5 Macam Sakit Kepala dan Cara Mengobatinya

Beri tahu teman-teman Anda

Ketika sakit kepala muncul, Anda mungkin merasakan gejala dan sakit di area kepala berbeda. Jika Anda bisa mengidentifikasi sakit kepala apa yang Anda derita, pengobatan pun akan tepat sasaran. Berikut ini adalah macam-macam sakit kepala yang umum dialami dan cara mengobati.

Macam-macam Sakit Kepala
Macam-macam sakit kepala dan cara mengobati gejala dengan metode sederhana.

Waduh, baru bangun tidur kepala sudah cenat-cenut aja! Pertanda apakah ini?

Eits, jangan berpikir macam-macam. Belum tentu sakit kepala yang Anda alami merupakan penyakit serius. Tapi, jangan pula merasa tenang, karena bisa saja itu adalah masalah kesehatan yang tak bisa dianggap enteng.

Yuk, kita kenali macam-macam sakit kepala berikut ini!

Artikel Terkait:
20 Obat Herbal Kolesterol Menurut Sains Modern dan Penelitian
Stress & Kolesterol: Apa yang Bisa Anda Lakukan?
Makanan Diabetes: 6 Pilihan Cerdas & Terbaik

5 Jenis Sakit Kepala yang Ternyata Cukup Berbahaya

Ketika mengalami sakit kepala, kebanyakan orang akan membiarkan gejala tersebut hingga menghilang dengan sendirinya. Sementara beberapa orang lainnya mungkin akan mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen sebagai pereda nyeri.

Kalau Anda pernah mengalami riwayat sakit kepala berkepanjangan, mungkin sekarang saatnya Anda berhenti mengabaikan gejala tersebut. Berikut ini adalah 5 macam-macam sakit kepala yang sering dianggap remeh, namun ternyata memiliki potensi mengancam kesehatan.

#1. Sakit Kepala Migrain Kronis

Sakit Kepala Migrain
Migrain atau sakit kepala sebelah bisa dialami oleh pria maupun wanita.

Pernahkah Anda merasakan sakit kepala hanya sesekali saja? Sensasi sakitnya mungkin cepat hilang, namun frekuensinya cukup sering (dalam istilah kesehatan disebut episodik). Jika ya, mungkin Anda sedang mengalami migrain kronis.

Diantara macam-macam sakit kepala yang ada, jenis ini sering luput dari perhatian. Sebab, Anda mungkin akan menganggap penyakit ini biasa saja. Padahal, jenis ini bisa berkembang menjadi penyakit kronis kalau dibiarkan tanpa pengobatan.

Dikutip dari Kompas.com, Payal Soni, MD sebagai dokter sekaligus ahli saraf mengatakan bahwa ada sekitar 2,5% pasien migrain yang berakhir kronis setiap tahunnya. Tingginya resiko seseorang mengalami penyakit migrain kronis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya gaya hidup.

Contohnya begini, jika Anda mengonsumsi obat sakit kepala secara berlebihan, maka besar kemungkinannya Anda mengalami migrain kronis di masa depan. Entah obat tersebut diresepkan dokter maupun dibeli secara bebas, resikonya tetap sama.

Gejalanya terasa selama 15 hari atau lebih dalam kurun waktu sebulan. Ini menandakan bahwa sakit tersebut tidak dipicu oleh kondisi lain.

Jadi, usahakan untuk mencatat seberapa sering Anda mengalami sakit kepala. Catatan ini akan membantu Anda untuk mengidentifikasi jenis sakit kepala apa yang Anda rasakan dan bagaimana cara mengobatinya.

Artikel Terkait:
6 Makanan Pereda Maag & GERD
6 Buah Terbaik untuk Diet dan Cegah Obesitas

#2.  Nyeri Kepala Tegang Kronis

Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang kronis.

Berbeda dari jenis penyakit sebelumnya, sakit kepala tegang kronis memiliki gejala yang lebih ‘kerasa’. Kepala bakal seperti diremas atau ditekan kencang.

Meski begitu, rasa nyerinya tidak sampai mengganggu aktivitas Anda.

Biasanya, sakit kepala ini diawali dengan gejala tegang episodik yang kemudian berkembang lebih parah (kronis). Gejalanya dibedakan dari yang level ringan hingga sedang.

Meski begitu, gejala tegang kronis berbeda dengan migrain. Bila pasien migrain biasanya mengalami mual, muntah juga kepekaan lebih terhadap cahaya dan suara bising.

Nah, penderita tegang kronis tidak mengalami hal-hal seperti itu. Gejalanya cenderung kepada sensasi berdenyut di bagian depan, samping dan belakang kepala.

Artikel Terkait:
Jenis-Jenis Healthcheck Yang Sebaiknya Anda Lakukan dan Parameternya
Jadwal Pola Hidup Sehat: 30 Hari Menuju Tubuh Sehat & Prima

#3. Nyeri Kepala Pasca Trauma Kronis

Sakit Kepala Menggangu Aktivitas Sehari-hari
Jika dibiarkan, sakit kepala bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sakit kepala ini biasanya terjadi setelah pasien mengalami trauma tertentu, misalnya gegar otak atau cedera. Dapat pula terjadi pada pasien yang baru pulih dari suatu penyakit dalam hitungan minggu atau bulan.

Sifatnya berulang dan bisa berkembang menjadi kronis apabila dibiarkan tanpa penanganan tepat. Orang tanpa riwayat trauma kepala juga bisa mengalami penyakit ini, contohnya pasien migrain biasa maupun tegang biasa.

Artikel Terkait:
9 Cara Menjaga Kesehatan Jantung agar Hidup Sehat Sampai Tua
Sudahkah Anda Tahu Apa Itu Proses Detoksifikasi?

#4. Sakit Kepala Baru

Macam Sakit Kepala Baru
Ada berbagai macam sakit kepala yang sering disepelekan namun ternyata berbahaya.

Namanya unik bukan? Tapi tahukah Anda, bahwa jenis ini termasuk salah satu yang cukup berbahaya di antara macam-macam sakit kepala yang lain? Tipe ini memiliki frekuensi gejala yang unik, terjadi hampir setiap hari, dan nyaris tanpa jeda.

Jadi, kalau Anda mengalami rasa sakit kepala yang terus menerus tanpa ada periode bebas sakit, maka mungkin saja Anda sedang mengalami sakit kepala baru. Biasanya, kepala akan terasa nyeri di kedua belah bagian.

Adapun sensasi sakitnya terasa seperti kombinasi antara nyeri migrain dan tegang. Coba ingat-ingat lagi, apakah Anda pernah mengalaminya? Jika pernah, seberapa sering hal itu terjadi?

Artikel Terkait:
8 Makanan untuk Sakit Maag & Minuman Anti Asam Lambung
Pola Diet Untuk Penderita Sakit Maag Kronis Yang Aman

#5. Hemicrania Continua

Sakit Kepala Berkelanjutan
Sakit kepala berkelanjutan dan terus menerus bisa membahayakan kesehatan Anda.

Dari semua macam-macam sakit kepala yang kita kenal, ternyata ada satu tipe yang cukup langka, yaitu Hemicrania continua. Sakit ini menyerang satu sisi kepala secara rutin (setiap hari) atau kontinu dan intensitasnya berubah-ubah alias naik-turun.

Jika dibandingkan dengan macam-macam sakit kepala yang lain, maka Hemicrania continua ditandai dengan gejala yang spesifik, seperti mata robek atau rona kemerahan di sisi yang sama. Selain itu, penyakit ini dapat diiringi dengan gejala hidung tersumbat maupun ingus yang datang bersamaan dengan rasa nyeri di kepala.

Artikel Terkait:
Tips Puasa Sehat Untuk Penderita Maag dan GERD
Anda Punya Maag? Wajib Perhatikan Hal Ini!

Cara Mencegah dan Mengobati Sakit Kepala Sesuai dengan Gejala

Memang, tiap penyakit kepala memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Tapi untuk sakit kepala kronis, baik itu migrain maupun tegang, Anda dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Pencegahan sejak dini itu dapat berupa minum obat setiap hari dengan memperhatikan dosis yang tepat. Pemberian obat ini boleh dilakukan selama sakit kepala maupun tidak. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakit keseluruhan sekaligus menurunkan resiko penyakit kronis.

Sementara itu, pada tipe migrain, sebaiknya Anda meminum obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, tekanan darah, dan depresi.

Untuk tipe tegang, penanganannya sedikit berbeda. Anda disarankan untuk mengonsumsi obat antidepresan, pelemas otot, atau obat kejang.

Tapi perhatikan ini, kalau setelah konsumsi obat selama lebih dari 2 hari tidak terasa perubahan apa-apa, maka Anda bisa menghubungi dokter untuk tindakan medis lain.

Bagaimana dengan penderita sakit kepala pasca trauma dan sakit kepala baru?

Untuk 2 tipe ini, pengobatannya dapat menyesuaikan dengan gejala. Sedangkan untuk tipe penyakit Hemicrania continua, maka opsi pengobatan yang disarankan ialah menggunakan obat anti inflamasi yang disebut indometasin.

Sebenarnya, ada cara yang lebih baik dan aman untuk mencegah macam-macam sakit kepala, salah satunya menerapkan gaya hidup sehat. Rajin-rajinlah mengonsumsi buah dan sayur. Dengan konsumsi makanan atau minuman organik, Anda bisa memperoleh vitamin, mineral, serta gizi yang cukup untuk memperkuat imunitas.

Anda bisa mendapatkan gizi tersebut dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Kalau Anda ingin rutin mengonsumsi buah dan sayur serta mengurangi gejala dan frekuensi sakit kepala, IT’s Buah memiliki solusi terbaik.

detoks-standar

Cold-pressed juice memiliki kandungan gizi, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh untuk berfungsi maksimal. Konsumsi cold-pressed juice mampu meningkatkan fungsi tubuh dengan maksimal dan mengurangi frekuensi nyeri kepala.

Ini berkat kandungan cold-pressed juice yang terbuat dari buah dan sayur alami tanpa pemanis buatan dan proses pemanasa, sehingga nutrisi buah dan sayur terjaga utuh hingga Anda konsumsi.

Kalau Anda belum pernah mengonsumsi cold-pressed juice sebelumnya, telusuri manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi jus detoksifikasi untuk mengurangi sakit kepala.

Artikel Terkait:
5 Manfaat Cold Pressed Juice Untuk Tubuh
Jus Diet Detox: Sains Membuktikan Manfaat Buah dan Sayur untuk Tubuh Anda

 


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *