Olahraga yang Sesuai jika ingin Sehat dan Langsing

Beri tahu teman-teman Anda

Jika ingin sehat dan langsing, kita perlu juga memilih olahraga sehat yangs sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang kita miliki. Simak selengkapnya dibawah ini yuk!

Olahraga-yang-Sesuai-jika-ingin-Sehat-dan-Langsing

Halo Sahabat Sehat,

Apa yang langsung terlintas dalam benakmu saat mendengar kata “Olahraga”?. Apakah itu sehat? menyegarkan? melelahkan? Atau mungkin malah malas?. Memang sih pandangan orang terhadap aktivitas fisik ini berbeda-beda, ada yang hobi sampai bisa melakukannya berkali – kali dalam satu hari, sebaliknya ada juga yang  tidak suka hingga terus berusaha menghindarinya.

Nah… terlepas dari suka atau tidaknya kamu terhadap olahraga, penelitian menunjukkan kalau sangat penting untuk melakukan olah fisik tersebut setiap hari, bahkan walaupun hanya 15 menit saja.

Alasannya?

Olahraga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini peran aktivitas fisik sangat penting, sebab dengan rajin berolahraga imunitas tubuh akan meningkat hingga dapat membantu membentengi diri dari penularan covid-19. Manfaat lainnya yang tidak kalah hebat dari olahraga adalah mampu menurunkan berat badan serta membantu kita membentuk tubuh ideal.

Ah bohong, teman saya sudah sering berolahraga tapi masih saja kelebihan berat badan.

Tidak semudah yang diucapkan memang, tapi percayalah dengan perhitungan yang tepat dan olahraga yang benar menurunkan berat badan itu benar-benar bisa diwujudkan.

Contohnya…?

Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu kalau lemak berlebih yang ada dalam tubuh merupakan simpanan kalori yang belum perlu digunakan. Sekedar info saja, kalori adalah sejumlah energi yang kita dapatkan dari asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Energi itulah yang nantinya berperan sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh dari kaki hingga kepala.

Segala sesuatu yang di lakukan tubuh membutuhkan sejumlah energi, adapun banyak atau sedikitnya tergantung dari intensitas pekerjaan yang dilakukan. Misalkan Energi untuk olahraga 150 kalori, duduk 100 kalori, tidur 95 kalori, dan lain-lain.

Lalu bagaimana jika makanan atau minuman yang dikonsumsi memiliki lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh?

Nantinya kalori yang belum perlu digunakan itu akan disimpan dahulu di beberapa bagian dalam tubuh (perut, paha, pinggul dll) berbentuk lemak. Jadi kalau pembakaran kalori dalam tubuh lebih sedikit daripada jumlah kalori yang masuk maka menurunkan berat badan tidak akan bisa terjadi. Hal ini sekaligus menjawab kenapa masih ada orang yang rajin olahraga tapi berat badannya tidak turun-turun.

Baca Juga : Kenapa Buah dan Sayur dianjurkan Untuk Tingkatkan Imun?

Bagaimana cara menghitung kalori dan olahraga yang tepat?

#1. Kenali Kebutuhan Kalori Anda

Langkah  pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengenali kebutuhan kalori tubuh.

Untuk wanita, yang berusia kisaran 26-50 tahun biasanya membutuhkan sekitar 2.000 kalori untuk bisa memiliki energi yang cukup. Sedangkan untuk yang berusia lebih muda (awal 20-an) memerlukan lebih banyak kalori yaitu 2.200 per hari.

Pada pria, secara umum 2.200 – 3.000 adalah jumlah kebutuhan rata-rata kalori per hari, kebutuhan itu pun dapat berubah tergantung dari usia dan tingkat aktivitas fisik sehari-hari.

#2. Membatasi Jumlah Kalori yang Masuk

Langkah kedua Setelah mengetahui kebutuhan kalori perhari adalah “membatasi jumlah kalori yang masuk”. 

Untuk yang baru memulai, menentukan menu makanan sehari-hari mungkin adalah fase yang melelahkan karena terlebih dahulu harus menghitung takaran jumlah kalori dari setiap makanan dan minuman yang ingin di konsumsi.  Tapi setelah berjalan beberapa waktu pasti akan lebih mudah.

#3. Mulai Berolahraga

Langkah ketiga, mulai berolahraga.

Proses pembakaran dan metabolisme tubuh setiap orang berbeda-beda, itulah yang kemudian membuat hitungan kalori dan berat badan tidak bisa tepat 100 persen. 

Dalam 1 pound (0,45 kg) lemak diperkirakan mengandung 3.500 kalori jadi jika 1 kg berat = 2,2 pound, maka kalori yang perlu dibakar adalah sekitar 7.700 untuk menurunkan 1 kg berat badan.

Jadi Apabila olahraga yang  dilakukan mampu membakar 500 – 1000 kalor perhari maka dibutuhkan 1 minggu untuk menurunkan 1 kg berat badan. Menarik bukan?!

Baca Juga : Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Isoman

Menyesuaikan Jenis Olahraga dengan Kemampuan Kita

Iya memang terlihat mudah, tapi pada prakteknya olahraga itu ternyata sangat sulit dan merepotkan.

Eh siapa bilang? variasi olah fisik itu sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kemampuan kita. Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang banyak membakar kalori dan menurutkan berat badan:

  • Pertama: HIIT (High Intensity Interval Training).

Olahraga ini di sebut mampu membakar kalori paling cepat dan efektif, karena efek pembakaran yang dihasilkan dapat terus dirasakan bahkan setelah sesi olahraga berakhir.

Adapun gerakan dari HIIT Ini merupakan kumpulan dari berbagai jenis gerakan fisik yang temponya diatur mulai dari intensitas tinggi ke rendah dengan memberikan jeda untuk pengulangan gerakan.

Misalkan melakukan Push Up sebanyak 15 kali, lalu istirahat 15 detik untuk kemudian kembali melakukan gerakan Push Up. Sesi ini dilakukan beberapa kali dengan variasi waktu yang telah di tetapkan.

Sobat tak perlu khawatir kesulitan mengikuti gerakan HIIT karena ada segudang variasi gerakan yang dapat dicoba seperti Crunches, Jump Squat, Plank, Burpes, Side Lunges dll. Silahkan sesuaikan dengan kemampuan Sobat.

Pagi hari dan saat perut sedang kosong adalah waktu paling tepat untuk menerapkan latihan HIIT ini. Adapun jumlah kalori yang terbakar dapat mencapai 500 sampai 1000 kalori perjam.

  • Kedua: Lari

Olahraga Yang dimaksud disini adalah lari yang menggunakan kecepatan (tinggi/sedang) bukan lari santai seperti jogging  ataupun aktivitas yang melibatkan hati seperti lari dari kenyataan. 

Jumlah kalori yang mampu dibakar olahraga ini sekitar 900 – 1500 kalori. Adapun yang disarankan untuk melaksanakan olahraga ini adalah pagi hari atau sore hari sedangkan malam hari tidak direkomendasikan. Selain karena tubuh sudah memasuki mode istirahat, kualitas udara saat malam hari pun kurang baik.

  • Ketiga: Lompat Tali

Salah besar jika Sobat memandang rendah olahraga ini, karena walaupun terlihat seperti permainan anak-anak  jumlah kalori yang mampu dibakar ketika bermain lompat tali 750 -850 kalori perjam.

Bukan tanpa alasan kalau banyak merekomendasikan lompat tali sebagai aktivitas pembakar kalori favorit, karena hanya dengan bermodal alat sederhana saja kita sudah dapat melakukan olahraga ini kapan saja dan dimana saja.

Bagaimana? Setelah membaca sampai poin ini Sobat sekarang tentu sadar kalau ternyata olahraga itu tak sesulit yang dibayangkan. Ada banyak pilihan yang dapat di coba sesuai kemampuan kamu. Jadi… yuk gerakkan badanmu dan mulai olahraga sekarang juga!

Kesimpulan

Lemak merupakan kumpulan cadangan kalori/energi yang masih menunggu waktu untuk digunakan. Disimpan di beberapa bagian tubuh seperti perut, paha dan pinggul. Salah satu cara terbaik untuk membakar kalori adalah dengan berolahraga. Setiap jenis olahraga memiliki kemampuan membakar kalori yang berbeda tergantung dari intensitas gerakannya. Adapun 3 jenis olahraga yang mudah dilakukan namun memiliki dampak besar adalah HIIT, Lari dan Lompat tali.

Minum jus its buah setelah melakukan aktivitas fisik sangat direkomendasikan. Selain enak dan menyegarkan, kandungan vitamin dari berbagai jenis buah segar di dalamnya mampu mengembalikan ion tubuh yang berkurang setelah olahraga. Silahkan cek itsbuah.com untuk info lengkapnya.

Baca Juga : 5 Cara Bentengi Imunitas Tubuh Dari Dalam


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *