Ketahui Hal Ini Pada Masa Nifas dan Pasca Melahirkan

Beri tahu teman-teman Anda

Setelah masuk masa nifas dan pasca melahirkan, ternyata banyak hal yang perlu diketahui seorang ibu yang berpengaruh untuk kesehatan bayi loh!. Yuk simak penjelasan nya dibawah ini!

Kenali-hal-ini-pada-masa-nifas-dan-pasca-melahirkan

Halo Sahabat Sehat!

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti semula atau pada keadaan sebelum hamil. Masa nifas dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai 6 minggu (42 hari) setelahnya.

Kebutuhan Ibu nifas yang harus dipenuhi diantaranya adalah energi dan zat gizi yang lengkap, kesehatan mental ibu, dan keadaan fisik ibu yang baik. Hal-hal tersebut jika tidak dipenuhi dengan optimal maka akan mempengaruhi ASI yang diberikan kepada bayinya.

Mitos Pada Masa Nifas

Masa nifas sering sekali dikaitkan dengan pantangan makanan. Pada kenyataannya, secara teori ibu nifas sangat membutuhkan banyak energi dan zat gizi yang cukup untuk membantu proses penyembuhan dan juga menunjang produksi ASI.

Kondisi gizi yang kurang malah akan mengakibatkan masalah kesehatan ibu dan bayinya, karena sebagian besar pantangan makanan yang dilaksanakan berkaitan dengan asupan zat gizi seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Baca Juga : Obat Maag untuk Ibu Hamil: 4 Alternatif Alami & Sehat

Asupan Energi dan Zat Gizi Pasca-Melahirkan

Ibu post-partum atau ibu yang sedang berada di fase pasca-melahirkan asupan nya akan lebih tinggi karena diperlukan juga kebutuhan gizi bayinya. Selain untuk masa penyembuhan setelah melahirkan, Ibu juga harus mengoptimalkan asupan makan untuk produksi ASI. 

Kebutuhan energi selama masa nifas meningkat dari kebutuhan normal Ibu. Kebutuhan ibu menyusui ditambah 330 kkal perhari (Permenkes, 2019). Selain itu, kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak juga harus terpenuhi dengan baik.

Adanya penambahan pada setiap zat gizi makro tersebut membuat Ibu harus pintar dalam memilih bahan makanan.

Pilihlah makanan yang padat energi dan tinggi serat seperti nasi putih, sayur-sayuran, buah-buahan, dan pilih protein dengan nilai biologis tinggi yang didapat dari protein hewani dan nabati seperti daging, ikan, telur, tempe, dan tahu. 

Selain itu, kebutuhan zat gizi mikro juga harus terpenuhi dengan baik. Zat gizi mikro yang dibutuhkan lebih banyak pada masa pasca-kelahiran adalah kalsium, zat besi, zinc, vitamin D, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin B12. Ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi daging sapi, kacang-kacangan, ikan, brokoli, pakcoy, bayam, kiwi, pepaya

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Sebelum membahas lebih dalam, apa Sahabat Sehat sudah pernah mendengar mengenai IMD? Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi menyusui sendiri setelah melahirkan.

Bayi diletakkan di dada ibunya dan bayi itu sendiri dengan segala upayanya mencari putting untuk segera menyusui.

Manfaat IMD untuk bayi salah satunya adalah untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) yang disebabkan oleh hipotermia serta dapat menghangatkan bayi melalui dada ibu dengan suhu yang tepat.

Apabila bayi tidak menghisap putting susu pada setengah jam setelah persalinan, Prolaktin (hormon pembuatan ASI) akan turun dan sulit untuk merangsang sehingga ASI baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih dan memperlambat pengeluaran kolostrum.

Manfaat IMD lainnya adalah, bayi dan ibu menjadi lebih tenang, tidak stress, pernafasan dan detak jantung lebih stabil, dikarenakan kontak antara kulit ibu dan bayi.

Sentuhan, emutan dan jilatan bayi pada puting susu ibu akan merangsang pengeluaran hormon oxytosin yang menyebabkkan rahim berkontraksi sehingga mengurangi pendarahan ibu dan membentuk pelepasan plasenta. Bayi juga akan terlatih motoriknya saat menyusu.

Baca Juga : Berhasil Hamil dengan Bubuk Kayu Manis, Memang Bisa?

Persiapan ASI Eksklusif

Selain mencukupi kebutuhan gizi Ibu, dalam mempersiapkan ASI Eksklusif Ibu harus tau bagaimana menjaga kesehatan payudara (Breast Care) :

  1. Melakukan pengompersan kedua putting dengan menggunakan oil selama 3-5 menit, kemudian kapas diangkat terus membersihkan kotoran yang menempel pada putting ibu.
  2. Telapak tangan diletakkan diantara kedua payudara dengan posisi ujung jari menghadap kebawah, kemudian telapak tangan ditarik ke atas melingkari payudara, serta tangan dilepas dengan gerakan cepat kearah depan. Lakukan gerakan ini 20 kali untuk menjaga kekenyalan dan kekencengan payudara.
  3. Melakukan pijatan ringan payudara; tangan kanan penyangga payudara kanan, kemudian sisi luar tangan kiri mengurut kearah putting susu.
  4. Membasuh payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian dan dikerjakan berulang-ulang lalu keringkan dengan handuk.
  5. Dilakukan perangsangan pada putting susu dengan menggunakan waslap atau handuk kering yang digerakkan keatas dan bawah beberapa kali yang bertujuan untuk meningkatkan erektilitas putting susu dan mengurangi insiden puting susu terluka.

Nah, Sahabat Sehat siapa nih yang disini baru saja menjadi seorang ibu?, ternyata setelah melahirkan masih banyak hal yang perlu diperhatikan ya!. Sahabat Sehat, jangan lupa juga, untuk ikuti Instagram IT’s Buah karena minggu ini kita akan membahas banyak mengenai masa pasca melahirkan, jangan sampai ketinggalan ya!

Baca Juga : PCOS Bisa Hamil? Ini Kemungkinannya

Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *