5 Fakta Ilmiah Dibalik Puasa Ramadhan

5 Fakta Ilmiah Dibalik Puasa Ramadhan

Beri tahu teman-teman Anda

Dibalik perintah menjalankan puasa siapa sangka terdapat hikmah yang begitu baik yang terkandung setelah perintah ibadah ini dipertemukan dengan hal-hal teknis, logis dan ilmiah. Berikut 5 Fakta Ilmiah Dibalik Puasa Ramadhan

Mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2

 

Dikutip dari halaman The Guardian Dalam waktu delapan pekan, para peneliti dari Universitas Newcastle melakukan sebuah riset dengan melibatkan 11 orang pasien penderita diabetes tipe 2, Total kalori yang dikurangi adalah 600 perhari. Alhasil ke-11 orang tersebut didiagnosa terbebas dari diabetes tipe 2 setelah melakukan puasa. Pengendalian gula di pankreas dan hati serta penghilangan lemak di dalam dan sekitar organ tubuh jika tubuh berpuasa.

Baca juga : Penyebab & Cara Menghindari Tubuh Bertambah Gemuk Saat Puasa

Membantu proses Anabolisme serta Kataolisme

 

Proses anabolisme serta kataolisme terjadi dalam satu waktu ketika kita menjalani puasa. Proses tersebut menjadikannya sebuah prosesb yang dapat memenuhi pasokan glukosa sebagai satu-satunya bahan pembakaran untuk sel otak dan sebagai bahan pembakaran utama seluruh jaringan tubuh. Puasa dapat membantu proses ini terjadi pada tubuh.

Melindungi Fungsi Ginjal

 

Penghentian sementara mengkonsumsi air selama menjalankan aktivitas puasa sangat efektif memberikan peningkatan pada konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam kondisi tertentu hal tersebut akan memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal.

Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi seperti ini dapat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

 

Meningkatkan Kesehatan Jantung Dan Pembuluh Darah

 

Saat tubuh berpuasa, terjadilah peningkatan terhadal HDL dan apoprotein alfa1, serta penurunan terhadap LDL yang dimana sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berefek terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, melatonin, hormon kortisol dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga memiliki andil bagi peningkatan kesehatan manusia.

Mencegah penyakit berbahaya

Keadaan psikologis seseorang yang teduh, tenang serta tidak mudah amarah saat menjalani ibadah puasa dapat menurunkan adrenalin. Saat kita marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20 hingga 30 kali lipat.

Adrenalin akan menyempitkan pembuluh darah perifer, memperkecil kontraksi otot empedu, meningkatkan tekanan darah rterial, menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung dan meluaskan pebuluh darah koroner.

Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Untuk itulah berpuasa dengan sesuai tuntunan dapat membantu mencegah terkena penyakit tersebut.


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *