Kenapa Buah dan Sayur Dianjurkan Untuk Tingkatkan Imun?

Beri tahu teman-teman Anda

Sistem imun yang kuat amat sangat dibutuhkan di masa pandemi saat ini. Dengan mengonsumsi buah dan sayur, Anda dapat terlindungi dari infeksi virus. Simak penjelasan selengkapnya dibawah ini yuk!

Kenapa-buah-dan-sayur-dianurkan-untuk-tigkatkan-imun

Halo, Sahabat Sehat!

Indonesia saat ini sedang mengalami gelombang kedua lonjakan infeksi virus Covid-19. Selama sepekan terakhir, penambahan kasus positif harian terus mengalami peningkatan. Dikutip dari data situs covid19.go.id, Minggu (27/6/2021), total jumlah kasus positif di Indonesia sudah mencapai 2.093.962 kasus dengan korban jiwa hingga 56.729 orang. Penambahan kasus tertinggi selama pandemi tercatat sebanyak 21.095 kasus dalam sehari di 26 Juni 2021. 

Virus Covid-19 dapat menginfeksi siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin dan lingkungan tempat tinggal. Infeksi virus Covid-19 akan menyerang sistem pernapasan dan bisa menyebabkan pneumonia parah yang mengancam nyawa. Selain protokol kesehatan, gaya hidup sehat dan konsumsi makanan bernutrisi adalah senjata kita untuk bertahan dari serangan virus Covid-19.

Baca Juga : 5 Cara Memperkuat Imun Tubuh, Salah Satunya Gunakan Anti Oksidan

Pentingnya Menjaga Sistem Imun

Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh untuk melawan substansi asing yang dapat mengganggu kesehatan. Substansi asing dapat berasal dari luar dan dari dalam tubuh. Contoh substansi asing yang berasal dari luar tubuh adalah bakteri, virus, parasit, debu dan mikroorganisme lainnya. 

Penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk Covid-19, pada umumnya merupakan self-limiting disease, artinya penyakit tersebut bisa sembuh bila penderita memiliki sistem imunitas yang baik. Saat tubuh terserang virus, sistem imun akan memberikan respon yang terbagi menjadi 2 fase, yaitu respon imun alami atau innate immunity (fase pertama) dan respon imun adaptif atau adaptive immunity (fase kedua). 

Apabila sistem imun dapat mempertahankan tubuh dari serangan virus pada fase pertama, maka virus tidak akan menyebabkan penyakit. Namun jika tidak, maka akan masuk ke respon fase kedua dimana tubuh kita akan sakit atau terinfeksi. 

Oleh karena itu, sistem imun yang kuat amat sangat dibutuhkan di masa pandemi ini. Dengan menjaga imunitas tubuh, Anda dapat terlindungi dari infeksi virus, dan kalaupun Anda terinfeksi, tubuh akan kuat melawannya sehingga tidak menimbulkan gejala yang berat.

Baca Juga : 10 Sumber Energi Tubuh Ini Ternyata Jauh Lebih Sehat Daripada Sehat

Penyebab Sistem Imun Lemah

Faktanya tidak semua orang memiliki sistem imun yang kuat, sehingga mereka lebih mudah terserang penyakit atau infeksi virus.  Apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan sistem imun menjadi lemah? Yuk, simak ulasannya berikut ini

#1. Kurang tidur

Tidur kurang dari 7-8 jam sehari dapat menurunkan kekuatan sistem imun. Saat Anda tidur, tubuh akan memproduksi protein bernama sitokin yang bertugas untuk melawan infeksi dan peradangan dalam tubuh.

Hal ini yang menyebabkan demam sering meningkat saat malam hari. Jika Anda kurang tidur, perlawanan terhadap infeksi menjadi tidak optimal sehingga waktu penyembuhan menjadi lebih lama. Berdasarkan materi edukasi masyarakat yang dipublikasikan oleh Satgas Covid-19, idealnya seseorang tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi.

#2. Asupan makanan bernutrisi yang kurang

Makanan yang mengandung minyak, gula dan garam berlebih dapat menurunkan kinerja sel darah putih, meningkatkan peradangan dan menurunkan kekebalan tubuh. Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna) serta perbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. 

#3. Kurang berolahraga

Jika kita kurang berolahraga dapat menyebabkan gangguan tidur, meningkatkan peradangan dan mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi optimal. Olahraga rutin selama 20-30 menit sehari dapat merangsang kinerja sel darah putih dan meningkatkan sistem imun. Selain itu akan lebih baik jika Anda berolahraga di pagi hari, sambil berjemur di bawah matahari untuk meningkatkan kadar vitamin D.

Baca Juga : Punya Masalah Maag? Bukan Penghalang Untuk Detoks

Bagaimana Cara Meningkatkan Imun?

Sistem imun dapat ditingkatkan dengan berbagai cara. Dikutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Airlangga, berikut adalah prinsip utama untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh

  • Berjemur dibawah matahari pagi 

Vitamin D dapat diproduksi di bawah kulit dengan bantuan sinar matahari (ultraviolet). Waktu yang paling baik untuk mendapatkan paparan sinar matahari tantara 7.30 – 10.00 WIB, dengan berjemur 3 kali seminggu selama 10-15 menit, Anda dapat menjaga kecukupan vitamin D untuk memperkuat pertahanan tubuh.

  • Menjaga berat badan normal

Menjaga asupan energi dan protein sesuai dengan kebutuhan tubuh sangat penting untuk menjaga berat badan agar status gizi tetap normal. Untuk meningkatkan imunitas tubuh diperlukan peningkatan asupan protein menjadi 75-100 gram per hari. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi 2 butir telur, 5-6 potong tempe, 1 ekor ikan atau 1 potong dada ayam.

  • Menjaga asupan makanan yang bergizi

Selain energi dan protein, zat gizi makro dan mikro juga dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun. Zat gizi makro seperti omega-3 dapat melawan inflamasi dan mencegah risiko badai sitokin pada penderita Covid-19. Sedangkan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang didapatkan dari buah dan sayur berfungsi untuk mengaktifkan sistem imun natural dan mengurangi risiko infeksi pernafasan akut yang disebabkan oleh Covid-19.

Baca Juga : 5 Cara Membersihkan Usus Agar Bebas Penyakit Kronis

Buah dan Sayur Untuk Meningkatkan Imun

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kandungan vitamin dan mineral dari buah dan sayur sangat bermanfaatkan untuk meningkatkan sistem imun. Berikut adalah manfaat dari beberapa kandungan nutrisi tersebut bagi sistem imun.

Vitamin C

Dosis vitamin C yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 100 mg/hari. Vitamin C dapat didapatkan dari buah jeruk, lemon, nanas, stroberi dan masih banyak lagi. Manfaat vitamin C bagi sistem imun adalah untuk:

  • Memperbanyak sel limfosit yang berfungsi untuk memerangi virus yang masuk
  • Membantu sel imun untuk berpindah menuju bagian tubuh yang terinfeksi
  • Menjaga sel dari kerusakan berlebihan yang disebabkan oleh infeksi
  • Mengendalikan inflamasi yang berlebihan 
  • Meredakan badai sitokin pada penderita Covid-19

Vitamin D

Anda dapat memperoleh vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi atau dengan mengonsumsi ikan, jamur, kuning telur, jeruk dan susu kedelai. Jumlah kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan adalah 15 mcg (600 IU) – 20 mcg (800 IU) per hari. Vitamin D berfungsi untuk mengontrol proses dan fungsi sel limfosit serta meningkatkan efektivitas respon imun awal terhadap infeksi.

Vitamin A

Vitamin A dikenal sebagai vitamin anti infeksi yang berfungsi untuk melindungi lapisan sel dan berperan sebagai perlawanan tubuh terdepan dalam melawan berbagai macam infeksi bakteri dan virus. Dosis vitamin A untuk orang dewasa adalah 0,7 mg/hari untuk pria dan 0,6 mg/hari untuk wanita. Vitamin A dapat Anda peroleh dengan mengonsumsi wortel,  bayam, ubi jalar, mangga dan semangka. 

Baca Juga : Cara Mengobati Maag Kronis : 7 Metode Alami & Aman


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *