Bagaimana Pola Makan Setelah Detox?

Beri tahu teman-teman Anda

Pada kelas konseling yang diadakan IT’s Buah pada 25 Juli 2020. Ada banyak sekali hal-hal menarik yang dibahas seputar diet dan pola hidup sehat. Mulai dari bagaimana tips dan trik untuk tetap menjalani pola hidup sehat dengan kegiatan yang padat dan jam terbang yang tinggi di ibu kota. Hingga bagaimana sih cold pressed juice dapat membantu menurunkan badan jika di konsumsi secara rutin, dan banyak sekali pertanyaan menarik lainnya.

Salah satu diantara pertanyaan menarik yang ada adalah, bagaimana sih pola makan usai detoks? Bagaimana pilihan makanannya? Apa saja yang harus dibatasi dan dihindari? Jawabannya adalah bisa melanjutkan pola makan 3x sehari dengan memperbanyak sayur dan buah-buahan. Atau menerapkan diet 5:2, disebut diet 5:2 karena lima hari dalam seminggu adalah hari makan normal, sedangkan dua lainnya membatasi kalori hingga 500-600 per hari.

Bagaimana cara menerapkan metode diet 5:2?

Diet 5: 2 sebenarnya sangat mudah dijelaskan juga mudah dijalani, apalagi bagi sahabat sehat yang sibuk dan tidak terlalu sempat memasak. Selama lima hari per minggu, makanlah secara normal dan tidak perlu memikirkan pembatasan kalori. Kemudian, pada dua hari lainnya, bisa mengurangi asupan kalori hingga seperempat dari kebutuhan harian. Ini sekitar 500 kalori per hari untuk wanita, dan 600 untuk pria. Biasanya 1 hari weekend dan 1 hari weekdays yang dilanjutkan dengan detox IT’s Buah 1 hari.

Sahabat sehat juga dapat memilih dua hari dalam seminggu yang di sukai, selama setidaknya ada satu hari tanpa puasa di antaranya. Salah satu cara umum merencanakan minggu adalah berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dengan dua atau tiga kali makan kecil, kemudian makan secara normal selama sisa minggu itu. Sederhana sekali.

Penting untuk menekankan bahwa makan “secara normal” tidak berarti sahabat sehat bisa makan apa pun. Jika makan junk food terus menerus selama 4 hari, maka tidak mungkin akan kehilangan berat badan, dan bahkan mungkin berat badan malah bertambah. Sahabat sehat dianjurkan makan dengan jumlah makanan yang sama seolah-olah belum berpuasa dan detox sama sekali. Ingat, tidak memikirkan kalori bukan berarti bebas memakan apapun selama 5 hari ya.

junk food

Manfaat Diet Detox IT’s Buah plus diet 5:2

Memberi tubuh nutrisi dari berkilo-kilogram buah dan sayur memiliki banyak sekali manfaat. Diantaranya adalah membantu optimalisasi detoksifikasi alami tubuh dan menyeimbangkan hormon. Adapun manfaat diet 5:2 akan kita bahas setelah ini. Ada sangat sedikit studi tentang diet 5: 2 secara khusus. Namun, ada banyak penelitian tentang puasa intermiten secara umum, yang menunjukkan manfaat kesehatan yang mengesankan.

Salah satu manfaat penting adalah puasa intermiten tampaknya lebih mudah diikuti daripada pembatasan kalori terus menerus, setidaknya untuk beberapa orang. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa berbagai jenis puasa intermiten dapat secara signifikan mengurangi kadar insulin yang jika berlebih dapat menyebabkan diabetes. Satu studi menunjukkan bahwa diet 5: 2 menyebabkan penurunan berat badan yang mirip dengan pembatasan kalori secara teratur. Selain itu, diet itu sangat efektif dalam mengurangi kadar insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Beberapa penelitian telah meneliti efek kesehatan dari puasa alternatif yang dimodifikasi, yang sangat mirip dengan diet 5: 2 yaitu diet 4: 3 dapat membantu mengurangi resistensi insulin, asma, alergi musiman, aritmia jantung, menopause dini dan banyak lagi. Mirip metode 5:2, dalam diet 4:3 sahabat sehat bisa memakan bebas tanpa memikirkan kalori pada 4 hari dan hanya memakan 500-600 kalori pada 3 hari berikutnya.

Ada sebuah penelitian mengenai diet ini, dimana sebuah kelompok diuji dengan diet 5:2 plus memakan banyak sayur dan buahan plus puasa 1 hari dalam 1 minggu selama 3 bulan atau 12 minggu. Setelah waktu penelitian berakhir, kelompok puasa memiliki:

  • Berat badan berkurang lebih dari 5 kg.
  • Mengurangi massa lemak sebesar 3,5 kg, tanpa perubahan massa otot.
  • Tingkat trigliserida darah berkurang sebesar 20%. Resiko penyakit jantung menurun. Kolesterol juga membaik.
  • Peningkatan ukuran partikel LDL, yang merupakan hal yang baik.
  • Mengurangi kadar CRP, yang merupakan tanda penting peradangan.
  • Menurunkan kadar leptin hingga 40%. Artinya tubuh lebih cepat kenyang.

Baca juga : Detoksifikasi: Pahami Ini Sebelum Anda Mulai

pola makan setelah detox

Detoks IT’s Buah dilanjut diet 5:2 berpotensi weight loss!

Jika sahabat sehat ingin menurunkan berat badan, diet 5: 2 dan konsumsi cold-pressed juice pada akhir pekan bisa sangat efektif jika dilakukan dengan benar. Ini terutama karena pola makan 5: 2 membantu mengonsumsi lebih sedikit kalori. Karena itu, sangat penting untuk tidak mengimbangi hari-hari puasa dengan makan lebih banyak pada hari-hari yang tidak puasa.

Puasa intermiten tidak menyebabkan penurunan berat badan lebih dari pembatasan kalori biasa jika total kalori dicocokkan. Ingat, sebelum diet sahabat sehat harus mengetahui kebutuhan kalori sehari terlebih dahulu. Bila sulit maka bisa langsung konsultasikan pada Ahli Gizi IT’s Buah dan dapatkan perhitungan gratis kebutuhan harian sahabat sehat. Tentu saja secara gratis dan cuma-cuma.

Berbagai penelitian protokol puasa mirip dengan diet 5: 2 telah menunjukkan banyak harapan dalam studi penurunan berat badan: Sebuah ulasan baru-baru ini menemukan bahwa puasa alternatif yang dimodifikasi menyebabkan penurunan berat badan 3-8% selama 3-24 minggu.Dalam studi yang sama, partisipan kehilangan 4-7% lingkar pinggang mereka, yang berarti bahwa mereka kehilangan banyak lemak perut yang berbahaya.

Puasa intermiten menyebabkan pengurangan massa otot yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan berat badan dengan pembatasan kalori konvensional. Puasa intermiten 5:2 bahkan lebih efektif bila dikombinasikan dengan diet detoks sekali sepekan dan dilanjutkan olahraga, seperti latihan ketahanan atau kekuatan.

pola makan setelah detox

Selama 2 Hari, makan apa saja?

 Tidak ada aturan untuk apa atau kapan makan pada hari-hari puasa. Namun ada pola makan yang bisa diikuti dengan mudah :

  • 3x makanan porsi kecil: Biasanya sarapan, makan siang, dan makan malam.
  • 2x makanan yang porsi lebih besar: makan siang dan makan malam.

Karena asupan kalori terbatas sekitar 500 kalori untuk wanita dan 600 kalori untuk pria yang paling penting adalah untuk menggunakan jatah kalori dengan bijak. Cobalah untuk fokus pada makanan bergizi, tinggi serat, tinggi protein yang akan membuat merasa kenyang tanpa mengonsumsi terlalu banyak kalori.

Sup sayur dengan ayam bagian dada adalah contoh pilihan bagus di 2 puasa. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka dapat membuat merasa lebih kenyang dari bahan-bahan yang sama dalam bentuk aslinya, atau makanan dengan kandungan kalori yang sama. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mungkin cocok untuk 2 hari puasa:

  • Sayur dan buah-buahan dengan ukuran ½ piring
  • Yogurt plain dengan potongan buah beri/pisang
  • Telur rebus atau panggang.
  • Ikan bakar atau daging tanpa lemak/kulit
  • Nasi kembang kol
  • Sup (misalnya miso, tomat, kembang kol atau sayuran)
  • Kopi hitam tanpa gula
  • Teh tanpa gula

Tidak ada cara makan yang spesifik dan benar pada hari-hari puasa. Sahabat sehat harus bereksperimen dan mencari tahu apa yang paling cocok dan nyaman untuk dilakukan.

Bagaimana kalau ternyata rasa lapar menyerang?

Selama beberapa hari pertama puasa, mungkin sahabat sehat bisa mengalami kelaparan yang luar biasa. Ini adalah keadaan normal untuk merasa sedikit lebih lemah atau lebih lambat dari biasanya. Singkatnya, lumayan mirip saat puasa ramadhan 30 hari.

Sahabat sehat akan terkejut melihat betapa cepatnya kelaparan hilang, terutama jika mencoba untuk tetap sibuk dengan pekerjaan atau tugas lainnya. Selain itu, kebanyakan orang menemukan bahwa hari-hari puasa menjadi lebih mudah setelah beberapa puasa pertama. Jika sahabat sehat tidak terbiasa berpuasa, mungkin ada baiknya untuk menyimpan sedikit makanan kecil selama beberapa puasa pertama, kalau-kalau sahabat sehat merasa pusing atau mual.

Baca juga : Efek Samping Detoksifikasi: Cara Mengatasi Gejala Detox

Tetapi jika telah mengkonsumsi buah atau cemilan lain berulang kali namun sahabat sehat tetap merasa pusing, makan sepiring makanan porsi besar dan konsultasi dengan dokter apakah harus melanjutkan puasa atau tidak. Puasa intermiten bukan untuk semua orang, dan beberapa orang tidak dapat mentolerirnya. Meskipun hal ini sangat amat jarang terjadi.

Diantara manfaat powerfull  dari diet detox cold-pressed juice adalah dapat menurunkan berat badan dan memberikan efek pembentukan pola hidup sehat. Kabar baiknya, IT’s Buah akan mengadakan webinar series mengenai “Weight Managament” dimana selain mempelajari pola makan yang baik untuk menuju berat badan ideal, sahabat sehat juga akan diberi tips tetap bisa makan enak selama diet. Segera daftar ya!

Referensi :

  1. Patterson RE, Laughlin GA, LaCroix AZ, et al. Intermittent Fasting and Human Metabolic Health. J Acad Nutr Diet. 2015;115(8):1203-1212. doi:10.1016/j.jand.2015.02.018
  2. Heilbronn LK, Smith SR, Martin CK, Anton SD, Ravussin E. Alternate-day fasting in nonobese subjects: effects on body weight, body composition, and energy metabolism. Am J Clin Nutr. 2005;81(1):69-73. doi:10.1093/ajcn/81.1.69
  3. Varady KA, Bhutani S, Klempel MC, et al. Alternate day fasting for weight loss in normal weight and overweight subjects: a randomized controlled trial. Nutr J. 2013;12(1):146. Published 2013 Nov 12. doi:10.1186/1475-2891-12-146
  4. Anson RM, Guo Z, de Cabo R, et al. Intermittent fasting dissociates beneficial effects of dietary restriction on glucose metabolism and neuronal resistance to injury from calorie intake. Proc Natl Acad Sci U S A. 2003;100(10):6216-6220. doi:10.1073/pnas.1035720100
  5. Horne BD. Is periodic fasting really good for reducing cardiovascular risk and improving heart health?. Future Cardiol. 2011;7(6):721-724. doi:10.2217/fca.11.50
  6. Mattson MP, Wan R. Beneficial effects of intermittent fasting and caloric restriction on the cardiovascular and cerebrovascular systems. J Nutr Biochem. 2005;16(3):129-137. doi:10.1016/j.jnutbio.2004.12.007

Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *