5 Makanan Yang Dianjurkan Saat Sahur

5 Makanan Yang Dianjurkan Saat Sahur

Biji-bijian

Biji-bijian kaya akan serat yang membantu sistem pencernaan dan membersihkan saluran pencernaan. Makan biji-bijian saat sahur juga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Protein dalam biji-bijian juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh Anda. Protein juga memperkuat kekebalan tubuh, jadi tubuh tidak akan gampang sakit selama puasa.

Konsumsi biji-bijian yang cukup saat sahur juga membuat tubuh berenergi karena kandungan vitamin B juga meningkatkan metabolisme tubuh. Biji-bijian yang dapat dikonsumsi saat sahur misalnya, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, buncis, dan kacang polong.

Kurma

Meski kurma sering direkomendasikan untuk menu saat berbuka, ternyata ia juga baik untuk sahur. Kurma mengandung tiga jenis zat gula yakni glukosa, sukrosa, dan fruktosa. Glukosa berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah dan fruktosa serta sukrosa berfungsi untuk menjaganya agar tetap stabil.

Selain itu, kurma juga kaya akan serat. Sebaiknya, Anda menyelipkan paling tidak dua butir kurma untuk sahur maupun berbuka.

Sayur dan Buah

Pilihan menu sahur yang baik haruslah memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Selain itu, kebutuhan cairan dan elektrolit harus dipenuhi. Sayur dan buah jadi menu yang wajib ada saat sahur. Sayur dan buah kaya akan serat, vitamin, kalsium dan mineral yang diperlukan tubuh. Pilih sayuran dengan kadar air tinggi. Misalnya, sayur diolah menjadi sop. Buah pun demikian. Pilih buah dengan kadar air tinggi misalnya melon dan semangka. Namun perlu diingat, jangan konsumsi buah dengan rasa terlalu asam, apalagi perut masih dalam keadaan kosong.

Beras Merah

Setelah sahur, tubuh tidak mendapat asupan nutrisi apapun selama kurang lebih 14 jam. Perut akan terisi saat berbuka. Sehingga penting untuk menyantap makanan yang lambat dicerna tubuh atau makanan yang mampu membuat perut terasa kenyang sepanjang hari. Sebaiknya, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, salah satunya beras merah. Orang Indonesia cenderung memilih beras putih sebagai sumber karbohidrat utama, tapi selama bulan puasa, ada baiknya mengombinasi konsumsi beras putih dengan beras merah.

Beras merah mengandung karbohidrat kompleks, yakni karbohidrat dengan struktur kimia yang rumit. Proses pemecahan dan penyerapannya perlu waktu lebih lama daripada karbohidrat sederhana. Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, pengolahan karbohidrat menjadi sumber energi memakan waktu lama. Hal ini membuat tubuh bisa tahan berjam-jam tanpa asupan.

Daging

Tak ada salahnya menambahkan daging dalam menu sahur. Daging membantu memenuhi kebutuhan protein tubuh. Protein digunakan dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi. Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi daging saat sahur. Saat berpuasa, asupan cairan dalam tubuh akan berkurang sehingga oksigen dalam mulut berkurang. Protein dari daging berubah menjadi asam amino. Bakteri dalam mulut akan memecah asam amino dan menyebabkan mulut berbau tidak sedap.

Penyebab & Cara Menghindari Tubuh Bertambah Gemuk Saat Puasa

Penyebab & Cara Menghindari Tubuh Bertambah Gemuk Saat Puasa

Berpuasa di bulan suci Ramadhan memang bukan rahasia umum lagi apabila sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tetapi disaat yang sama, puasa sebulan penuh lamanya ternyata dapat membuat membuat berat badan bertambah.  Apabila ditanya ‘mengapa bisa seperti itu padahal kondisi tubuh pada siang dan pagi hari kita tidak makan.

Ternyata jawaban mengapa tubuh dapat bertambah gemuk saat puasa adalah karena pola makan yang dilaksanakan saat puasa seringkali dilaksanakan dengan keliru. Rentang waktu makan yang dimiliki saat puasa sangatlah sempit. Kebanyakan yang bertambah gemuk adalah mereka yang mengira harus makan dengan sangat banyak di rentang waktu yang sempit tersebut, Hal tersebut akan menjadi percuma apabila sama sekali tidak menambah energi yang dikeluarkan.

Waktu makan yang ideal di bulan puasa dimulai ketika sahur,  dimana diwajibkan memilih makanan yang kaya energi dengan protein rendah lemak namun usahakan tidak digoreng agar tubuh tidak mudah lelah dan tidak membebani proses pencernaan. Apabila makan sahur dengan daging sapi, tubuh akan lelah dengan proses pencernaannya sehingga tubuh menjadi mudah merasa lemas,

Saat waktu berbuka puasa, sangat disarankan memilih makanan dan minuman yang bisa meningkatkan glukosa di dalam darah sehingga dapat menjadi stabil. Yakni, dengan memilih menu makanan yang mengandung fruktosa, suktrosa dan glukosa. Makanan yang mengadung ketiganya adalah pisang, semangka, pepaya dan kurma.

Setelah melaksanakan kegiatan ibadah di waktu setelah berbuka, sebaiknya makan malam dengan makanan sayuran, pokok, buah, dan lauk-pauk lalu dilanjut dengan makanan yang berupa protein dan sayur tanpa adanya karbohidrat.

Sebaiknya hindari makanan yang digoreng dengan banyak minyak. Sebaiknya pilihlah makanan yang ditumis

4 Asupan Yang Harus Dihindari Saat Sahur

4 Asupan Yang Harus Dihindari Saat Sahur

Makanan yang terlalu manis

Makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi adalah makanan yang mengandung gula. Sebenarnya tidak menjadi masalah apabila kita mengonsumsi jenis-jenis makanan seperti ini. Tetapi sebaiknya sebisa mungkin hindari makanan yang terlalu manis atau mengandung gula secara berlebih. Mengkonsumsi makanan yang terlalu manis saat sahur hanya akan membuat Anda cepat haus dan perut terasa kembung.

Kafein

Kebiasaan meminum kopi saat pagi mungkin sebaiknya dijeda selama masa puasa. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein saat sahur membuat tubuh dehidrasi dan lesu. Sebaiknya, hindari minum kopi atau minuman bersoda saat sahur.

Gorengan

Gorengan menjadi makanan yang cepat dan praktis untuk dibuat. Namun sebaiknya hindari gorengan untuk menu sahur. Proses pencernaan gorengan perlu waktu dan energi yang besar, sehingga belum sampai berbuka tubuh akan terasa lemas. Selain itu, gorengan membuat Anda merasa haus dan perut kembung.

Makanan yang terlalu asin dan terlalu pedas

Mengonsumsi makanan yang terlalu asin dan pedas saat sahur membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan kadar sodium. Hal ini membuat Anda merasa lebih haus sepanjang hari.

3 Cara Mengatasi Kepala Terasa Berat Dan Leher Terasa Kaku Saat Bangun Tidur

3 Cara Mengatasi Kepala Terasa Berat Dan Leher Terasa Kaku Saat Bangun Tidur

Ada banyak sebab kenapa kepala terasa berat dan leher terasa kaku saat bangun dari tidur. Dari mulai begitu banyak beban pikiran, lelah, posisi tidur yang salah, kolestrol tinggi bahkan rasa lapar yang tinggi juga bisa menyebabkan hal ini.

Tidak sedikit orang yang setiap bangun tidurnya merasakan kepalanya berat dan lehernya kaku, bahkan ada yang setiap hari saat bangun tidur merasakan nya.

Karena tidak sedikit orang yang membutuhkan solusi untuk segera menghilangkan rasa beratnya kepala dan kaku nya leher saat bangun tidur, kali ini IT’s Buah akan membahas 3 Cara mengatasi kepala terasa berat dan leher terasa kaku saat bangun tidur. Berikut caranya:


Mengompres bagian dahi juga leher



Cara awal yang bisa dilakukan adalah dengan mengompres bagian dahi juga leher. Anda dapat mengompres dahi dan leher menggunakan air dingin maupun air yang hangat. Caranya cukup mudah:

 

  • Siapkan terlebih dahulu kain yang lembut
  • Siapkan air dingin maupun air hangat
  • Rendam kain tersebut di dalam air kemudian peras
  • Gunakan kain yang telah direndam tersebut untuk mengompres dahi serta leher
  • Lakukan selama beberapa menit agar rasa kaku di leher dapat berkurang

 

Melakukan Relaksasi



Cara ini dapat menjadi langkah selanjutnya walaupun masih dalam jangka pendek. Terdapat beragam teknik yang dapat dilakukan agar tubuh menjadi relax dan otot-otot tidak kaku.

Teknik relaksasi tersebut diantaranya adalah meditasi, pijat, bahkan yoga. Cara ini sangat bermanfaat untuk yang kepalanya terasa berat bahkan leher terasa kaku. bahkan tidak hanya hal itu saja yang berkurang, kita juga akan mendapatkan kenyamanan pada tubuh karena otot-otot akan terasa dimanjakan.


Detoks



Jika anda merasakan kepala terasa berat dan leher terasa kaku begitu sering siklusnya, bahkan tidak hanya saat bangun tidur melainkan juga dengan secara tiba-tiba. Bisa jadi disebabkan karena racun (toksin) di dalam tubuh anda sudah menumpuk dan harus dikeluarkan dengan cara detoksifikasi.


Detoks diketahui sebagai cara alami paling ampuh untuk mengembalikan fungsi tubuh secara normal dengan mengeluarkan racun-racun (toksin) yang mengendap di organ dalam tubuh lewat saluran pencernaan.

Ada banyaj cara serta metode untuk melakulan detoks. Namun yang paling efektif untuk membuang toksin itu adalah dengan cara berpuasa.

Apabila anda melakukan puasa untuk detoks, bukan berarti anda bisa memakan serta meminum apapun ketika waktunya makan telah tiba. oleh sebab itulah detoks menjadi hal yang terkesan ribet dan cukup eksklusif untuk dimengerti cara serta penerapannya, hingga sedikit yang mau melakukannya

Oleh sebab ke-eksklusifan detoksifikasi, sekarang ini bermunculan cara-cara sederhana untuk mendetoksifikasi tubuh. Salah satu metode paling nyaman dan bisa dinikmati adalah dengan mengkonsumsi Cold Pressed Juice di waktu makan saat proses detoksifikasi tubuh, yang dimana cold presses juice itu berbeda dengan jus-jus yang biasa kita temui di pinggir jalan atau bahkan restaurant dari cara pengolahan, penyajian, hingga kandungan yang di dalamnya.

Ketika tubuh sudah mengalami detoksifikasi, racun-racun telah terbuang, maka seakan tubuh kembali normal dan perasaan seperti sering merasa lelah, kepala terasa berat bahkan leher terasa kaku akan otomatis hilang setelah detoks.

 

3 Minuman Yang Dikira Sehat, Padahal Bisa Sangat Berbahaya

3 Minuman Yang Dikira Sehat, Padahal Bisa Sangat Berbahaya

Seringkali 3 minuman ini dianggap sangat menyehatkan, Padahal dalam keadaan tertentu minuman-minuman ini bisa berbanding terbalik dengan apa yang biasa orang-orang persepsikan. Berikut 3 minuman yang dikira sehat, padahal bisa sangat berbahaya:


Air putih

 



Sering sekali kita mendengar saran bahwa “jika ingin sehat, banyak-banyaklah meminum air putih”. Saran tersebut bukan hanya terdengar dari ucapan orang awam, bahkan para dokter pun tidak menepisnya.

Tahukah anda ? bahwa terlalu banyak meminum air putih dapat membuat tubuh keracunan air ?

Keracunan air atau biasa disebut dengan nama hiper hidrasi ini adalah suatu gangguan fatal yang terjadi pada fungsi otak yang menjadi akibat dari adanya ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh hingga batas tak aman yang ditimbulkan oleh adanya hidrasi yang berlebih.

Kelebihan air juga bisa membuat sel-sel otak menjadi bengkak hingga berpotensi memicu kejang atau koma.

Institute of Medicine merekomendasikan agar kita minum setidaknya 13 gelas air sehari untuk pria dan 9 gelas per hari untuk wanita. Mengkonsumsi air putih juga ada dosis nya


Vitamin water


Terdengar menyehatkan dengan menyandingkan kata “Vitamin” dan “Water” bersebelahan bukan berarti menyehatkan. Ketika kita meminumnya, bukan hanya vitamin yang kita masuk ke dalam tubuh, namun juga 33 gram kadar gula siap menjadi asupan ketika kita meminum Vitamin Water. 33 gram sedikit ? Jumlah ini melebihi kadar gula yang terkandung dalam sekaleng minuman bersoda.


Jus Buah


Jus Buah sering kita anggap sebagai minuman yang sehat sepenuhnya, seolah kita lupa dengan kandungan gula yang ada di dalam jus buah yang dapat kita nikmati karena rasa manis dan aroma buah yang sedap dirasakan tenggorokan.

Mungkin kita berfikir bahwa membuat jus sendiri di rumah akan lebih sehat dibanding membelinya di pinggir jalan atau bahkan supermarket. Sayangnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar! Pisau berbahan logam yang berputar cepat pada blender menghasilkan panas yang merusak enzim buah. selainnya karena buah dikoyak dengan pisau, buah menjadi lebih banyak terkena udara yang mengakibatkan proses oksidisasi terjadi lebih cepat dan mengurangi gizi buah, kandungan serat menjadi tidak begitu efektif dan ikut menghancurkan kandungan gula sebelum diolah menjadi energi oleh tubuh. Namun bagi anda pecinta jus buah tidak perlu khawatir, anda bisa mengganti Jus Buah biasa dengan Cold Pressed Juice, yakni jus buah tanpa tambahan air dan tanpa tambahan gula