Daun Mint : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

Beri tahu teman-teman Anda

Daun mint merupakan salah satu tanaman herbal yang sudha ribuan tahun dimanfaatkan manusia, karena dikenal akan manfaatnya. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat dan kandungan daun mint mampu memberikan manfaat optimal bagi tubuh. Simak selengkapnya dibawah ini yuk!

Daun-Mint.

Halo, Sahabat Sehat!

Daun mint merupakan tanaman herbal yang sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu. Kandungan minyak esensial yang terkandung di dalamnya menyebabkan daun mint mempunyai aroma dan rasa yang khas. Selain itu, daun mint juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan.

Umumnya daun mint digunakan sebagai tanaman obat, aromaterapi, bumbu masakan, tambahan minuman, campuran untuk produk sehari-hari dan lain sebagainya. Daun mint dapat dikonsumsi secara langsung, dijadikan teh atau diproses lebih lanjut dengan proses distilasi hingga menghasilkan minyak dan ekstrak daun mint.

Artikel ini membahas tentang jenis-jenis daun mint, manfaat, kandungan nutrisi, dan resep untuk mengolah daunt mint.

Baca Juga : Sayur Sawi : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

Jenis-Jenis Daun Mint di Indonesia

Jenis-jenis daun mint yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Mentha piperita, Mentha arvensis, Mentha spicata, Mentha crispa, Mentha canadensis dan Mentha viridis. Dari 6 jenis daun mint tersebut, yang paling populer adalah Mentha piperita, Mentha arvensis, dan Mentha spicata. Mentha arvensis var. Javanica adalah varietas asli Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku. Sayangnya, tanaman ini kurang memiliki nilai komersial karena kandungan mentholnya terlalu rendah. 

Baca Juga : Buah Nanas : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

Manfaat Daun Mint

 daun-mint

Berikut adalah 3 manfaat daun mint untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui:

#1. Melegakan saluran pernapasan

Kandungan minyak esensial atau menthol dalam daun mint bertindak sebagai dekongestan yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal SainHealth, setelah menambahkan minyak peppermint melalui nebulizer, pasien batuk asma mengalami penurunan frekuensi batuk dan lebih mudah mengeluarkan dahak sehingga mengurangi lamanya waktu perawatan pasien rumah sakit.

#2. Meringankan gejala IBS (Irritable Bowel Syndrome)

IBS atau Irritable Bowel Syndrome adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh iritasi pada saluran pencernaan. Gejala IBS meliputi kram perut yang berulang, kembung, diare, bahkan sembelit. IBS merupakan penyakit kronis yang bersifat kambuhan. IBS dapat dipicu oleh stres, menstruasi, atau konsumsi makanan dan minuman tertentu.

Kandungan menthol pada minyak peppermint dapat memberikan efek relaksasi pada otot saluran pencernaan. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi minyak peppermint dalam bentuk kapsul selama 4 minggu dapat meringankan gejala yang dialami oleh pasien IBS.

#3. Menyamarkan bau mulut

Halitosis atau bau mulut yang tidak sedap dapat membuat Anda dijauhi oleh orang lain. Namun Anda tidak perlu khawatir karena bau mulut dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan daun mint.

Untuk menyamarkan bau mulut, Anda bisa mengunyah daun mint segar, mengonsumsi teh daun mint atau menggunakan obat kumur yang mengandung mint. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Shaded University, penggunaan obat kumur yang mengandung mint secara rutin dapat menghilangkan bau mulut secara signifikan.

Baca Juga : Buah Naga : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

Kandungan Nutrisi Daun Mint

daun-mint

Berikut adalah kandungan nutrisi yang terdapat per 100 gram daun mint (peppermint):

  • Kalori: 70 kcal
  • Protein: 3,75 gram
  • Karbohidrat: 114,9 gram
  • Lemak: 0,94 gram
  • Serat: 8 gram
  • Kalsium (Ca): 243 mg
  • Zat Besi (Fe): 5,08 mg
  • Magnesium (Mg): 80 mg
  • Fosfor (P): 73 mg
  • Kalium (K): 569 mg
  • Natrium (Na): 31 mg
  • Vitamin C: 31,8 mg
  • Vitamin B6: 0,129 mg
  • Vitamin A: 212 µg
  • Methionine: 0.053 gram

Baca Juga : Buah Apel : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

Fakta Menarik Seputar Daun Mint

  • Nama tanaman mint berasal dari tokoh mitologi yunani, yaitu Minthe, seorang bidadari yang berubah menjadi tanaman harum.
  • Daun mint telah ditemukan dalam makanan-makanan mesir dari sebelum 1000 SM.
  • Sejak 1550 SM, masyarakat mesir kuno sudah menggunakan tanaman mint sebagai obat untuk berbagai penyakit, terutama untuk mengobati masalah pencernaan.
  • Duta kerajaan romawi kuno punya kebiasaan menyimpan daun mint di dalam saku, mereka percaya bahwa daun mint dapat meningkatkan kecerdasan dan membantu menghilangkan amarah.
  • Daun mint sudah digunakan sebagai pasta gigi dan pemutih gigi sejak abad ke-14

Resep Daun Mint untuk Kesehatan

daun-mint

Berikut adalah resep ramuan obat tradisional daun mint yang dikutip dari Keputusan Menteri Kesehatan  Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia:

#1. Ramuan daun mint untuk sakit tenggorokan

Bahan yang digunakan: daun peppermint (Mentha piperita)

Larangan: tidak dianjurkan untuk wanita hamil, bayi, anak-anak, penderita jantung, batu empedu, dan alergi.

Cara pengolahan:

  • Masukkan 3 gram daun mint dan 2 gelas air ke dalam panci
  • Rebus sampai air menyusut hingga setengahnya. 
  • Dinginkan air rebusan kemudian saring
  • Minum air rebusan sebanyak 3 kali sehari

#2. Ramuan daun mint untuk gigitan serangga

Bahan yang digunakan: daun peppermint (Mentha piperita)

Larangan: tidak boleh diberikan di daerah muka terutama pada anak dibawah usia 8 tahun

Cara pengolahan:

  • Tumbuk satu genggam (80 gram) daun mint segar
  • Tutup bagian yang sakit dengan tumbukan daun mint, kemudian balut dengan perban

Kesimpulan

Manusia sudah memanfaatkan daun mint sebagai obat tradisional sejak ribuan tahun yang lalu. Daun mint dapat dikonsumsi secara langsung, dijadikan teh atau diproses lebih lanjut dengan proses distilasi hingga menghasilkan minyak dan ekstrak daun mint. Kandungan vitamin yang terdapat di dalam daun mint adalah vitamin A, vitamin B-6 dan vitamin C. Daun mint dapat digunakan untuk melegakan saluran pernapasan, mengurangi rasa gatal akibat digigit serangga, mengurangi gejala IBS, hingga menyamarkan bau mulut. 

Baca Juga : Sayur Bayam : Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *