Beri tahu teman-teman Anda

6 Makanan Pereda Maag & GERD

Makanan untuk meredakan maag dan gerd

Sahabat Sehat langganan maag atau GERD? Keduanya adalah reaksi Refluks asam terjadi ketika ada aliran balik asam dari lambung ke kerongkongan. Ini biasanya terjadi tetapi dapat menyebabkan komplikasi atau gejala yang mengganggu, seperti mulas. Salah satu alasan hal ini terjadi adalah sfingter esofagus bagian bawah (LES) melemah atau rusak. Biasanya LES menutup untuk mencegah makanan di perut naik ke kerongkongan.

Makanan yang Sahabat Sehat makan memengaruhi jumlah asam yang diproduksi perut. Makan jenis makanan yang tepat adalah kunci untuk mengendalikan penyakit refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD), bentuk asam lambung yang parah dan kronis. Pada artikel kali ini, IT’s Buah akan mengajak sahabat sehat untuk mencoba 6 Makanan sehat pereda maag dan GERD tanpa obat. Berikut detailnya :

Makanan yang dianjurkan untuk maag dan GERD

1. Beragam macam sayuran
Sayuran secara alami rendah lemak dan gula, dan membantu mengurangi asam lambung. Pilihan yang bagus termasuk kacang hijau, brokoli, asparagus, kembang kol, sayuran hijau, kentang, dan mentimun.

2. Jahe
Jahe memiliki sifat anti-inflamasi alami, dan merupakan pengobatan alami untuk mulas dan masalah pencernaan lainnya. Sahabat Sehat dapat menambahkan parutan atau irisan jahe ke dalam resep atau smoothie atau minum teh jahe untuk meredakan gejala.

3. Oatmeal
Oatmeal adalah pilihan favorit untuk sarapan sarapan, karena merupakan biji-bijian utuh, dan sumber serat yang sangat baik. Diet tinggi serat telah dikaitkan dengan risiko penurunan asam lambung yang lebih rendah. Pilihan serat lainnya termasuk roti gandum dan nasi gandum.

4. Daging dan seafood rendah lemak
Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut, rendah lemak dan mengurangi gejala refluks asam. Cobalah mereka panggang, panggang, atau rebus.

5. Putih telur
Putih telur adalah pilihan yang bagus. Hindari kuning telur yang tinggi lemak dan dapat memicu gejala refluks.

Loading...

6. Lemak sehat
Sumber lemak sehat antara lain alpukat, kenari, biji rami, minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Kurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans Sahabat Sehat dan gantikan dengan lemak tak jenuh yang lebih sehat ini.

Temukan pemicu maag dan GERD

Sakit Perut adalah gejala umum dari maag dan GERD. Sahabat Sehat mungkin mengalami sensasi terbakar di perut atau dada setelah makan penuh atau makanan tertentu. GERD juga dapat menyebabkan muntah atau regurgitasi saat asam bergerak ke kerongkongan Sahabat Sehat.

Gejala lainnya termasuk:

  • batuk kering
  • sakit tenggorokan
  • kembung
  • bersendawa atau cegukan
  • kesulitan menelan
  • benjolan di tenggorokan

Banyak orang dengan GERD ditemukan dengan fakta bahwa makanan tertentu memicu gejala mereka. Tidak ada diet tunggal yang dapat mencegah semua gejala GERD, dan makanan pemicu berbeda untuk setiap orang. Untuk mengidentifikasi pemicu individu Sahabat Sehat, buatlah buku harian makanan dan catat hal-hal berikut:

  • makanan apa yang dimakan
  • jam berapa makan
  • gejala apa yang dialami

Catat 3 hal itu rutin setidaknya selama seminggu. Sangat membantu untuk melacak makanan Sahabat Sehat untuk waktu yang lebih lama jika pola makan Sahabat Sehat bervariasi. Sahabat Sehat dapat menggunakan buku harian untuk mengidentifikasi makanan dan minuman tertentu yang memengaruhi GERD Sahabat Sehat.

Selain itu, saran diet dan nutrisi di sini adalah titik awal untuk merencanakan makanan Sahabat Sehat. Gunakan panduan ini bersama dengan jurnal makanan Sahabat Sehat dan rekomendasi dari dokter Sahabat Sehat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan dan mengontrol gejala Sahabat Sehat.

Makanan pemicu bagi penderita maag dan GERD

Meskipun dokter memperdebatkan makanan mana yang sebenarnya menyebabkan gejala refluks, makanan tertentu terbukti menyebabkan masalah bagi banyak orang. Untuk mengontrol gejala maag dan GERD, Sahabat Sehat bisa mulai dengan menghilangkan makanan berikut dari daftar pangan harian :

Makanan tinggi lemak


Makanan yang digoreng dan berlemak dapat menyebabkan LES menjadi rileks, memungkinkan lebih banyak asam lambung untuk kembali ke kerongkongan. Makanan ini juga menunda pengosongan perut. Makan makanan berlemak tinggi membuat Sahabat Sehat berisiko lebih besar mengalami gejala refluks, jadi mengurangi asupan lemak harian total dapat membantu. Makanan berikut memiliki kandungan lemak yang tinggi. Hindari ini atau makan dengan pelahan:

  • kentang goreng dan onion ring
  • produk susu berlemak penuh, seperti mentega, susu murni, keju biasa, dan krim asam
  • potongan daging sapi, babi, atau domba berlemak atau digoreng
  • lemak bacon, lemak ham, dan lemak babi
  • makanan penutup atau makanan ringan, seperti es krim dan keripik kentang
  • saus krim, saus kental, dan saus salad krim
  • makanan berminyak dan berminyak seperti gorengan atau kuah santan

Tomat dan buah jeruk

Buah dan sayur penting dalam pola makan yang sehat. Tetapi buah-buahan tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk gejala GERD, terutama buah-buahan yang sangat asam. Jika Sahabat Sehat sering mengalami refluks asam, Sahabat Sehat harus mengurangi atau menghilangkan asupan makanan berikut ini:

  • jeruk
  • jeruk bali
  • jeruk lemon
  • jeruk nipis
  • nanas
  • tomat
  • saus tomat atau makanan yang menggunakannya, seperti pizza dan cabai

Cokelat

Cokelat mengandung bahan yang disebut methylxanthine. Telah terbukti mengendurkan otot polos di LES dan meningkatkan refluks. Ini mencangkup coklat olahan maupun dark chocolate.

Bawang putih, bawang bombay, dan makanan pedas

Makanan pedas dan tajam, seperti bawang bombay dan bawang putih, memicu gejala sakit maag pada banyak orang. Makanan ini tidak akan memicu refluks pada semua orang. Tetapi jika Sahabat Sehat makan banyak bawang bombay atau bawang putih, pastikan untuk mencatat makanan Sahabat Sehat dengan hati-hati di buku harian Sahabat Sehat. Beberapa makanan ini, bersama dengan makanan pedas, mungkin lebih mengganggu Sahabat Sehat daripada makanan lain.

Kafein

Orang dengan refluks asam mungkin menyadari gejala mereka bertingkah setelah minum kopi pagi. Ini karena kafein dikenal sebagai pemicu refluks asam.

Daun mint

Mint dan produk dengan perasa mint, seperti permen karet dan permen penyegar napas, juga dapat memicu gejala refluks asam dan menimbulkan maag atau GERD.

Meskipun daftar di atas mencakup pemicu umum, Sahabat Sehat mungkin memiliki intoleransi unik terhadap makanan lain. Sahabat Sehat dapat mempertimbangkan untuk tidak mengonsumsi makanan berikut selama tiga hingga empat minggu untuk melihat apakah gejalanya membaik: produk susu, produk berbasis tepung seperti roti dan kerupuk, dan protein whey.

Berubah dari gaya hidup

Selain mengontrol gejala refluks dengan pola makan dan nutrisi khusus, Sahabat Sehat bisa mengelola gejala dengan perubahan gaya hidup. Coba tips ini:

  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Kunyah permen karet yang tidak mengandung peppermint atau spearmint.
  • Hindari alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Jangan makan berlebihan, dan makan perlahan.
  • Tetap tegak setidaknya selama dua jam setelah makan.
  • Hindari pakaian ketat.
  • Jangan makan selama tiga sampai empat jam sebelum tidur.
  • Angkat kepala tempat tidur empat hingga enam inci untuk mengurangi gejala refluks saat tidur. Atau cukup gunakan bantal yang cukup tinggi

Baca Juga : Diet Untuk Penderita Sakit Maag Kronis

Apa kata Pakar Kesehatan

Tidak ada diet yang terbukti mencegah GERD dan maag. Namun, makanan tertentu dapat meredakan gejala pada beberapa orang. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat, khususnya dalam bentuk buah dan sayuran, dapat melindungi dari penyakit GERD. Tetapi para ilmuwan belum yakin bagaimana serat mencegah gejala GERD. Meningkatkan serat makanan Sahabat Sehat umumnya merupakan ide yang bagus. Selain membantu gejala GERD, serat juga mengurangi risiko:

  • Kolesterol Tinggi
  • gula darah yang tidak terkontrol
  • wasir dan masalah usus lainnya

Konsultasikanlah dengan dokter ataupun Ahli Gizi IT’s Buah jika Sahabat Sehat memiliki pertanyaan tentang apakah makanan tertentu harus menjadi bagian dari diet Sahabat Sehat. Makanan yang membantu meningkatkan refluks asam untuk satu orang mungkin menimbulkan masalah bagi orang lain. Bekerja dengan tenaga kesehatan dapat membantu Sahabat Sehat mengembangkan pola makan untuk mengontrol atau mengurangi gejala.

Sementara sakit lambung dan panas akibat asam lambung dapat terjadi pada siapa saja, GERD tampaknya paling umum terjadi pada orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan berlebih – terutama di area perut – memberi lebih banyak tekanan pada perut. Akibatnya, berisiko tinggi asam lambung bekerja kembali ke kerongkongan dan menyebabkan mulas.

Jika Sahabat Sehat kelebihan berat badan, Mayo Clinic menyarankan rencana penurunan berat badan yang stabil sebanyak 1 atau 2 pon per minggu. Di sisi lain, jika Sahabat Sehat sudah dianggap memiliki berat badan yang sehat, maka pastikan bisa menjaganya dengan pola makan yang sehat dan olahraga teratur.

Ingin belajar lebih banyak tentang bahaya maag dan makanan apa saja yang dianjurkan? yuk gabung di Live Instagram @sehatbarengitsbuah bersama dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gz, Sp.GK seorang Dokter Gizi pada hari Kamis tanggal 10 September 2020 Pukul 16.00 WIB. Sudah dapat tanya jawab langsung dengan pakar bisa bawa pulang doorprize lagi! Jangan lupa ya, Sahabat Sehat.

Referensi :

1. Acid reflux (GER and GERD) in adults. (n.d.). niddk.nih.gov/health-
information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults
2. Allergens and allergic asthma. (2015). aafa.org/page/allergic-asthma.aspx
3. Diet changes for GERD. (2017). aboutgerd.org/diet-lifestyle-changes/diet-
changes-for-gerd.html
4. GERD and asthma. (2013). my.clevelandclinic.org/health/articles/10686-gerd-
and-asthma
5. Bergeron, L. (2006, June 21). Chocolate, wine, and spicy foods may be OK
for heartburn news.stanford.edu/news/2006/june21/med-heartburn-
062106.html
6. Definition and facts for GER and GERD. (2014, November 13)
niddk.nih.gov/health-information/health-topics/digestive-diseases/ger-and-
gerd-in-adults/Pages/definition-facts.aspx
7. Diet tips to avoid heartburn and indigestion. (n.d.)
heartburncanceruk.org/Book%20Diet%20tips.pdf
8. Kahrilas P, et al. (2017). Emerging dilemmas in the diagnosis and
management of gastroesophageal reflux disease. DOI:
10.12688/f1000research.11918.1
9. Kubo A, et al. (2009). Effects of dietary fiber, fats, and meat intakes on the
risk of Barrett’s esophagus. DOI: 10.1080/01635580902846585
10. Mayo Clinic Staff. (2018). Gastroesophageal reflux disease (GERD).
mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940


Beri tahu teman-teman Anda