GERD: Tanda, Gejala, dan 6 Cara Atasi Secara Alami

Beri tahu teman-teman Anda

Apa-kamu-termasuk-Penderita-GERD

Halo, Sahabat Sehat!

Sebelumnya sudahkah kamu mengetahui apa itu GERD?

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan suatu keadaan melemahnya Lower Esophageal Sphincter (LES) yang mengakibatkan naiknya cairan asam lambung kedalam kerongkongan yang menyebabkan gejala dan/atau komplikasi yang menganggu.

GERD menjadi salah satu penyakit asam lambung yang cukup sering dialami banyak orang akhir-akhir ini. Meskipun dianggap hampir serupa dengan Maag, namun GERD memiliki gejala dan cara penanganan yang sedikit berbeda.

Artikel Terkait:
Kamu Punya Maag? Perhatikan Hal Wajib Ini!
8 Makanan untuk Sakit Maag & Minuman Anti Asam Lambung
Cara Mengobati Maag Kronis: 7 Metode Alami & Aman

Tanda dan Gejala Terjadinya GERD  

Bagi penderita GERD, gejala-gejala yang timbul dibeberapa waktu akan membuat tidak nyaman. Tanda dan gejala khas GERD adalah:

#1. Regurgitasi, keadaan dimana refluks yang terjadi sesaat setelah makan, ditandai dengan rasa asam dan pahit dilidah.

#2. Heartburn, adalah suatu rasa terbakar didaerah perut yang dapat disertai dengan rasa nyeri dan pedih. Dalam masyarakat, heartburn lebih dikenal dengan kondisi dimana penderita merasakan panas diulu hati yang terasa hingga ke daerah dada.

Kedua gejala ini umumnya dirasakan setelah makan atau saat berbaring. Gejala lain GERD yang cukup sering dialami antara lain:

  • kembung,
  • mual muntah,
  • cepat kenyang,
  • bersendawa,
  • hipersaliva (produksi air liur yang meningkat),
  • disfagia (sulit menelan),
  • hingga odinofagia (gangguan yang menyebabkan tenggorokan terasa sakit saat menelan),
  • bahkan ditemukan pada beberapa orang mengalami gejala hilang kesadaran

Baca Juga : Cara Mengobati Maag Kronis: 7 Metode Alami & Aman

Faktor Risiko Terjadinya GERD

Berikut ini beberapa faktor ilmiah terjadinya Gastroesophageal reflux disease (GERD):

  1. Hormon, umumnya terjadi pada wanita hamil dan menopause. Menurunnya tekanan LES yang diakibatkan karena perubahan hormon menyebabkan risiko naiknya cairan asam lambung kedalam kerongkongan.
  2. Structural, pada beberapa orang ada yang mengalami hiatus hernia, kondisi dimana bagian atas lambung masuk ke rongga dada, sehingga membuat risiko terjadi GERD lebih tinggi.
  3. Indeks Massa Tubuh (IMT), semakin tinggi IMT atau untuk orang-orang dengan status gizi obesitas, maka risiko terjadinya GERD juga akan semakin tinggi.

Selain faktor ilmiah diatas, kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat juga menjadi penyebab terjadinya GERD, berikut beberapa kebiasaan dewasa ini yang memicu timbulnya GERD:

#1. Kebiasaan makan dalam porsi besar sekaligus

Makanan dalam jumlah besar membuat perut merenggang. Ini memang membuatmu kenyang.

buy-1-get-1-free

Namun, setelahnya kamu merasa kembung akibat makanan tersebut menekan otot sfingter esofagus, yang memungkinkan isi perut bocor kembali ke kerongkongan.

Akibatnya, kamu mengalami mulas akibat asam lambung naik ke kerongkongan.

#2. Hobi makan pedas dan asam berlebih

Untuk kamu pecinta makanan pedas dan asam, memang tidak ada salahnya mengonsumsi ini namun perlu diperhatikan waktu dan jumlah konsumsinya, ya.

Bagi pengidap maag terutama, salah konsumsi malah bisa mengiritasi lapisan dalam kerongkongan dan menyebabkan nyeri ulu hati (maag kamu bisa naik tingkat menjadi GERD).

Baca Juga: Buah Untuk Sakit Maag: 5 Pilihan Terbaik

#3. Kebiasaan ‘kaum rebahan’, sesudah makan pun rebahan

Kamu sering rebahan setelah makan? kebiasaan ini ternyata salah satu penyebab asam lambung naik ke kerongkongan loh!

Ketika berbaring tubuh tidak lagi memiliki gravitasi, sehingga makanan beresiko bocor melalui sfingter esofagus.

Jadi, hindari makan sebelum tidur apalagi langsung berbaring setelah makan, ya.

Jika terpaksa harus berbaring, usahakan berbaring ke sisi kiri atau mengangkat tubuh bagian atas untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di tempatnya.

Baca Juga: Obat Maag untuk Ibu Hamil: 4 Alternatif Alami & Sehat

#4. Kurang konsumsi Buah dan Sayur

Salah satu kunci untuk mencegah terjadinya GERD adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Kandungan serat dan nutrisi dalam buah dan sayur memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Dan buah dan sayur yang rendah lemak, dan rendah gula, dapat membantu mengurangi dan menstabilkan asam lambung.

Mengatasi Gejala GERD 

Gejala pada penyakit asam lambung yang paling umum adalah adanya nyeri pada bagian perut hingga dada, ini dapat diatasi dengan;

  • Probiotik, probiotik memperbaiki gejala dengan mengembalikan keseimbangan mikroba usus. Gunakan probiotik yang telah memiliki bukti benefit seperti Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus reutari 
  • Serat, serat dapat memodifikasi microbiota usus, meningkatkan komposisi feses dan gas, dan/atau mempercepat transit saluran cerna. Serat yang disarankan adalah serat larut air, sebanyak 12,5 g perhari
  • Minyak peppermint/antipasmodik, minyak peppermint mengurangi spasme otot polos pada saluran cerna sehingga mengurangi lama nyeri, frekuensi, dan beratnya nyeri

Baca Juga : 8 Makanan untuk Sakit Maag & Minuman Anti Asam Lambung

Buah-buahan Untuk Meredakan GERD  

#1. Pepaya

Pepaya adalah buah yang mengandung banyak zat gizi diantaranya beta-karoten, betacryptoxanthin, protein, enzim papain, vitamin C, dan serat.

Pemberian jus pepaya dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pada lambung dan rasa panas pada penderita GERD.

Menurut penelitian, enzim papain mampu mempercepat perombakan protein yang akan mempercepat regenerasi kerusakan sel-sel lambung.

Buah pepaya mengandung sejumlah mineral basa lemah seperti kalium, kalsium, dan magnesium, yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk menetralisir lambung.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak (Bayi, Balita, Remaja)

#2. Melon 

Melon terkenal sebagai buah dengan kandungan air yang banyak dan rasanya yang manis. Buah berbentuk bulat ini memiliki pH 6,1 yang baik untuk menjaga kondisi reflux.

Selain itu, tekstur melon yang lembut membuat buah ini menenangkan pada lambung, dan melon juga mengandung serat yang baik untuk menyehatkan saluran pencernaan.

#3. Semangka

Semangka memiliki kadar basa 8,8 (pH 8,8). Kadar pH semangka yang cukup tinggi diyakini mampu menenangkan saluran pencernaan dan mengatur tingkat pH sambil mengurangi peradangan dan produksi asam di lambung.

Selain itu, semangka juga mengandung serat yang baik untuk membantu penderita GERD dalam pertolongan pertamanya dalam mencari snack diwaktu lapar. 

Baca Juga: 5 Obat Maag untuk Ibu Menyusui dari Bahan Alami

Terapi Penderita GERD 

Secara garis besar, prinsip terapi GERD adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Modifikasi gaya hidup ini merupakan pengaturan pola hidup yang dapat dilakukan dengan:

  1. Menurunkan berat badan bila penderita obesitas atau menjaga berat badan tetap ideal
  2. Meninggikan kepala ±15-20cm/ menjaga kepala agar tetap elevasi saat posisi berbaring 
  3. Makan malam paling lambat 2-3 jam sebelum tidur. 
  4. Menghindari makanan yang dapat merangsang GERD seperti cokelat, minuman mengandung kafein, alkohol, dan makanan berlemak-asam-pedas.
  5. Melakukan detoks (puasa) secara rutin.

Baca Juga : 6 Makanan Pereda Maag & GERD


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *