Detoksifikasi Juga Punya Efek Samping. Berikut Cara Untuk Mengatasi Reaksi Detoksifikasi!

Detoksifikasi Juga Punya Efek Samping. Berikut Cara Untuk Mengatasi Reaksi Detoksifikasi!

Beri tahu teman-teman Anda

Proses detoksifikasi tubuh itu mudah, lho!
Anda bahkan bisa melakukannya sendiri secara mandiri.

 

Pijat Mandiri

Kita dapat memijat bagian-bagian perut, lipatan paha, lutut, ketiak, leher. Fungsi dari pijatan di bagian tersebut adalah untuk memaksimalkan kerja kelenjar getah bening. Seperti yang kita ketahui bahwa kelenjar getah bening berguna untuk menyaring zat asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga akan membuat sel pertahanan tubuh meningkat.

Teh Hijau

Mengonsumsi teh hijau secara teratur 2-3 gelas dalam sehari baik untuk mengeluarkan toksin yang bersarang di kulit. Manfaat teh hijau dapat digunakan sebagai anti inflamasi dan penangkal radikal bebas.

Scrub Tubuh

Untuk membuang sel kulit mati, buang toksin, dan memperlancar peredaran darah, bisa pakai produk yang terdapat kandungan scrub (pilih kualitas baik) atau kopi.

Baca juga : Macam-Macam Metode Detoksifikasi Yang Tepat

Facial

Lakukan facial sendiri menggunakan air hangat plus minyak rasa citrus. Basahi handuk dan tempel di muka, pori-pori akan terbuka. Manfaat facial wajah berguna untuk membersihkan kotoran kulit wajah.

Olahraga

Manfaat olahraga kecil seperti jogging dapat membantu mengurangi toksin yang terdapat dalam tubuh. Saat tarik napas, oksigen akan masuk ke tubuh, ketika menghembuskan napas racun pun ikut keluar.

Badan lemas, mengantuk, kepala pusing, mual, diare, sering buang air kecil, urin meningkat, keringat bertambah, muntah hingga nanah dan rasa gatal di kulit adalah reaksi-reaksi yang akan Anda alami saat melakukan proses detoksifikasi.

 

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Reaksi Detoksifikasi?

Reaksi detoksifikasi dapat diatasi dengan mengkonsumsi banyak air putih selama proses detoks yaitu hingga 3 liter sehari. Jangan mengonsumsi obat kimia agar proses pengeluaran racun dari dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik dan maksimal. Efek dari proses detoksifikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lainnya akan berbeda, ini disebabkan oleh :

  1. Ada penyakit lain yang diderita
  2. Ketahanan tubuh dari masing-masing orang
  3. Stadium/tingkatan penyakit yang berbeda-beda

Saat memakai obat kimia pasti juga akan diberi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Penggunaan dalam jangka panjang (lama) bisa membahayakan tubuh. Obat herbal tidak mengandung zat kimia sehingga aman untuk dikonsumsi.

Obat kimia yang dikonsumsi membuat proses detoksifikasi tidak bekerja optimal. Berbeda dengan konsumsi obat herbal yang tidak ada efek sampingnya terhadap proses detoks.

Satu hal yang juga perlu diperhatikan, persiapan diri yang matang untuk menghadapi proses detoksifikasi. Karena proses ini terkadang membuat sakit dan kurang nyaman.

Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat