20 Obat Herbal Kolesterol Menurut Sains Modern dan Penelitian

Beri tahu teman-teman Anda

Ahli kesehatan setuju bahwa penggunaan obat herbal bisa mendukung proses pengendalian kolesterol. Berikut ini adalah 20 pilihan obat herbal kolesterol yang terbukti manfaatnya menurut sains modern.

Obat Herbal Kolesterol
Setidaknya ada 20 obat herbal kolesterol yang berasal dari buah dan sayur.

Pada sebagian orang, kadar kolesterol dalam tangga melebihi batas aman. Kondisi ini disebut kolesterol tinggi atau hiperlipidemia.

Kadar kolesterol LDL tinggi atau disebut juga kolesterol jahat menjadi pemicu penyakit kronis jika dibiarkan.

Kolesterol LDL menyebabkan iritasi dan peradangan di pembuluh darah, memicu aterosklerosis atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri.

Kolesterol LDL tinggi dalam darah meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Oleh sebab itu, idealnya Anda menjaga kadar kolesterol LDL dalam batas aman.

Perawatan dan pengobatan kolesterol tinggi umumnya fokus pada peningkatan kadar kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

Caranya, Anda diminta untuk menjalani gaya hidup dan pola makan sehat.

Artikel terkait:
Detoksifikasi: Pahami Ini Sebelum Anda Mulai
Stress & Kolesterol: Apa yang Bisa Anda Lakukan?
Begini Aturan Detox Sehari Yang Benar

3 Herbal dan Suplemen untuk Kolesterol

Pengobatan kolesterol tak hanya melalui perawatan medis rumah sakit, namun juga dengan obat herbal atau suplemen yang berasal dari tanaman.

Berikut ini adalah kandungan herbal yang bisa menurunkan kolesterol jahat dalam darah:

#1. Niasin (Vitamin B3)

Niasin yang juga disebut dengan vitamin B3 digunakan untuk menurunkan kolesterol menurut artikel ini.

Niasin menurunkan level kolesterol jahat dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL.

Menurut jurnal kesehatan, niasin berpotensi menurunkan faktor risiko aterosklerosis, yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan plak pada dinding arteri.

Anda bisa memperoleh vitamin B3 atau niasin dalam bentuk resep atau suplemen herbal.

Namun, karena kemungkinan efek samping pada sebagian pasien, penggunaan vitamin B3 untuk merawat pasien kolesterol sebaiknya berada dalam pengawasan dokter.

Konsumsi niasin dapat meningkatkan efek obat tekanan darah tinggi atau menyebabkan pusing, diare, atau kembung.

#2. Serat Pangan

Peneliti meyakini bahwa serat pangan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dengan mengurangi penyerapan kolesterol pada sistem pencernaan.

Serat pangan mengikat kolesterol sehingga tidak diserap tubuh dan langsung dibuang.

Umumnya, serat pangan dijual sebagai suplemen herbal untuk kolesterol, atau bisa Anda temukan dalam makanan.

Konsumsi serat pangan sebesar 5 sampai 10 gram per hari mampu menurunkan kolesterol LDL hingga 5% berdasarkan penelitian ini.

#3. Sterol dan Stanol

Stanol dan sterol tanaman seperti beta sitosterol dan sitostanol adalah senyawa alami yang ditemukan dalam beberapa jenis tanaman.

Anda bisa menemukan kandungan stanol dalam suplemen herbal atau dalam margarin dan jus jeruk.

Penelitian menyatakan bahwa stanol dan sterol yang berasal dari tanaman bisa menurunkan kadar kolesterol.

Struktur senyawa ini mirip dengan struktur kolesterol dan mampu mencegah penyerapan kolesterol dalam sistem pencernaan.

Rekomendasi konsumsi sterol dan stanol tanaman adalah sebanyak 2 gram per hari.

Ilmuwan pangan dan kesehatan menyatakan stanol dan sterol meningkatkan efektivitas pengobatan kolesterol tinggi.

Ini berdasarkan uji coba laboratorium terhadap pasien kolesterol tinggi mengonsumsi stanol dan sterol bersama dengan obat kolesterol.

Baca Juga: Asam Urat: Fakta Menurut Ahli Gizi

20 Obat Herbal Kolesterol dari Tanaman

Kolesterol tinggi umumnya diatasi dengan menghitung total kadar kolesterol, baik kolesterol jahat (LDL) maupun kolesterol baik (HDL), dan pemeriksaan potensi adanya faktor risiko penyakit jantung.

Selain 3 herbal dan suplemen untuk menurunkan kolesterol, ada 20 buah dan sayur yang bisa Anda konsumsi sebagai obat herbal kolesterol.

#1. Oat/ Barley / Rye

Oat mengandung serat pangan yang menurunkan kolesterol jahat atau LDL kolesterol.

Cara kerjanya, serat pangan mencegah penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah.

#2. Biji-bijian

Mengonsumsi biji-bijian seperti kacang merah, kacang arab, kacang almond, dan kacang kedelai mampu menurunkan kolesterol.

Setidaknya ada 26 penelitian acak yang melibatkan 1.037 orang untuk meneliti manfaat kacang-kacangan terhadap penurunan kolesterol.

Hasilnya, mengonsumsi 130 gram kacang-kacangan per hari mampu menurunkan kolesterol jahat sekitar 5% pada orang dengan kolesterol tinggi maupun normal.

#3. Buah Beri

Buah beri segar dapat menurunkan kolesterol jahat yang menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis menurut The Journal of Agricultural and Food Chemistry yang dipublikasikan oleh The American Chemical Society.

Mengonsumsi blackberry, raspberry, blueberry, dan stroberi mampu menurunkan kadar kolesterol jahat secara signifikan, menurut Edwin Frankel, Ph.

Baca Juga: 6 Buah Terbaik untuk Diet dan Cegah Obesitas

#4. Apel

Penelitian menunjukkan bahwa apel mengandung komponen yang bermanfaat bagi kesehatan. Apel mengandung pektin, polifenol, fitosterol, serat pangan, dan kombinasi beberapa komponen lainnya.

Uji coba laboratorium menunjukkan bahwa apel mampu menurunkan kolesterol tinggi.

Konsumsi 2 sampai 3 buah apel ukuran sedang mampu menurunkan kolesterol sekitar 5 sampai 13% dengan rincian kolesterol jahat menurun setidaknya 7% dan kolesterol baik meningkat sekitar 12%.

Baca Juga: Buah Apel: Manfaat, Kandungan Gizi, & Resep

#5. Brokoli

Menyertakan brokoli dalam menu sehari-hari Anda bisa menurunkan kadar kolesterol jahat sekitar 6%, menurut penelitian ini.

Uji coba yang dilakukan oleh University of Reading, sebanyak 130 peserta mengonsumsi 400gr brokoli dengan kandungan glukorafanin tinggi.

Hasilnya, setelah 12 minggu terjadi penurunan kolesterol jahat sekitar 6%. Meskipun penurunan kadar kolesterol LDL hanya sedikit, penurunan 1% kadar kolesterol di masyarakat berarti bahwa risiko penyakit jantung koroner pun menurun sekitar 1% sampai 2%.

Baca Juga: Bagaimana Pola Makan Setelah Detox?

#6. Wortel

Wortel mengandung serat pangan yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol, dan trigliserida.

Secara keseluruhan, konsumsi wortel secara rutin mampu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi oksidasi lipid darah yang menyebabkan serangan jantung menurut pembahasan ini.

#7. Umbi-umbian

Umbi-umbian yang mudah ditemukan di sekitar Anda ternyata bisa menurunkan kolesterol.

Di sini dijelaskan bahwa umbi-umbian bisa membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat hingga 6%.

#8. Shirataki

Mie shirataki memiliki serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Selain itu, mie shirataki juga menurunkan berat badan secara keseluruhan, menurunkan kadar trigliserida, kolesterol jahat, dan manfaat lainnya.

#9. Flaxseed

Flaxseed mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan, termasuk menaikan kadar kolesterol baik.

Agar Anda mendapat banyak manfaat kesehatan dari flaxseed, gunakan minyak atau flaxseed yang sudah ditumbuk.

#10. Bawang Putih

Efek bawang putih untuk menurunkan kolesterol sebenarnya belum jelas. Menurut analisis yang dilakukan tahun 2019, bawang putih dapat mencegah penyakit jantung, namun tidak menurunkan kolesterol.

Namun, bawang putih memiliki manfaat kesehatan lain. Salah satunya adalah menurunkan tekanan darah.

Baca Juga: Jenis-Jenis Healthcheck Yang Sebaiknya Anda Lakukan dan Parameternya

#11. Terong

Terong mengandung antioksidan yang bisa menurunkan kolesterol jahat serta mengandung serat pangan.

Di samping itu, terong mengandung nutrisi penting yang diperlukan oleh sistem imun, membantu fungsi otak, dan mencegah pembekuan darah serta mendukung kesehatan tulang menurut artikel ini.

#12. Teh Hijau

Penelitian mengindikasikan bahwa kandungan antioksidan dalam teh hijau mungkin bisa menurunkan kolesterol.

Menurut jurnal ini, teh hijau mampu menurunkan kolesterol LDL. Namun, konsumsi teh hijau tidak mempengaruhi kolesterol HDL.

#13. Kedelai

Kacang kedelai dan produk kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai bisa sedikit menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Kedelai termasuk sumber protein baik yang bisa menurunkan kolesterol secara keseluruhan jika Anda mengganti konsumsi daging sapi dengan kedelai.

#14. Angkak

Angkak adalah nasi putih yang difermentasi dengan ragi. Makanan ini dikonsumsi sebagai obat herbal di Cina.

Beberapa produk suplemen nasi ragi merah mampu menurunkan kolesterol karena mengandung monacolin K yang efektif untuk menurunkan kolesterol.

Namun, konsumsi herbal ini sebaiknya diawali dengan pemeriksaan dokter karena menurut penelitian ini angkak bisa menyebabkan kerusakan ginjal, hati, dan otot.

Baca Juga: Buah Lokal vs Buah Impor & Masing-masing Manfaatnya

#15. Jahe

Penelitian tahun 2014 menyebutkan bahwa konsumsi jahe dapat menurunkan kolesterol dan kadar trigliserida.

Di samping itu, penelitian tahun 2008 menunjukkan bahwa jahe mampu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik.

#16. Oyong

Oyong merupakan sumber vitamin C dan K1. Vitamin C meningkatkan daya tahan tubuh sementara vitamin K1 adalah vitamin serat lemak yang membantu pencegahan pembekuan darah.

Oyong mengandung zat antioksidan polifenol, flavonoid, dan isoquercetin, vitamin A dan vitamin C untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Konsumsi oyong dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan inflamasi dalam tubuh yang menyebabkan penyakit jantung.

Baca Juga: Puasa Malah Makin Gemuk? Ini Sebab dan Solusinya

#17. Jeruk

Jeruk termasuk pilihan terbaik sebagai pilihan obat herbal kolesterol tinggi.

Selain mudah ditemukan, jeruk mengandung vitamin C tinggi, mineral, dan antioksidan yang membantu kesehatan jantung serta menurunkan kolesterol.

Jeruk juga menurunkan risiko penyakit ginjal menurut penjelasan ini.

Baca Juga: Langkah Praktis Merampingkan Perut yang Buncit

#18. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh dan serat yang mampu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Studi klinis mengkonfirmasi manfaat alpukat untuk menurunkan kolesterol LDL dan penggunaan buah satu ini sebagai obat herbal kolesterol.

#19. Cokelat Hitam dan Kakao

Kakao adalah kandungan utama cokelat hitam.

Meskipun cokelat kedengarannya seperti makanan jahat, faktanya cokelat hitam dan kakao mampu menurunkan kadar kolesterol jahat berdasarkan penelitian ini.

Kakao dan cokelat hitam juga melindungi oksidasi kolesterol jahat yang menjadi penyebab utama penyakit jantung berdasarkan publikasi ini.

Baca Juga: 5 Fakta Ilmiah Dibalik Puasa Ramadhan

#20. Minyak Zaitun

Minyak zaitun murni bisa menjadi solusi obat herbal kolesterol ampuh.

Penelitian yang dilangsungkan selama 5 tahun membuktikan manfaat minyak zaitun untuk kolesterol.

Minyak zaitun mampu menurunkan risiko penyakit jantung seperti stroke dan serangan jantung hingga 30% menurut penelitian ini.

Kelebihan dan Kekurangan Obat Herbal Kolesterol

Mengonsumsi obat herbal atau suplemen yang berasal dari tumbuhan untuk menurunkan kolesterol memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Berikut ini kelebihan obat herbal kolesterol:

  • Buah dan sayur adalah komposisi utama obat herbal penurun kolesterol.
  • Anda bisa mengolah buah dan sayur sesuai selera, seperti jus, sayur, atau salad buah.
  • Kalau Anda kesulitan memproses buah dan sayur, Anda bisa memperoleh ekstrak tanaman herbal yang dijual di pasaran.
  • Penggunaan suplemen dan obat herbal umumnya tidak mempengaruhi perawatan medis.
  • Cukup banyak penelitian yang mendukung konsumsi buah dan sayur untuk menurunkan kolesterol dan pencegahan penyakit jantung.

Kekurangannya:

  • Penggunaan bahan alami untuk menurunkan kadar kolesterol jahat harus dibarengi dengan gaya hidup sehat.
  • Kebanyakan suplemen dan obat herbal pasaran tidak diregulasi sehingga efek samping yang Anda alami mungkin tidak selalu diketahui.

Jus Buah dan Sayur untuk Menurunkan Kolesterol

Dari 20 tanaman obat herbal kolesterol di atas, Anda bisa menentukan mana yang sekiranya mudah Anda peroleh dan Anda suka.

Meskipun penelitian membuktikan kandungan buah dan sayur di atas memang mampu menurunkan kolesterol, Anda dituntut untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan pola makan teratur.

Kalau Anda memiliki kolesterol tinggi dan sudah mengunjungi dokter untuk meminta perawatan medis, dokter umumnya meminta Anda untuk mengubah gaya hidup

Sayangnya, perubahan gaya hidup tidak bisa dilakukan mendadak.

Ada tahapan yang harus Anda jalani agar Anda terbiasa mengonsumsi buah dan sayur untuk menurunkan kolesterol.

Baca Juga: 5 Resep Jus Detoks untuk Anda yang Sibuk dan Ingin Diet

Meskipun Anda bisa memilih konsumsi obat herbal dan suplemen, tak ada jaminan bahwa keduanya bisa menjaga kadar kolesterol Anda tetap dalam batas aman selama Anda tidak mengubah kebiasaan makan.

IT’s Buah melalui produk jus buah dan sayur mengajak Anda hari ini untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, teratur, dan menyenangkan tanpa masalah kolesterol.

Dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur, Anda diharapkan beralih secara perlahan ke gaya hidup sehat dan pola makan teratur untuk mengendalikan kadar kolesterol jahat tubuh dalam jangka waktu lama.

Jus sayur dan buah dari IT’s Buah diproses dengan teknik cold-pressed sehingga disebut cold-pressed juice.

Keunggulan cold-pressed juice adalah kandungan vitamin, mineral, enzim, dan nutrisi dalam buah dan sayur yang tetap utuh karena tanpa proses pemanasan.

Selain itu, cold-pressed juice tidak menyertakan serat yang memberatkan kinerja sistem pencernaan sehingga kandungan buah dan sayur langsung bisa dicerna oleh tubuh dan diedarkan dalam aliran darah.

Kalau Anda mencari solusi penurun kolesterol selain obat herbal, cold-pressed juice IT’s Buah menawarkan program detoksifikasi untuk mengubah gaya hidup Anda yang berdampak langsung terhadap kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Artikel Terkait:
Sudahkah Anda Tahu Apa Itu Proses Detoksifikasi?
Penyakit, atau Gejala Detoksifikasi Tubuh?
Manfaat Detoksifikasi Racun dan Kaitannya dengan Diet


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *