Jenis-Jenis Healthcheck Yang Sebaiknya Anda Lakukan dan Parameternya

Jenis-Jenis Healthcheck Yang Sebaiknya Anda Lakukan dan Parameternya

Beri tahu teman-teman Anda

Mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Ungkapan lama yang boleh jadi siapapun paham maknanya. Sama seperti mempersiapkan segala sesuatu selalu lebih baik dibanding terlambat. Begitu juga soal kesehatan. Memastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik-baik lebih dianjurkan ketimbang mengobati setelah didiagnosa sakit.

Pun mengobati juga lebih mahal harganya. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan. Selain menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat sembari berolahraga, memeriksa kondisi kesehatan secara berkala atau healthcheck juga penting untuk dilakukan.

Jalani hidup sehat dengan konsumsi buah-buahan. Cari tau disini..

Apa Itu Healthcheck?

Healthcheck adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau memastikan bahwa tubuh dalam kondisi sehat. Cara ini juga bisa digunakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang bisa saja berkembang menjadi penyakit. Dengan healthcheck penanganan bisa segera diberikan jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya suatu kondisi khusus atau gangguan yang atau terkait kondisi fisik seseorang.

Pemeriksaan kesehatan secara umum direkomendasikan untuk siapa saja. Terlebih bagi mereka yang yang memiliki indikasi masalah kesehatan tertentu. Kemudian healthcheck dilakukan sesuai dengan kebutuhan seseorang.

Misalnya melakukan pemeriksaan kesehatan untuk para karyawan dengan tujuan memastikan bahwa karyawan perusahaan dalam kondisi yang baik. Pemeriksaan yang bisa dilakukan bisa saja terdiri dari pemeriksaan penderita penyakit kronis seperti hipertensi ataupun diabetes yang belum terkontrol.

Pemeriksaan juga bisa diberikan sebelum melakukan tindakan operasi, pemeriksaan lansia tyerutama bagi yang memiliki banyak keluhan fisik, atau jenis pemeriksaan lainya sebagai syarat khusus asuransi atau uji saring untuk jenjang pendidikan ataupun pekerjaan.

Persiapan Sebelum Healthcheck

Sebelum kita melakukan healthcheck, ada serangkaian persiapan yang sebaiknya kita lakukan. Persiapan-persiapan ini kita lakukan agar hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hasil yang akurat. Jangan sampai hasilnya terpengaruh oleh serangkaian tindakan yang kita lakukan sehingga tidak akurat.

  • Cobalah untuk memperhatikan dan mengingat-ingat segala keluhan yang tubuh anda rasakan. Apakah anda pernah mengalami hal-hal yang semestinya atau tidak semestinya terjadi pada tubuh anda. Contoh hal-hal yang harus anda perhatikan misalnya adanya atau tidaknya perubahan siklus haid anda, ada atau tidaknya perubahan bentuk tubuh, adanya benjolan, perubahan kulit atau lainya. Anda bisa juga mencatatnya lalu menyampaikanya kepada dokter sebelum anda melakukan cek kesehatan.
  • Jangan abaikan atau remehkan keadaan-keadaan yang sepertinya sederhana tetapi berpengaruh pada kesehatan anda. Misalnya keadaan pusing, mudah cepat lelah, atau terjadi perubahan pola makan. Sangat dimungkinkan hal ini terjadi karena adanya gangguan pada kesehatan tubuh anda. Lebih baik catat dan sampaikan kepada dokter saja.

  • Keadaan-keadaan lain seperti mengalami sulit tidur, depresi, kegelisahan ataupun trauma juga tak perlu ragu untuk anda sampaikan kepada dokter saat melakukan check up.
  • Jangan lupa untuk mengingat ingat segala riwayat kesehatan anda dan keluarga. Pastikan apakah keluarga memiliki masalah penyakit kronis seperti halnya stroke, diabetes, penyakit jantung, atau kanker. Sampaikan saja kepada dokter, jangan ragu. Bagaimanapun hal itu perlu dilakukan agar dokter bisa mengambil tindakan selanjutnya pada resiko yang mungkin anda derita.
  • Periksan kembali semua jadwal kesehatan yang anda miliki. Mungkin sekarang adalah waktunya anda untuk melakukan pemeriksaan kembali. Periksa pap smear, skrining penyakit lain, mammogram atau vaksinasi.
  • Periksa kembali obat yang sedang ataupun pernah anda konsumsi untuk menyembuhkan suatu penyakit. Bersiaplah untuk menyampaikanya kepada dokter saat pemeriksaan healthcheck dokter sudah memiliki data lengkap.
  • Kalau memungkinkan, cobalah untuk mencari tahu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan saat healthcheck. Sebab ada beberapa pemeriksaan yang mungkin memerlukan Anda untuk terlebih dahulu berpuasa selama 8 sampai dengan 12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan, misalnya saja pemeriksaan gula darah dan kolesterol.
  • Semua masalah atau keluhan atau gangguan yang mungkin anda rasakan dalam tubuh anda, silakan untuk mecatatnya agar anda tidak lupa menyampaikanya kepada dokter.
  • Apa yang mungkin anda akan tanyakan kepada dokter, juga jangan lupa untuk mencatatnya, hal ini demi menghindari kelupaan yang sangat mungkin terjadi saat anda bertemu dengan dokter.

9 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sampai Tua

Nah itulah sejumlah persiapan yang sebaiknya anda lakukan dan perhatikan sebelum anda melakukan healthcheck. Hal ini dilakukan agar proses pemeriksaan kesehatan bisa anda lakukan dengan baik dan lancar.

Jenis-Jenis Healthcheck dan Parameternya

Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa healthcheck merupakan rangkaian uji kesehatan yang bisa kita lakukan secara berkala demi memastikan atau mengetahui kondisi kesehatan yang kita miliki secara menyeluruh. Nah jenis jenis healthcheck itu ada banyak sekali, tergantung kebutuhan kesehatan yang ingin kita ketahui. Berikut beberapa jenis healthcheck beserta parameternya:

Pemeriksaan umum

Ada pemeriksaan umum yang sebaiknya dilakukan oleh setiap orang baik pria dan wanita. Pemeriksaan itu terdiri dari tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan pemeriksaan standar lain.

  1. Tekanan Darah Normalnya 120/80

Untuk orang dewasa, tekanan darah dikatakan normal adalah bila berada dikisaran antara 120/80. Dari pemeriksaan tekanan darah dapat kita ketahui apakah tekanan darah kita normal, tinggi (hipertensi), atau malah justru rendah (hipotensi).

Lebih lengkapnya parameter healthcheck tekanan darah seseorang normal atau tidak didasarkan pada nilai dari tekanan sistolik dan diastoliknya, yaitu:

  • Anda dikatakan memiliki tekanan darah normal, jika sistolik tekanan darah anda kurang dari 120 mmHg dan diastolik tekanan darah anda kurang dari 80 mmHg.
  • Prehipertensi, jika sistolik tekanan darah anda 120-139 mmHg dan diastolik tekanan darah anda 80-89 mmHg.
  • Hipertensi stage 1, jika sistolik tekanan darah anda 140-159 mmHg dan diastolik tekanan darah anda 90-99 mmHg.
  • Hipertensi stage 2, jika sistolik tekanan darah anda lebih dari 160 mmHg dan diastolik tekanan darah anda lebih dari 100 mHg.

Penting bagi setiap individu untuk memeriksa tekanan darah secara teratur. Sebab dari tekanan darah, kita akan tahu kondisi kesehatan jantung kita. Hasil pemeriksaan tekanan darah normal memberi indikasi bahwa jantung kita mampu memberikan suplai darah yang baik, berisi oksigen dan makanan ke semua organ tubuh. Sebaliknya, bila hasil pemeriksaan tekanan darah yang kita lakukan menunjukkan hasil yang tidak normal, bisa jadi ini adalah sinyal kalau tubuh kita dalam keadaan yang kurang baik.

Meski secara umum pemeriksaan ini penting untuk dilakukan setiap orang, tetapi ada dalam beberapa kondisi dimana seseorang harus lebih sering melakukan pemeriksaan kesehatan untuk tekanan darahnya.

  • Memiliki riwayat penyakit hipertensi
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat masalah jantung atau ginjal
  • Memiliki faktor risiko darah tinggi karena keturunan
  • Sedang hamil

Yang pasti, siapapun bisa saja mengalami masalah tekanan darah tinggi. Bahkan pada mereka yang masih anak-anak. Untuk itu periksalah tekanan darah anda jika dalam 5 tahun terakhir anda belum melakukanya.

Lalu kapan waktu terbaik untuk pemeriksaan tekanan darah? Memang tidak ada jawaban pastinya, tetapi tekanan darah umumnya berada di titik terendah bangun tidur. Dan akan terus mengalami perubahan sepanjang hari. Perubahan ini adalah hasil kombinasi dari perubahan hormon, makan dan tingkat aktivitas.

Halnya saja banyak pendapat yang mengungkapkan kalau waktu terbaik anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tekanan darah tergantung tiga hal: pertama, alasan Anda melakukan pengecekan. Kedua, jadwal harian Anda dan terakhir karena kenyamanan.

Hidup sehat #mulaidaridetoks. Mulai disini!!

  1. Suhu Tubuh Normalnya 36,5-37,5° C

Berikutnya adalah healthcheck pada suhu tubuh anda. suhu tubuh normal manusia berada pada kisaran 36,5-37,5° C. Walau itu bukan ukuran pasti. Sebab ada yang lebih rendah dan banyak pula yang lebih tinggi. Tinggi rendahnya suhu normal seseorang sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan paparan suhu lingkungan sekitar.

Pemeriksaan suhu tubuh penting untuk dilakukan demi mengetahui gejala-gejala kemungkinan terserang penyakit serius. Dari serangkaian pemeriksaan suhu tubuh, anda bisa mengetahui suhu tubuh normal Anda sekaligus juga cara mengukurnya. Anda juga akan tahu berapa suhu tubuh abnormal yang sebaiknya anda antisipasi karena bisa saja mengancam jiwa.

Suhu tubuh berubah sepanjang hari. Aktivitas yang kita lakukan sehari-hari sangat memengaruhi berapa suhu tubuh kita. Umumnya suhu tubuh kita akan naik hingga 0,6 derajat Celcius sepanjang hari. Hal ini bisa anda temukan misalnya ketika Anda berolahraga di hari yang panas, kemungkinan besar tubuh anda dapat naik hingga 0,6 derajat Celcius.

30 Hari Untuk Hidup yang Lebih Sehat: Daftar Kesehatan Harian

Suhu tubuh manusia juga bisa berbeda-besa. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh lebih tinggi atau lebih rendah, keadaan seorang wanita yang sednag berovulasi atau pun saat siklus menstruasi. Yang pasti, suhu tubuh rendah atau pun tinggi bisa mengancam jiwa seseorang.

Suhu tubuh rendah atau yang disebut hipotermia ini bisa mengancam jiwa bila terlalu rendah. Hal ini karena suhu tubuh yang rendah bisa memperlambat sistem kerja saraf sehingga pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan fungsi organ jantung serta pernapasan dan akhirnya menyebabkan kematian.

Seseorang dikatakan mengalami suhu tubuh rendah atau hipotermia bila suhu tubuhnya berada pada kisaran di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi seperti ini terjadi akibat tubuh kehilangan panas yang lebih cepat bila dibanding dengan yang mampu dihasilkan oleh tubuh.

Hal ini bisa saja disebabkan oleh kondisi tubuh seseorang yang terlalu lama berada di tempat dingin atau tidak menggunakan pakaian hangat saat di tempat dingin. Bisa juga berada di dalam air yang sangat dingin dalam waktu yang lama.

Selain suhu tubuh rendah, seseorang bisa juga terkena masalah suhu tubuh tinggi atau yang dikenal dalam istilah medis dengan nama Hipertermia. Keadaan Hipertermia terjadi bila suhu tubuh seseorang berada pada titik lebih tinggi dari 40 derajat Celcius. Kira-kira tiga derajat lebih tinggi dibanding suhu normal tubuh seseorang. Hal ini terjadi lantaran tubuh seseorang tidak mampu mengatur suhu dalam tubunnya sehingga suhunya terus meningkat.

Perlu diketahui, demam itu berbeda dnegan hipertermia. Seseorang dikatakan terkena demam bila suhu tubuhnya berada di atas suhu normal atau 37,5 derajat celcius. Kondisi demam juga akan kembali ke titik suhu yang normal bila seseorang mengkonsumsi obat penurun panas seperti paracetamol atau aspirin. Deman itu kondisi yang sepenuhnya bisa dikendalikan oleh sistem pengaturan suhu tubuh. Sementara bila hipertermia adalah kondisi meningkatnya suhu tubuh tanpa bisa dikendalikan oleh tubuh karena berada di luar kendali sistem tersebut.

Suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa menyebabkan dehidrasi parah dan merusak organ-organ tubuh secara permanen bila terjadi secara berkelanjutan. Bahkan bisa merusakan organ otak. Tak salah bila hipertermia memerlukan penanganan medis secepatnya. Untuk orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4 derajat Celcius dan anak-anak 38 derajat Celcius sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Jalani hidup sehat dengan konsumsi buah-buahan. Cari tau disini..

  1. Pemeriksaan Jantung Normalnya 60-100 Kali Per Detik

Healthcheck berikutnya yang sebaiknya ada lakukan adalah pemeriksaan detak jantung anda. Parameter healthcheck detak jantung normal ada pada kisaran bernilai 60-100. Meskipun tetap ada manusia dengan detak jantung di bawah 60 dan tetap dalam keadaan normal. Cara pemeriksaan detak jantung dilakukan dengan menggunakan alat bernama stetoskop. Alat ini juga sekaligus digunakan untuk memeriksan kondisi paru-paru. Jadi pemeriksaan detak jantung dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan paru-paru.

Jumlah detak jantung seseorang bisa berbeda dari orang lain. Detak jantung yang rendah umumnya terjadi jika anda sedang beristirahat, dan akan meningkat bila anda melakukan olahraga. Meski normalnya detak jantung adalah 60-100 kali per menit. Tetapi bagi olahragawan, detak jantung normal mereka malah lebih rendah, bisa hanya sekitar 40 kali per menit.

Meski demikian, ada yang mengatakan kalau detak jantung yang terlalu rendah pada atlet tersebut harus diubah menjadi 50-70 kali per menit. Jika seseorang memiliki detak jantung ketika istirahat lebih dari 80 kali per menit, maka sangat dimungkinkan seseorang tersebut memiliki risiko terkena serangan jantung lebih tinggi dibanding yang detak jantungnya kurang dari 80 kali per menit.

9 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sampai Tua

Detak jantung yang cepat dapat disebabkan oleh beragam hal, misalnya aktivitas fisik; mengonsumsi obat-obatan, anemia; dan zat tertentu. Bisa juga disebabkan oleh kafein, obat flu, rokok, amfetamin, dan alkohol. Ada juga yang disebabkan oleh demam atau menderita kondisi tertentu, seperi hipertiroid; atau faktor psikologis semisal cemas dan stres.

Sedangkan untuk detak jantung yang rendah bisa disebabkan oleh penyakit jantung, mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit jantung, gangguan listrik jantung, tingkat kebugaran yang kurang baik, dan kelenjar tiroid yang dimiliki seseorang kurang aktif (hipotiroidisme).

Ada juga detak jantung yang lemah yang bisa disebabkan oleh pendarahan, dehidrasi berat, atau masalah pada jantung lainya semisal henti jantung atau gagal jantung. Yang pasti baik kondisi detak jantung yang terlalu tinggi, terlalu rendah atau malah lemah, semuanya adalah kondisi yang kurang baik.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi detak jantung seseorang. Hal ini juga menyebabkan detak jantung seseorang dikatakan normal atau tidak juga berbeda. Berikut beberapa hal tersebut:

  • Dalam kondisi normal detak jantung anak-anak jauh lebih tinggi bila dibanding dengan detak jantung orang dewasa. Sementara untuk detak jantung lansia umumnya cenderung lebih rendah dibanding orang dewasa dan lebih rendah lagi dibanding anak-anak.
  • Suhu udara. Suhu udara juga mempengaruhi detak jantung seseorang. Umumnya ketika suhu dan kelembapan udara tinggi, jantung bekerja dan memompa lebih banyak darah dibanding saat suhu normal. Akibatnya, detak jantung juga meningkat sekitar 5-10 kali per menit.
  • Posisi tubuh. Hal berikutnya yang mempengaruhi detak jantung adalah posisi tubuh. Detak ajntung seseorang akan mengalami perbedaan ketika seseorang sedang tiduran, berdiri atau duduk, sama saja. Meski perbedaan ini hanya terjadi dalam beberapa menit saja. Misalnya ketika sedang duduk/berbaring kemudian berdiri, maka detak jantung dapat naik sedikit selama 15-20 detik. Tetapi kemudiaan akan kembali normal kembali dalam beberapa menit.
  • Semua orang sudha tahu bahwa emosi seseorang bisa menyebabkan perubahan pada detak jantung. Semakin tinggi emosi seseorang, detak jantungnya akan semakin cepat. Misalnya ketika seseorang dalam kondisi sedang stres, cemas, terkejut atau sangat gembira, pasti detak jantungnya berbeda – beda.
  • Ukuran tubuh. Ukuran tubuh juga menjadi faktor pembeda detak jantung seseorang. Bagi mereka yang mengalami obesitas, kemungkinan memiliki detak jantung yang lebih tinggi dibanding yang normal, tetapi biasanya tidak lebih dari 100.

Efek samping obat. Obat-obatan bisa saja memblokir hormon adrenalin seseorang, sehingga cenderung menyebabkan perlambatan detak jantung. Sebaliknya, bila seseorang terlalu banyak mengonsumsi obat tiroid detak jantungnya akan semakin naik.

Ingin Hidup Sehat Sepanjang Masa? Lakukan 9 Hal Unik Ini

  1. Pemeriksaan fisik

Berikutnya adalah healthcheck untuk pemeriksaan fisik. Hal ini dilakukan dengan tujuan utama berupa pengecekan Body Mass Indek (BMI). Pada BMI atau indeks masa tubuh, keadaan tubuh seseorang akan dibandingkan antara tinggi dan berat badan yang dimiliki seseorang. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kondisi tubuh seseorang, apakah dalam keadan yang sudah ideal, terlalu kurus, atau malah overweight atau obesitas.

Selain itu pemeriksaan fisik juga berkaitan dengan pemeriksaan lainya. Misalnya pemeriksaan hitungan denyut nadi, pemeriksaan kulit, perhitungan frekuensi napas, hingga pemeriksaan organ genital (kemaluan) serta dubur.

  1. Pemeriksaan Radiologi

Untuk mengetahui berbagai jenis penyakit dalam yang mungkin anda derita, seseorang bisa melakukan pemeriksaan radiologi. Jenis pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sinar X atau sinar radioaktif. Tujuanya adalah untuk mendapatkan hasil gambaran lengkap dan utuh mengenai suatu penyakit lewat foto/gambar/imaging. Jenis pemeriksaan ini bisa dilakukan misalnya untuk mengetahui adanya penyakit tumor, kebocoran jantung, masalah paru-paru dan lain sebagainya.

  1. Pemeriksaan laboratorium

Healthcheck berikutnya yang sebaiknya anda lakukan bila anda mengalami keluhan masalah kesehatan adalah pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini memiliki beberapa pilihan yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan atau keluhan anda. Diantaranya:

  • Pemeriksaan hemotologi yang yang bisa menjadi pilihan anda terutama bila anda ingin mengetahui kualitas dan kuantitas dari sel darah anda. Bisa sel darah merah, trombosit, sel putih, dan berbagai hal mengenai sel dan jura organ pembentuk darah lainya.
  • Pemeriksaan urin juga bisa menjadi pilihan dalam pemeriksaan laboratorium, terutama bila anda ingin mengetahui kualitas warna, protein/albumin, pH, gula, bilirubin dan darah.
  • Terakhir ada pemeriksaan tinja yang biasanya dilakukan untuk memeriksa warna dan konsistensinya.

  1. Pemeriksaan fungsi paru

Paru-paru adalah salah satu organ vital manusia yang memiliki oeranan sangat penting. Saking pentingnya, kita harus bisa memastikan bahwa paru-paru kita dalam keadaan yang baik dan sehat. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan pada paru-oaru bertujuan untuk memeriksa apakah di dalam paru-paru ada gangguan atau tidak. Jenis pemeriksaan yang biasanya akan dilakukan adalah mengukur volume paru, kemampuan difusi paru dan mekanisme paru.

Melalui pemeriksaan fungsi paru-paru, akan diketahui pula berapa jumlah pernapasan yang kita lakukan selama satu menit. Normalnya, jumlah pernafasan dalam semenit untuk orang dewasa adalah sebanyak 16 sampai 20 kali dalam semenit.

  1. Pemeriksaan kolesterol Normalnya Di Bawah 200 mg/dL

Bagi kita yang terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak, pemeriksaan kolestrol juga perlu untuk dilakukan. Makanan berlemak itu misalnya jeroan dan daging kambing. Jadi jangan lewatkan untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol bila anda terlalu sering mengkonsumsinya. Sebab ada banyak penyakit yang timbul akibat dipicu jumlah kolestrol jahat terlalu banyak. Beberapa diantaranya misalnya serangan jantung dan stroke.

Gaya Hidup Masa Kini yang Wajib Anda Coba

Parameter healthcheck untuk kadar kolestrol yang baik atau dikatakan normal adalah berada pada level di bawah 200 mg/dL. Selain itu saat melakukan pemeriksaan kolestrol, lakukan pula pemeriksaan tekanan darah. Ingat untuk ukuran normalnya berada pada level 120/80.

  1. Pemeriksaan gula darah (diabetes) Normalnya 70-100 mg/dL

Diabetes adalah masalah yang akhir-akhir ini sering sekali dihadapi oleh banyak orang, terutama mereka yang berusia lanjut. Tentu kita semua tidak ingin terkena diabetes pada usia tua. Karena itu penting bagi kita melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Jika anda benar-benar mengambil tindakan pemeriksaan kadar gula darah, maka sangat disarankan anda untuk melakukan puasa terlebih dahulu. Berpuasalah minimal 8 jam sebelum anda melakukan pemeriksaan kdar gula darah.

Parameter healthcheck untuk kadar gula darah dikatakan normal ada pada kisaran angka sebagai berikut:

  • Gula darah normal bila berada pada level 70-100 mg/dL
  • Gula darah dikatakan Pra Diabetes bila pada level 100-125 mg/dL
  • Dan kadar gula darah dikatakan Diabetes bila pada level lebih dari 126 mg/dL

Selain healthcheck di atas, masih ada juga beberapa pemeriksaan umum lainya. Misalnya pemeriksaan alat indera yang terdiri dari penglihatan, pencernaan, pendengaran, anggota gerak dan saraf.

Pemeriksaan Tambahan Untuk Wanita

Berbeda dengan laki-laki, pada wanita perlu dilakukan healthcheck tambahan untuk memastikan dalam keadaan baik-baik saja. Jenis pemeriksaan tambahan tersebut terdiri dari pemeriksaan pap smear dan mammogram.

  1. Pemeriksaan Pap Smear

Jenis pemeriksaan pap swear misalnya adalah pemeriksaan panggul dimana didalamnya juga termasuk pemeriksaan vagina, vulva, dan leher rahim. Jenis pemeriksaan ini akan memberi informasi secara lengkap dan detail terkait dengan keberadaan human papillomavirus (HPV) yang bisa menyebabkan kanker leher rahim.

  1. Pemeriksaan Mamogram

Sementara untuk jenis pemeriksaan mammogram dilakukan untuk memeriksa payudara demi mendeteksi kemungkinana adanya kanker payudara. Pada pemeriksaan ini, Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memeriksa apakah ada benjolan semacam tumor atau tidak di payudara. Pemriksaan juga dilakukan di bagian ketiak dengan tujuan mengetahui kondisi kelenjar getah bening yang berada di daerah tersebut.

3 Komponen Utama Hidup Sehat Untuk Bugar Seumur Hidup

Pemeriksaan Tambahan Untuk Pria

Sedangkan untuk pria, pemeriksaan tambahan khusus juga perlu dilakukan. Diantaranya adalah pemeriksaan pada area sekitar organ kelamin yakni penis, testis, dan prostat.

Pertama-tama pemeriksaan akan dilakukan pada bagian fisik penis demi mesatikan ada atau tidaknya penyakit menular. Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan testis untuk mendeteksi kanker testis secara dini. Terakhir dilakukan pula pemeriksaan prostat untuk mengetahui adanya kelainan pada prostat atau tidak.

Akhir Kata

Healthcheck perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan pada tubuh seseorang. Walaupun demikian hasil studi menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan umumnya tidak terlalu efektif mengubah masalah kesehatan anda. Yang paling penting adalah kebiasaan dan pola hidup sehat anda.

Hanya saja untuk beberapa hal sebaiknya anda lakukan pemeriksaan, misalnya pada Mammogram untuk kanker payudara, dimana untuk perempuan di atas 55 tahun sangat disarankan melakukan skrining per dua tahun sekali. Lalu juga ada Kolonoskopi atau tes okultisme direkomendasikan teratur dilakukan sejak usia 50 tahun hingga usia 75 tahun. Pap Smear direkomendasikan setiap 3 tahun sekali bagi wanita usia 21-29 tahun, lalu wanita usia 30-65 tahun dianjurkan rutin dilakukan tiap 5 tahun sekali.


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *