Ahli Gizi : Kontrol resiko Penyakit Degeneratif dengan batasi GGL

Beri tahu teman-teman Anda

Dalam setiap sajian makanan, hampir selalu kita jumpai kandungan gula, garam dan lemak. Namun tahukah kamu bahwa gula, garam, dan lemak atau biasa disebut GGL merupakan pemicu utama dari munculnya penyakit Degeneratif, tapi makanan tanpa gula, garam, lemak mana enak. Lalu bagaimanakah aturan konsumsi GGL yang benar? Simak wawancara IT’s Buah bersama dokter ahli gizi berikut.

Ahli Gizi : Kontrol resiko penyakit Degeneratif dengan batasi GGL

Halo Sahabat Sehat, kembali membahasa salah satu penyakit dengan predikat silent killer, yaitu diabetes mellitus. Pada hari Kamis 12 November 2020 IT’s Buah kembali dengan acara rutinnya yaitu Live Instagram bersama Indahtul Mufidah, S.Gz, M Gizi. Beliau adalah seorang Ahli Gizi sekaligus tim edukasi dari Gizi Inspirasi.

Sebelum memasuki ringkasan sesi obrolan seru bersama Kak Indah, kita cari tahu dulu apa yang dimaksud dengan GGL.

Dalam setiap sajian makanan, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi. Gula yang dikonsumsi melampaui kebutuhan akan berdampak pada peningkatan berat badan, bahkan jika dilakukan dalam jangka waktu lama secara langsung akan meningkatkan kadar gula darah dan berdampak pada terjadinya diabetes tipe 2, bahkan secara tidak langsung berkontribusi pada penyakit seperti osteoporosis, penyakit jantung dan kanker.

Garam menciptakan rasa asin yang berasal dari makanan adalah karena kandungan natrium (NaCl) yang ada dalam makanan tersebut. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Penukaran nilai gizi natrium ke garam harus dikalikan dengan nilai 2,5 untuk mendapatkan jumlah garam dalam pangan tersebut ke dalam satuan gram (g). Sehari kita memerlukan sekitar 2000mg garam saja.

Sedangkan untuk lemak yang terdapat di dalam makanan, berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K serta menambah lezatnya hidangan. Konsumsi lemak dan minyak dalam hidangan sehari-hari dianjurkan tidak lebih dari 25% kebutuhan energi, jika mengonsumsi lemak secara berlebihan akan mengakibatkan berkurangnya konsumsi makanan lain. Hal ini disebabkan karena lemak berada didalam sistem pencernaan relatif lebih lama dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, sehingga lemak menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

Loading...

Cara Mengatur Konsumsi Gula

Ahli Gizi : Kontrol resiko penyakit Degeneratif dengan batasi GGL
Kita perlu membatasi tingkat konsumsi gula

Menurut Kak Indah, ada beberapa cara mengatur konsumsi GGL agar tidak berlebih dan memberikan resiko penyakit degeneratif:

Beberapa cara membatasi konsumsi gula:

  1. Kurangi secara perlahan penggunaan gula, baik pada minuman teh/kopi maupun saat membubuhkan pada masakan. Jika meningkatkan rasa pada minuman, tambahkan jeruk nipis pada minuman tehdan atau madu, bukan menambahkan gula.
  2. Batasi minuman bersoda.
  3. Ganti makanan penutup/dessert yang manis dengan buah atau sayur-sayuran.
  4. Kurangi atau batasi mengkonsumsi es krim.
  5. Selalu membaca informasi kandungan guladan kandungan total kalori (glucosa, sucrosa, fruktosa, dextrosa, galaktosa, maltosa) dan garam (natrium) jika berbelanja makanan dalam kemasan.
  6. Kurangi konsumsi coklat yang mengandung gula. Lebih baik dark chocolate.
  7. Hindari minuman beralkohol.
  8. Kurangi makanan kemasan berpengawet.

Artikel Terkait: 6 Makanan bagi Penderita Diabetes

Cara Mengatur Konsumsi Garam

Ahli Gizi : Kontrol resiko penyakit Degeneratif dengan batasi GGL
Tingkat konsumsi garam yang perlu kita konsumsi dalam sehari juga ada batasannya

Pengendalian dalam makna pemilihan makanan disini dapat diartikan kemampuan sesesorang dalam memilih makanan dari aspek apapun baik berupa makanan yang sesuai dengan selera (suka/ tidak suka) maupun makanan yang sesuai dengan syarat kesehatan sehingga mengarah kepada pemilihan makanan yang baik. Garam kerap sulit dikurangi karena rasanya gurih hingga menciptakan salt addict. Berikut tips mengontrol asupan garam:

  1. Gunakan garam beriodium untuk konsumsi.
  2. Jika membeli pangan kemasan dalam kaleng, seperti sayuran, kacangkacangan atau ikan, baca label informasi nilai gizi dan pilih yang rendah natrium.
  3. Jika tidak tersedia pangan kemasan dalam kaleng yang rendah natrium, pangan dalam kemasan tersebut perlu dicuci terlebih dahulu agar sebagian garam dapat terbuang.
  4. Gunakan mentega atau margarine tanpa garam (unsalted)
  5. Jika mengonsumsi mi instan gunakan sebagian saja bumbu dalam sachet bumbu yang tersedia dalam kemasan mi instan.
  6. Coba bumbu yang berbeda untuk meningkatkan rasa makanan, seperti jahe atau bawang putih.

Cara Mengatur Konsumsi Lemak

Ahli Gizi : Kontrol resiko penyakit Degeneratif dengan batasi GGL
Konsumsi lemak dalam sehari perlu dibatasi agar mencegah timbulnya penyakit degeneratif

Ketika memilih makanan yang akan kita konsumsi, kita cenderung mengelompokkannya ke dalam makanan sehat dan tidak sehat. Kita menyadari bahwa keputusan kita dalam hal makanan dipengaruhi oleh banyak faktor budaya, anggaran, dan waktu. Istilah pemilihan makanan mengandung makna kekuatan dan kemauan orang untuk mengendalikan makanan yang dikonsumsi. Hal ini dapat mengukur seberapa kuat pemilihan tersebut dan faktor yang memengaruhi pemilihan makanan tersebut sering menjadi fokus yang utama. Begitu juga dengan memilih lemak. Berikut cara mengatur konsumsi lemak menurut Kak Indah:

  1. Mengganti minyak dengan minyak kanola, minyak nabati, minyak zaitun dll
  2. Rutin memakan alpukat sebagai camilan tanpa tambahan gula dan kental manis setidaknya 1 buah/minggu
  3. Menadah minyak gorengan dengan tisu
  4. Tidak memakai minyak goreng 2x
  5. Mengurangi gorengan

Pemerintah juga sudah menetapkan aturan pemakaian gula, garam dan lemak dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan. Oleh karena itu, IT’s Buah juga berusaha membantu kampanye kesehatan dengan tidak menambahkan gula dan pengawet lain kedalam Cold-Pressed Juice. Menurut Kak Indah, Cold-Pressed Juice sangat cocok untuk belajar menyukai produk sayur buah dengan kualitas baik dan rasa yang juga enak. Wah, Ahli Gizi saja sudah sangat setuju nih Sahabat Sehat!

Artikel Terkait:
6 Buah Terbaik untuk Diet dan Cegah Obesitas
Jahe Ternyata Bisa Membantu Weight Loss, lho!
Beyond Diet: Pengaruhnya bagi Weight Loss

Tanya Jawab Seputar Diabetes dengan Dokter Gizi

Pertanyaan: Apakah benar bila konsumsi GGL tinggi bisa beresiko terkena penyakit degeneratif?


Jawaban: Pembatasan GGL adalah gerbang awal. Jadi benar, bila terlalu banyak gula bisa mengakibatkan penyakit diabetes melitus, selain itu juga menyebabkan kelebihan natrium, hipetrensi, dan artreosklerosis.

Biasanya, untuk penyakit degeneratif tidak terasa pada usia muda namun mengancam ketika usia senja. Selain itu ada juga pengaruh gen, mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit degeneratif maka resikonya lebih besar. Maka harus sangat menjaga pola makan.

Pertanyaan: Apa betul kalau makanan sehat mahal?

Jawaban: Tidak betul, semuanya relatif. Semuanya tergantung dari pola makan harian. Sayur sendiri tidak mahal. Apalagi sayuran lokal maupun belajar memanfaatkan lahan dengan menanam sendiri. Malahan, buah import yang sebenarnya lebih mahal. Namun kembali kepada kesadaran masing-masing. Bila tidak ada prioritas membeli buah sebagai konsumsi sehari-hari maka berapapun uangnya maka tentu hasilnya tidak sehat.

Pertanyaan: Apa semua lemak berbahaya?

Jawaban: Lemak dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar secukupnya. Lemak dibutuhkan oleh metabolisme tubuh juga menjadi cadangan energi tubuh.

Pertanyaan: Bila mengurangi GGL apa bisa kurus?

Jawaban: GGL pengaruhnya kecil, bila ingin menurunkan berat badan sambil menjaga masa otot tentu harus diimbangi dengan olahraga. Selain dari menjaga pola makan. Benar bahwa garam mengikat air, namun tidak benar bila tidak mengkonsumsi garam maka langsung bisa menurunkan berat badan. Mindset ini tidak benar.

Pertanyaan: Bagaimana cara mengurangi sugar carving?

Jawaban: Mulai dari mindset ‘jangan terus menerus memikirkan makanan’. Selain itu tidak disarankan menyimpan camilan didekat tempat kita saat berdiam. Karena seringkali bosan diartikan lapar. Nah, bisa juga dengan belajar mengurangi minuman manis kekinian ataupun cake hits yang beredar dimana-mana. Bisa diganti dengan cemil buah potong atau yang seperti IT’s Buah karena alami.

Wah, Kak Indah sudah merekomendasikan IT’s Buah nih, Sahabat Sehat. Siapa yang ketagihan rasa nikmatnya cold-pressed juice dengan bahan buah lokal alami tanpa pengawet? Yuk, jaga kesehatan tubuh kita, keluarga dan bangsa untuk dukung Indonesia Sehat Kuat hadapi pandemi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-56. Saksikan terus Live Instagram IT’s Buah di akun instagram dan Youtube sehat bareng IT’s Buah, setiap hari kamis pukul 16.00 WIB. Jangan sampai ketinggalan ya!

Artikel Terkait:
3 Komponen Pola Hidup Sehat untuk Bugar Seumur Hidup
Lakukan 9 Hal Unik Ini untuk Pola Hidup Sehat Sepanjang Masa
Tips Sehat Ala Atlet Asian Games yang Perlu Anda Tahu

Konsultasi Detoks


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *