Bagaimana Detoks Bisa Bantu Atasi Masalah PCOS?

Beri tahu teman-teman Anda

PCOS adalah gangguan hormon yang memengaruhi kesuburan hormon. Kenali gejala PCOS lebih awal dan ketahui bagaimana detoks mengatasi PCOS dibawah ini yuk!

Bagaimana-Detoks-Bisa-Atasi-PCOS

Halo, Sahabat Sehat!

Apakah kamu pernah mendengar istilah PCOS? Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) atau yang juga dikenal dengan istilah Sindrom Ovarium Polikistik adalah gangguan hormon reproduksi pada wanita usia subur (usia 15 – 44 tahun) yang menyebabkan sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara normal. 

Gangguan hormon yang dialami oleh penderita PCOS dapat mempengaruhi kesuburan wanita dan memperbesar risiko terserang penyakit sindrom metabolik, yang berujung pada diabetes, serangan jantung, darah tinggi, kolesterol. 

Tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, gangguan hormon juga bisa menyebabkan ketidakstabilan emosi, sehingga memperbesar risiko terkena depresi dan gangguan kecemasan. Oleh karena itu, perjuangan menghadapi PCOS bukan hanya sebuah perjuangan fisik, tapi juga menjadi sebuah perjalan dan perjuangan emosional.

Tahukah kamu bahwa PCOS seringkali tidak terdeteksi? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 70% wanita tidak sadar jika dirinya terkena PCOS. Namun kamu tidak perlu khawatir, yuk simak artikel berikut agar kamu dapat lebih kenal dengan PCOS sekaligus mengetahui bagaimana cara mengatasi PCOS dengan detoks.

Baca Juga : 5 Cara Bentengi Tubuh Dari Dalam

Penyebab PCOS

Hingga saat ini penyebab PCOS belum diketahui secara pasti, namun berikut adalah faktor-faktor yang memperbesar risiko wanita terserang PCOS menurut para ahli kesehatan:

  • Faktor genetik atau keturunan

Jika ada salah satu anggota keluarga kamu ada yang menderita PCOS, maka kamu mempunyai risiko yang lebih besar terkena PCOS. Riset yang dilakukan pada tahun 2006 menyebutkan ketidakstabilan hormon pada PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.

  • Resistensi insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk membantu sel tubuh menyerap glukosa. Resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak merespon atau kebal dengan insulin sehingga kadar insulin dalam darah akan meningkat. 

Selain dapat menyebabkan diabetes, kelebihan insulin juga membuat ovarium memproduksi lebih banyak hormon laki-laki (hormon androgen) yang mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi wanita. 

  • Peradangan

Wanita yang menderita PCOS pada umumnya mengalami peningkatan inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Sebuah studi menyebutkan bahwa peradangan dapat meningkatkan jumlah hormon androgen yang mengakibatkan ovarium tidak dapat memproduksi sel telur secara normal.

Baca Juga : 5 Cara Memperkuat Imun Tubuh, Salah Satunya Gunakan Anti Oksidan

Gejala PCOS

PCOS terdiri kumpulan gejala yang mempengaruhi siklus dan organ reproduksi wanita. Masalah utama PCOS adalah menstruasi tidak teratur, kista ovarium dan hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen. Penderita PCOS biasanya akan mengalami beberapa gejala, di antaranya:

  • Jarak menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
  • Mengeluarkan volume darah yang banyak saat menstruasi 
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah punggung, dada dan perut
  • Kulit menjadi lebih berminyak sehingga menimbulkan jerawat
  • Penambahan berat badan
  • Rambut rontok dan menipis
  • Warna kulit menjadi gelap, terutama di bagian lipatan tubuh
  • Sakit kepala

Cara Mengatasi PCOS

Saat ini belum ada obat yang dapat langsung menyembuhkan PCOS. Kunci utama dalam mengatasi PCOS adalah dengan menjalani hidup sehat dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Diet yang tepat diimbangi dengan olahraga rutin dapat mengurangi gejala PCOS secara alami tanpa obat. 

#1. Menjaga pola makan

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukan bahwa 70% wanita penderita PCOS mengalami obesitas. Seseorang dengan obesitas kemungkinan besar akan mengalami resistensi insulin. Dengan menjaga pola makan, level insulin juga akan terjaga sehingga mencegah produksi hormon androgen yang berlebihan. Selain itu dengan menjaga pola makan, kebutuhan nutrisi juga akan terpenuhi.

Jika kamu adalah penderita PCOS, berikut adalah jenis-jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi:

  • Makanan dengan indeks glikemik rendah (oatmeal, roti gandum, yoghurt low fat)
  • Makanan anti peradangan (teh hijau, cokelat, kunyit)
  • Sayur dan buah-buahan
  • Pemanis alternatif (madu)
  • Susu alternatif (susu almond, susu kedelai, susu oat)
  • Kacang-kacangan

Selain itu, kamu juga disarankan untuk menghindari jenis makanan dan minuman ini:

  • Karbohidrat olahan (roti putih, makanan yang terbuat dari tepung terigu)
  • Gula tambahan (sukrosa, minuman bersoda, minuman beralkohol, jus dengan gula)
  • Makanan penyebab peradangan (daging olahan seperti sosis dan daging asap)

#2. Bergerak aktif

Dalam buku panduan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan untuk melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu. Agar lebih ringan, Anda dapat membagi waktu tersebut menjadi 30 menit per hari, 5x seminggu. 

Rutin melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti berolahraga, mampu meredakan gejala PCOS dan menjaga kesehatan tubuh. Inilah manfaat rutin berolahraga untuk penderita PCOS menurut para ahli:

  • Meningkatkan sensitivitas insulin
  • Menurunkan kolesterol
  • Meningkatkan produksi hormon endorfin (hormon bahagia)
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Menurunkan risiko terserang penyakit jantung

#3. Detoks untuk Atasi PCOS

Detoks dilakukan dengan mengatur asupan makanan yang melibatkan puasa dan pantangan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman selain sayur, buah, jus, dan air putih (clean eating). Sayur dan buah yang terdapat dalam cold pressed juice adalah makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita PCOS.

Ahli gizi kami menganjurkan untuk melakukan detoks 1x dalam sepekan atau 4x dalam sebulan. Dengan melakukan detoks secara rutin, tubuh akan mendapatkan berbagai manfaat kesehatan. Berikut adalah manfaat detoks cold pressed juice untuk penderita PCOS 

  • Membantu menjaga berat badan ideal
  • Menstabilkan insulin
  • Menjaga metabolisme
  • Menstabilkan hormon yang berkaitan dengan kehamilan
  • Melancarkan haid
  • Meredakan sakit kepala dan insomnia
  • Membantu menyuburkan alat reproduksi
  • Melancarkan aliran pembuluh darah
  • Mencegah kanker & tumor

#4. Obat-obatan

Obat-obatan adalah pilihan yang diambil jika perubahan gaya hidup dan pola makan tidak berhasil untuk meringankan gejala PCOS. Pil KB dan Metformin adalah obat yang biasa digunakan untuk mengontrol PCOS dengan cara menjaga keseimbangan hormon tubuh dan mengatur agar siklus menstruasi kembali normal. 

PCOS yang tidak ditangani dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada wanita. Selain itu penderita PCOS yang sedang hamil berisiko mengalami keguguran dan melahirkan bayi secara prematur. Jika seseorang sudah mendapat diagnosis PCOS, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mendeteksi komplikasi penyakit lain yang mungkin terjadi akibat PCOS. Oleh karena itu, penting sekali bagi para wanita untuk menjaga dan memperhatikan  kesehatan organ reproduksinya. 

Baca Juga : Kenapa Buah dan Sayur dianjurkan Untuk Tingkatkan Imun?


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *