktu berbuka anda sudah mengetahui akan berbuka puasa dengan menu apa, sehingga program latihan bisa dilaksanakan dengan optimal dan tidak terburu-buru
  4. Latihan dilakukan maksimal 30 menit sampai 1 jam sebelum berbuka puasa atau bisa diwaktu setelah melaksanakan ibadah untuk menjaga tubuh tetap bugar 
  5. Jika ingin melakukan latihan ketahanan (strength training) perhatikan kondisi tubuh anda. Jika merasa sudah terlalu lemas, latihan bisa dilakukan setelah mengonsumsi cukup makanan. Latihan ketahanan menggunakan lebih banyak energi dan dapat membuat tubuh seseorang mengalami ketegangan yang lebih besar.

#3 Tips Waktu Olahraga Saat Puasa

  • Sebelum matahari terbit
  1. Pada saat setelah imsak atau setelah matahari terbit, waktu puasa dimulai. Pada tahap ini, tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. 
  2. Sahur disarankan untuk mengonsumsi makanan sedekat mungkin dengan waktu imsak. Disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks untuk menahan rasa lapar lebih lama 
  3. Makanan tinggi natrium saat sahur akan memberikan cukup manfaat untuk meningkatkan retensi cairan dan membantu hidrasi. Ini dapat dilakukan pada orang normal tanpa ada gejala penyakit apapun seperti contohnya hipertensi 
  4. Makan beberapa sumber protein kasein yang lambat dicerna seperti keju, youghurt. Protein kasein dapat menjaga keseimbangan protein sepanjang hari
  • Sebelum berbuka puasa
  1. Sebelum berbuka puasa adalah waktu yang bisa digunakan untuk membakar lemak
  2. Latihan yang bisa dilakukan contohnya adalah cardio ringan seperti jogging, bersepeda, yoga selama 20 hingga 45 menit
  3. Pilihan lain dapat melakukan olahraga intensitas tinggi dengan durasi yang lebih pendek, seperti melakukan latihan beban selama 10-20 menit 
  4. Konsumsi cukup protein saat sahur, pilih protein dengan nilai biologis tinggi seperti terdapat pada daging, telur, ayam, ikan, susu.
  5. Tingkatkan konsumsi buah-buahan saat sahur agar membantu hidrasi untuk persiapan olahraga sesaat sebelum berbuka 
  6. Mulailah olahraga secara perlahan, dengan intensitas ringan menuju sedang agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik 

Baca Juga : Maksimalkan Puasa Dengan Cold Pressed Juice


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *