Mengatasi Diabetes: Ternyata Ini Faktanya Kata Dokter Gizi

Beri tahu teman-teman Anda

Indonesia menempati urutan ke 6 di dunia dengan penderita diabetes terbanyak. Tercatat pada tahun 2017, sebanyak 10,3 juta jiwa menderita diabetes. Bagaimana dokter gizi menanggapi fenomena ini? Apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi diabetes? Berikut ini adalah wawancara IT’s Buah bersama dokter ahli gizi.

Halo Sahabat Sehat, kembali membahasa salah satu penyakit dengan predikat silent killer, yaitu diabetes mellitus.

Pada hari Jum’at 30 Oktober 2020 IT’s Buah kembali dengan acara rutinnya yaitu Live Instagram bersama dr. Gaga Irawan, Sp.GK, M Gizi. Beliau adalah seorang dokter spesialis gizi klinik, dosen sekaligus peneliti.

Sebelum memasuki ringkasan sesi obrolan seru bersama Dokter Gaga, kita cari tahu dulu ya apa itu diabetes.

Diabetes mellitus (DM), umumnya dikenal sebagai diabetes, adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama.

Gejala diabetes seringnya berupa:

a) sering buang air kecil,
b) rasa haus meningkat, dan
c) nafsu makan meningkat.

Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi.

Komplikasi akut dapat mencakup ketoasidosis diabetikum, keadaan hiperglikemik hiperosmolar, atau kematian.

Komplikasi jangka panjang yang serius termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit ginjal kronis, tukak kaki,
kerusakan saraf, kerusakan mata, dan gangguan kognitif.

Wah, seram ya?

Pada 2019, diperkirakan 463 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia (8,8% dari populasi orang dewasa), dengan diabetes tipe 2 mencapai sekitar 90% dari kasus.

Diabetes setidaknya menggandakan risiko kematian dini seseorang.

Pada 2019, diabetes mengakibatkan sekitar 4,2 juta kematian.

Ini adalah penyebab utama kematian ketujuh secara global.

Biaya ekonomi global dari pengeluaran kesehatan terkait diabetes pada tahun 2017 diperkirakan mencapai US $ 727 miliar. Di Amerika Serikat, diabetes menelan biaya hampir US $ 327 miliar pada tahun 2017. Pengeluaran medis rata-rata di antara penderita diabetes sekitar 2,3 kali lebih tinggi.

Artikel Terkait:
Gaya Hidup Sehat: Panduan untuk Pekerja di Masa COVID
Fakta Asam Urat dari Kacamata Ahli Gizi
Mengapa Perlu Mulai Diet Clean Eating di Masa Pandemi

Bahaya Diabetes

Diabetes memiliki potensi penyakit komplikasi yang sangat berbahaya dan tidak boleh diabaikan.

Sekarang mari kita simak pendapat dokter Gaga.

Menurutnya, diabetes disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, atau sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin yang diproduksi.

Jadi ibarat insulin adalah anak kunci, dan gula adalah kuncinya. Bila salah satu kunci berkarat, maka gula akan berkeliaran di dalam tubuh. Sehingga meracuni tubuh. Ada dua tipe utama diabetes melitus:

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kegagalan pankreas untuk memproduksi cukup insulin karena hilangnya sel beta.

Bentuk ini sebelumnya disebut sebagai insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau & diabetes remaja. Hilangnya sel beta disebabkan oleh respons autoimun.

Penyebab respons autoimun ini tidak diketahui.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dimulai dengan resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel gagal merespons insulin dengan baik.

Seiring perkembangan penyakit, kekurangan insulin juga bisa terjadi.

Bentuk ini sebelumnya disebut sebagai diabetes mellitus non insulin-dependent (NIDDM) atau diabetes onset dewasa.

Penyebab paling umum adalah kombinasi dari berat badan yang berlebihan dan olahraga yang tidak memadai.

Diabetes Tidak Selalu Penyakit Genetik

Diabetes sendiri, bukan selalu berarti penyakit genetik. Hal ini tergantung dari tipe diabetes yang di derita.

Bila tipe 1, maka ini adalah bawaan lahir.

Namun, bila tipe 2 disebabkan oleh konsumsi gula berlebih bukan dari genetik. Hal ini sebabkan oleh pankreas terlalu lelah untuk terus menerus memproduksi insulin karena gula yang diterima tubuh terlalu banyak. Selain itu, insulin dapat rusak.

Ini terjadi akibat gaya hidup dan obesitas.

Mengatasi diabetes dengan mengurangi konsumsi gula
Mengurangi konsumsi gula membantu mengatasi diabetes

Penyebab Diabetes

1. Gula

Kelebihan konsumsi gula yang berlangsung terus menerus, dapat berakibat pada kerusakan insulin.  Karena insulin akan kelelahan menerima asupa gula berlebih.

Namun tubuh bersifat proaktif, saat terus menerus menerima gula tubuh akan memperbanyak produksi insulin, yang berakibat pada penambahan berat badan.

Oleh karena itu, gemuk atau obesitas merupakan pintu awal penderita diabetes.

Konsumsi Gula sehari, maksimal 50 gram sehari menurut DEPKES RI. Namun dokter Gaga menyarankan konsumsi gula 25 gram sehari atau sekitar 2 sendok makan sehari.

Bayangkan 1 botol softdrink sudah mengandung 2 sendok makan gula.

2. Tepung

Konsumsi tepung berlebih merupakan penyebab kedua terbesar diabetes.

Jadi kombinasi makanan tepung yang manis merupakan double hit yang berbahaya jika di konsumsi berlebihan. Oleh karena itu harus cermat dalam memilih jajanan.

Diantara makanan tinggi tepung adalah gorengan, kue, dessert, hingga foam pada minuman kekinian.

Baik gula maupun tepung berbahaya bagi penderita diabetes tipe 1 namun dapat menyebabkan diabetes tipe 2 bagi orang normal.

Diabetes tipe 2 terutama disebabkan oleh faktor gaya hidup dan genetika.

Sejumlah faktor gaya hidup diketahui penting untuk perkembangan diabetes tipe 2, termasuk obesitas (ditentukan oleh indeks massa tubuh lebih dari angka 30), kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang terlalu banyak gula, stres, dan urbanisasi.

Menurut dokter Gaga, di dunia ini tidak ada makanan yang boleh dimakan secara bebas.

Tidak ada yang bebas dimakan. Contohnya adalah hewan gorilla, bobot tubuhnya mencapai 200 kg padahal herbivora yaitu makanannya buah-buahan.

Menerapkan pola hidup sehat dapat mengurangi resiko penyakit diabetes

Artikel Terkait:
Dietary Adherence: Seberapa Penting Menjaga Hasil Setelah Sukses Diet?
Jadwal Pola Hidup Sehat: 30 Hari Menuju Tubuh Idaman Sehat Anda
5 Makanan Mood Booster yang Wajib Anda Tahu

Saran Dokter Gizi untuk Mengatasi Diabetes

1. Makan secara teratur. 3x sehari dan cemilan buah 2x sehari
2. Olahraga rutin, 3-4 kali seminggu selama 30 menit
3. Hindari rokok dan alkohol
4. Istirahat yang cukup dan berkualitas. 6-9 jam sesuai kebutuhan usianya.
5. Tidak perlu mengganti seluruh pola makan. Misalnya terbiasa makan dengan nasi lalu mengganti pola makan western. Indeks glikemik nasi memang cukup tinggi namun bila dimakan bersamaan lauk maka akan turun nilainya. Apalagi nasi yang tidak hangat. Tetap bisa menjadi pilihan
6. Bila berat badan berlebih, harus segara menurunkannya. Mulai pola makan sehat dan perbanyak aktifitas fisik.
7. Batasi konsumsi gula harian dan tepung. Ingat terlalu banyak gula memperberat kerja organ tubuh. Terutama pankreas yang memproduksi insulin.

Artikel Terkait: 6 Makanan bagi Penderita Diabetes

Cara Mengatasi Diabetes

Penderita diabetes dapat memperoleh manfaat dari pembelajaran tentang penyakit dan pengobatan, perubahan pola makan, dan olahraga, dengan tujuan menjaga kadar glukosa darah jangka pendek dan jangka panjang dalam batas yang dapat diterima.

Jadi, wajib mengikuti akun-akun edukasi di sosial media ya.

Selain itu juga mengingat risiko yang lebih tinggi terkait penyakit kardiovaskular, modifikasi gaya hidup direkomendasikan untuk mengontrol tekanan darah.

Penurunan berat badan dapat mencegah perkembangan dari pradiabetes menjadi diabetes tipe 2, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, atau menyebabkan remisi parsial pada penderita diabetes.

Tidak ada pola makan tunggal yang terbaik untuk semua penderita diabetes. Pola diet sehat, seperti diet Mediterania, diet rendah karbohidrat, atau diet DASH, sering direkomendasikan, meskipun bukti tidak mendukung salah satunya.

Menurut ADA, mengurangi asupan karbohidrat keseluruhan untuk individu dengan diabetes telah menunjukkan bukti paling banyak untuk meningkatkan glikemia, dan untuk individu dengan diabetes tipe 2 yang tidak dapat memenuhi target glikemik atau di mana pengurangan obat anti-glikemik merupakan prioritas, rendah atau diet sangat rendah karbohidrat adalah pendekatan yang layak. Untuk orang yang kelebihan berat badan dengan diabetes tipe 2, diet apa pun yang dapat menurunkan berat badan efektif.

Artikel Terkait:
6 Buah Terbaik untuk Diet dan Cegah Obesitas
Jahe Ternyata Bisa Membantu Weight Loss, lho!
Beyond Diet: Pengaruhnya bagi Weight Loss

Tanya Jawab Seputar Diabetes dengan Dokter Gizi

Pertanyaan: Apakah ada efek jika tubuh kekurangan gula?

Jawaban: Tubuh membutuhkan glukosa, bukan gula. Sumber gula bukan hanya sukrosa, namun bisa jadi dari singkong, kentang, roti dan lain-lain. Ada sebuah penelitian Landscape selama 25 tahun, yang menyatakan bahwa tingkat mortalitas lebih tinggi pada orang yang kekurangan konsumsi gula dan berlebih. Hal ini berlaku untuk diet ketosis yang hanya mengkonsumi 20% karbohidrat

Pertanyaan: Kalau gula aren, apakah bagus?

Jawaban: Gula apapun sama saja. Entah itu gula pasir, gula aren, gula merah dll. Karena kandungan gulanya, termasuk untuk madu bagi penderita obesitas. Madu memiliki keistimewaan yaitu kandungan gulanya 50:50 antara sukrosa dan fruktosa. Untuk buah perlu di batasi adalah buah yang sedikit kandungan airnya, karena tinggi energi. IT’s Buah ini bagus karena dibuat tanpa tambahan gula hingga kandungan fruktosanya terjaga.

Wah, dokter Gaga sudah merekomendasikan IT’s Buah nih Sahabat Sehat. Siapa yang ketagihan rasa nikmatnya cold-pressed juice dengan bahan buah lokal alami tanpa pengawet? Saksikan terus Live Instagram IT’s Buah di akun instagram dan Youtube sehat bareng IT’s Buah, setiap hari kamis pukul 16.00 WIB.

Artikel Terkait:
3 Komponen Pola Hidup Sehat untuk Bugar Seumur Hidup
Lakukan 9 Hal Unik Ini untuk Pola Hidup Sehat Sepanjang Masa
Tips Sehat Ala Atlet Asian Games yang Perlu Anda Tahu

Konsultasi Detoks


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *