Kamu Lagi Isoman? Lakukan 6 Hal Ini Agar Lekas Pulih!

Beri tahu teman-teman Anda

Jika kamu sedang isoman, tidak perlu panik dan khawatir. Yuk simak 6 hal berikut agar kamu bisa lekas pulih dan tidak menularkan virus ke anggota keluarga lain.

Kamu-lagi-Isoman-Lakukan-6-Hal-ini-agar-lekas-pulih

Halo, Sahabat Sehat!

Sejak pertengahan bulan Juni 2021 ini, jumlah kasus positif harian covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan. Sebagai gambaran, pada tanggal 1 Juni 2021 jumlah kasus positif harian tercatat sebanyak 4.824 kasus sedangkan pada 1 Juli 2021 jumlah kasus positif harian meningkat tajam hingga mencapai 24.836 kasus. Alhasil bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit dan fasilitas kesehatan semakin menipis.

Sesuai dengan artikel yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, tidak semua pasien positif covid-19 harus dirawat di rumah sakit. Perawatan dan penanganan intensif di rumah sakit yang jumlahnya terbatas, diutamakan untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Pasien positif covid-19 yang tidak bergejala dapat melakukan isolasi mandiri atau isoman di rumah selama 10 hari sejak dinyatakan positif sedangkan pasien dengan gejala ringan diimbau untuk isoman di rumah selama minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan.

Jika kamu sedang isoman, tidak perlu panik dan khawatir. Yuk simak 6 hal berikut agar kamu bisa lekas pulih dan tidak menularkan virus ke anggota keluarga lain.

Baca Juga : 5 Cara Bentengi Imunitas Tubuh Dari Dalam

#1 Pastikan kamu memiliki ruang khusus untuk isolasi

Seseorang yang positif covid-19 harus hidup terpisah dengan anggota keluarga lain untuk mengurangi risiko penularan virus. Ruangan atau kamar isolasi disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Selain kamar isolasi, pasien isoman disarankan menggunakan kamar mandi dan alat makan yang terpisah dengan anggota keluarga lain

Jika dalam satu rumah hanya terdapat satu kamar mandi maka kamar mandi harus dibersihkan dengan disinfektan setiap selesai digunakan oleh pasien isoman. Hal ini dilakukan untuk membunuh virus yang menempel di permukaan benda sehingga tidak menyebar dan menginfeksi anggota keluarga lain. 

#2 Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Covid-19 dapat menyebar melalui droplet atau percikan cairan yang dikeluarkan oleh pasien saat berbicara, batuk dan bersin. Droplet ini mengandung virus yang dapat menyebar dan menginfeksi orang lain. 

Selama isoman, pasien positif covid-19 dan anggota keluarga yang hidup dalam satu rumah wajib menggunakan masker untuk meminimalisir penyebaran virus melalui droplet. Gunakan masker dengan ukuran yang sesuai dengan wajah. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan sempurna.  

#3 Selalu memakai masker saat isolasi

Virus yang disebarkan melalui droplet dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Seseorang bisa terinfeksi virus covid-19, jika orang tersebut menyentuh barang yang terkontaminasi droplet kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut. Oleh karena itu, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting dilakukan untuk mencegah infeksi virus.

Berikut adalah panduan mencuci tangan yang benar dari Kementerian Kesehatan:

  • Basahi seluruh tangan dengan air bersih mengalir
  • Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari
  • Bersihkan bagian bawah kuku-kuku
  • Bilas tangan dengan air bersih mengalir
  • Keringkan tangan dengan handuk/ tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan.

Berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kamu harus mencuci tangan sebelum atau sesudah kegiatan berikut: 

  • Sebelum makan atau sebelum menyiapkan makanan
  • Sebelum menyentuh wajah
  • Setelah ke toilet atau kamar mandi
  • Setelah bepergian dari luar rumah
  • Setelah membuang ingus, batuk, atau bersin
  • Sebelum dan setelah mengganti masker
  • Setelah kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Setelah menyentuh hewan peliharaan

Selain mencuci tangan, jangan lupa untuk membersihkan permukaan barang-barang yang sering disentuh dengan disinfektan. 

Baca Juga : Kenapa Buah dan Sayur dianjurkan Untuk Tingkatkan Imun?

#4 Selalu menjaga jarak dengan orang sekitar

Saat menjalani isoman di rumah, pastikan agar pasien isoman tidak melakukan kontak langsung (bersentuhan fisik atau tatap muka) dengan anggota keluarga, terutama dengan orang yang rentan terinfeksi virus covid-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil.

Jika harus bertatap muka, lakukan physical distancing yaitu menjaga jarak minimal 2 meter dan menghindari berbicara berhadap-hadapan selama 15 menit atau lebih. Selain menjaga jarak, perhatikan juga sirkulasi udara dalam rumah agar udara yang terkontaminasi dapat tergantikan dengan udara baru.

Manfaatkan teknologi seperti video call, telepon dan chat untuk berkomunikasi. Jika ingin memberikan makanan atau barang lain, tinggalkan di pintu kamar isolasi agar bisa diambil sendiri oleh pasien isoman. 

#5 Konsumsi makanan sesuai dengan gizi seimbang

Penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk covid-19, pada umumnya merupakan self-limiting disease, artinya penyakit tersebut bisa sembuh bila penderita memiliki sistem imunitas yang baik. Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tubuh akan menjadi lebih kuat dalam melawan virus covid-19 sehingga dapat mempercepat proses pemulihan.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Airlangga, untuk meningkatkan imunitas tubuh diperlukan peningkatan asupan protein menjadi 75-100 gram per hari. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi 2 butir telur, 5-6 potong tempe, 1 ekor ikan atau 1 potong dada ayam. Selain itu jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian dengan mengonsumsi buah, sayur dan suplemen tambahan.

#6 Konsumsi cold-pressed juice 2x sehari dengan mengikuti program Boozter Fighter Isoman

IT’s Buah menyediakan program khusus untuk membantu kamu yang sedang menjalani isoman, yaitu program Boozter Fighter Isoman. Dengan mengikuti program ini, kamu dapat mengonsumsi dua cold pressed juice dalam sehari. 

Boozter Fighter

Cold-pressed juice adalah perpaduan berbagai sayur dan buah tertentu yang diramu dalam proses peristaltic sehingga menghasilkan jus murni tanpa tambahan air dan gula. Cold Pressed juice berbeda dengan juice biasa karena mengandung lebih banyak vitamin & mineral dan bisa disimpan dengan lebih lama.

Kandungan vitamin & mineral diperlukan oleh tubuh untuk mengaktifkan sistem imun natural dan mengurangi infeksi virus covid-19 agar tidak menimbulkan gejala yang berat. 

Selain melakukan 6 hal tersebut, pasien isoman juga harus terus memantau kondisi tubuh (terutama suhu tubuh & saturasi oksigen) dan melaporkannya ke petugas puskesmas. Jika pasien isoman mengalami demam tinggi selama 3 hari atau saturasi oksigennya turun hingga dibawah 95 dan angkanya cenderung menurun, segera lapor petugas kesehatan dan bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Baca Juga : 5 Cara Bentengi Imunitas Tubuh Dari Dalam


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *