Mengkonsumsi buah di bulan puasa ? berikut 4 manfaatnya

Mengkonsumsi buah di bulan puasa ? berikut 4 manfaatnya

Sudah bukan rahasia lagi jika buah dikatakan mengandung beragam manfaat bagi tubuh dari mulai kulitnya yang mengandung banyak serat hingga isinya yang bernutrisi. Terlebih di bulan puasa, mengonsumsi buah sangat disarankan karena akan memberikan manfaat yang dapat menunjang aktivitas dan kegiatan selama berpuasa.

Berikut ini adalah beberapa manfaat konsumsi buah-buaha bagi kesehatan saat berpuasa:

Merasa kenyang lebih lama

Kandungan serat pada buah yang tinggi akan bertahan dalam usus yang akan berpengaruh pada stabilitas kondisi perut.

Bantu menjaga tubuh terhidrasi

Berpuasa dapat membuat tubuh dehidrasi. Maka dengan mengonsumsi buah maka akan menjaga agar tubuh terhidrasi karena buah memiliki banyak kandungan air.

Bantu menjaga stamina tubuh.

Buah dapat dikonsumsi dalam bentuk jus saat berbuka puasa. Buah- buahan seperti apel, jambu dan semangka cocok dijadikan jus karena memiliki kandungan air tinggi yang membuatnya mudah untuk diserap tubuh yang baru terisi makanan.

Buah mengandung banyak serat. Serat dalam buah bermanfaat untuk menjaga kadar gula dalam tubuh. Selain itu, serat berfungsi untuk membantu pencernaan tetap bekerja dengan baik.

Bantu Menjaga Kebugaran Tubuh

Bugarnya tubuh di siang hari sangat berpengaruh dari apa yang dikonsumsi saat sahur. Dengan mengonsumsi buah-buahan, maka kebutuhan tubuh akan vitamin, mineral dan serat akan terpenuhi.

 

7 Cara Agar Tidak Dehidrasi Saat Puasa

7 Cara Agar Tidak Dehidrasi Saat Puasa

Tidak mendapat asupan air putih kurang lebih selama 12 jam puasa apalagi sambil melakukan kegiatan dan aktivitas di luar ruangan, dapat membuat risiko mengalami dehidrasi meningkat. Meskipun sebenarnya, dehidrasi yang dialami ketika puasa biasanya merupakan dehidrasi yang ringan dan tidak sampai membahayakan nyawa. Namun, tetap saja hal itu mungkin akan menghambat berbagai aktivitas dan kegiatan, karena keadaan ni memunculkan beberapa gejala seperti sakit kepala, merasa lelah dan pusing. Lalu bagaimana cara agar tidakk mengalami dehidrasi saat puasa?

Bagaimana langkah agar bisa mencegah dehidrasi saat puasa?

Tubuh terdiri dari 70%-80% cairan, karena itulah cairan cukup penting untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Jangan pernah sepelekan kebutuhan tubuh akan cairan. Ada baiknya kita seharusnya memiliki perencanaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut agar tak dehidrasi. Berikut ini adalah hal-hal yang mungkim membantu mencegah bahkan mengatasi ketika kita mengalami dehidrasi saat puasa.

Cukupkan meminum air putih

Pada dasarnya, kecukupan serta kebutuhan cairan masing-masing orang berbeda-beda , sama halnya seperti kebutuhan kalori. Kebutuhan ini tergantung pada aktivitas serta setiap individu dan kondisi fisiknys

akan tetapi, memang rata-rata orang dewasa setidaknya membutuhkam 8-10 gelas air mineral per hari atau setara dengan 1.5 – 2 liter air untuk mencukupi kebutuhan airnya.

Lalu bagaimanakah cara mengatur kebutuhan cairan saat berpuasa? kita bisa menerapkan aturan 2-4-2 ketika berpuasa. yang dimana berarti 2 gelas disaat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur atau menjelang sahur.

Mengurangi konsumi makanan asin saat sahur

Baru saja sahur dan setelah berpuasa menjalani beberapa jam puasa sudah merasa haus? Bisa jadi menu sahur Anda alasannya. Ya, makanan bergaram dapat membuat Anda haus bahkan hingga kekurangan cairan. Sebab, garam sangat berpengaruh terhadap pengaturan cairan di tubuh. Terlalu banyak garam yang masuk ke dalam tubuh hanya akan mengacaukan pengaturan tersebut dan akhirnya membuat Anda cepat haus.

Perbanyak cairan di malam hari menjelang sahur

Bila Anda takut kembung akibat air ketika makan sahur, Anda bisa minum dan memenuhi kebutuhan Anda sesaat sebelum Anda tidur di malam. Bahkan jika Anda terbangun di malam hari, usahakan untuk menyempatkan minum terlebih dahulu. Hal ini demi memenuhi kebutuhan cairan Anda dalam sehari.

Jika memakan banyak protein dalam menu sahur, maka perbanyak minum

Selain makanan yang asin dan mengandung garam, makanan yang protein tinggi dapat membuat kita kehausan dalam waktu yang singkat dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan Experimental Biology, menyatakan bahwa seseorang yang menghindari karbohidrat dan menerapkan diet protein tinggi cenderung berisiko mengalami dehidrasi lebih mudah ketimbang yang tak melakukannya. Untuk dapat terhindar dari hal tersebut, seimbangkan menu sahur dan minumlah dengan cukup.

Konsumsi buah dan sayuran yang bermacam-macam

Cairan tak hanya didapatkan dari minuman saja, tapi bisa juga dari makanan. Sebenarnya 10-20% kebutuhan cairan bisa Anda dapatkan dari makanan. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang mengandung cukup air sehingga Anda bisa kenyang sekaligus kebutuhan cairan Anda terpenuhi. Anda dapat mengandalkan buah dan sayuran untuk hal ini. Jadi, penuhi menu sahur dan buka puasa Anda dengan sayur dan buah-buahan ya.

Baca juga : Mengkonsumsi buah di bulan puasa ? berikut 4 manfaatnya

Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi (termasuk suplemen)

Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat membuat Anda buang air kecil terus sehingga cairan selalu keluar dari tubuh Anda. Jadi, bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan atau suatu suplemen vitamin pastikan obat tersebut tak memberikan efek samping dehidrasi dan membuat tubuh kekurangan cairan. Sebaiknya diskusikan hal ini pada dokter Anda.

Prioritaskan perbanyak air putih

Hindari mengonsumsi minuman yang berkafein atau memiliki kandungan gula tinggi – apalagi saat sahur. Hal tersebut hanya akan membuat tubuh Anda kehausan dalam beberapa jam saja. Jadi, sumber cairan yang terbaik adalah air putih, selain mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh, air putih tak kan membuat Anda berisiko mengalami berbagai penyakit kronis di kemudian hari

4 Cara Mengatasi Gula Darah Rendah Saat Puasa

4 Cara Mengatasi Gula Darah Rendah Saat Puasa

Menghindari Pemanis Buatan

Pemanis buatan tak mengandung kalori serta tidak bisa memberikan andil pada tingkat gula dalam darah. kita dapat menggantikannya dengan gula atau alami dalam jumlah yang rendah.

 

Konsumsi makanan yang kaya magnesium

mengkonsumsi saupan yang kaya akan kandungan magnesium seperti kacang-kacangan, bayam, ikan dan alpukat, dsb dapat membantu mencegah hipoglikemia dan menjaga tingkat gula darah normal. Hal tersebut merupakan salah satu cara alami yang cukup berfungsi untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah. 

 

Batasi Konsumsi karbohidrat

Untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah, boleh-boleh saja anda konsumsi makanan yang memiliki banyak kandungab karbohidrat, akan tetapu jumlahnya haruslah dibatasi. Misalnya, pasta, nasi merah, ubi, dan biji-bijian utuh

Baca juga : Cara Merubah Pola Hidup Menjadi Lebih Sehat Memanfaatkan Puasa Ramadhan

Olahraga ringan menjelang berbuka

Lakukanlah olahraga seperti yang biasa Anda lakukan. Akan tetapi, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda.

Sangat disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya. Sebaiknya anda melakukan olahrga 30-60 menit menjelang berbuka, karena dekat dengan waktu makan. Jangan Olahraga yang berlebihan dan dalam waktu yang lama, karena justru hal itu dapat memicu rendahnya kadar gula darah

7 Cara mengatasi bibir kering saat puasa

7 Cara mengatasi bibir kering saat puasa

Tidak dipungkiri lagi bibir kering ketika berpuasa seringkali terjadi pada seseorang yang sedang menjalankan kegiatan puasa. Berikut cara mengatasinya:

 

Cukupkan minum air putih pada saat sahur

Ketika bibir kering saat puasa itu tandanya tubuh anda terindikasi kekuarangan cairan. Sebaiknya anda cukupkan meminum air putih saat sahur sebanyak 4-8 gelas perhari

Menghindari minuman yang mengandung Kafein saat berbuka dan sahur

Kelembaban kulit dapat berkurang ketika kita terlalu sering mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, tak terkecuali bibir yang berinteraksi langsung dengan minuman tersebut dalam proses mengkonsumsinya yang dimana minuman itu kita tenggak melalui bibir terlebih dahulu sebelum sampai ke lambung

Menggunakan Lip Balm

Untuk mencegah bibir pecah dan kering saat berpuasa, Lip balm adalah pilihan yang cukup praktis untuk membuat bibir anda tetap lembab.

Mengurangi makanan asin dan pedas saat sahur

Kabar buruk untuk anda penyuka makanan asin dan pedas bahwa makanan tersebut juga dapat membuat bibir anda kering saat puasa. Namun kabar baiknya jika anda hindari, potensi bibir anda kering saat puasa akan lebih terminimalisir.

Menghilangkan sel kulit mati di bagian bibir

Bibir yang kering dan pecah-pecah sebenarnya adalah hasil dari sel kulit mati pada bibir yang mengelupas.

Manfaatkan madu murni

Untuk menghindari bibir pecah-pecah dan kering, sebaiknya anda manfaatkan madu murni untuk dikonsumsi.

Manfaatkan lidah buaya

Untuk menghindari bibir kering dan pecah-pecah, sudah menjadi rahasia umum bahwa lidah buaya juga dapat melembabkan kulit tak terkecuali di bagian bibir

3 Cara menghindari pusing saat puasa

3 Cara menghindari pusing saat puasa

Pusing atau sakit kepala seringkali timbul ketika kita melaksanakan ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Bisa jadi hal itu terjadi tubuh merasa ‘kaget’ karena adanya perubahan kebiasaan pada saat sehari-hari ketika bulan-bulan biasa berubah pada saat bulan ramadhan.

Berikut cara menghindari dan mengatasi Pusing saat berpuasa.

 

Kurangi merokok dan minum-minuman mengandung kafein

 

Pusing saat puasa bisa diakibatkan karena kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman mengandung kafein seperti kopi yang dimana kebiasaan tersebut menjadikan tubuh terbiasa menggunakan stimulant dan efek sugestif yang menyebabkan tubuh jadi merasa tidak enak apabila tidak melakukan kebiasaan tersebut.

Mengatur pola tidur saat bulan puasa

 

Pola tidur bagi kita yang menjalankan puasa saat bulan ramadhan biasanya berubah karena ada jam makan sahur yang mengharuskan kita tetap terjaga dipagi buta sebelum waktu imsak untuk kita bisa menyantap makanan sebagai sarapan, sedangkan dipagi harinya kita harus beraktivitas seperti hari-hari biasanya. 

Jika kita kurang tidur biasanya saat siang hari kita akan merasakan kantuk yang luar biasa dan mau tidak mau harus menahan rasa kantuk tersebut karena masih ada aktivitas yang wajin dikerjakan seperti pekerjaan yang harus selesai, dsb. Saat menahan rasa kantuk itulah sakit kepala atau pusing bisa sangat potensial dirasakan.

Sebaiknya atur kembali pola tidur selama bulan puasa sebanyak 7 jam perhari, misalnya kita bisa tidur setelah selesai shalat tarawih.

 

Saat sahur dan berbuka konsumsi makanan yang kaya serat dan kaya gizi secukupnya

 

Seringkali yang menyebabkan kepala pusing saat bulan Ramadhan adalah kurangnya pasokan gula dari makanan, sedangkan aktivitas sehari-hari seringkali menuntut kita untuk mengeluarkan tenaga dan pikiran yang bisa maksimal apabila asupan makanan yang kita konsumsi pada saat sahur mencukupi. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran secukuonya pada saat berbuka dan sahur sangat direkomendasikan agar kebutuhan serat dan gizi untuk asupan tubuh terpenuhi serta menghindari pusing karena kandungan gula alami pada buah-buahan yang cukup untuk digunakan beraktivitas sehari-hari.