PCOS Bisa Hamil? Ini Kemungkinannya

Beri tahu teman-teman Anda

Apakah penyintas sindrom PCOS bisa hamil? Seberapa besar kemungkinannya? Apa yang harus dilakukan agar bisa pulih dan meningkatkan kemungkinan hamil? Simak pembahasannya berikut ini.

PCOS-Bisa-Hamil-Berapa-Kemungkinannya
Bisakah penyintas sindrom PCOS hamil? Seberapa besar kemungkinannya?

Wanita mengalami banyak perubahan sesuai dengan rentang usia masing-masing. Sudah sewajarnya bagi wanita maupun pria untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh. Namun, wanita dituntut untuk menaruh perhatian lebih pada kesehatan tubuh dan penampilan.

Tak jarang, tuntutan seperti ini membuat wanita sangat sadar diri, terutama dengan hal-hal negatif yang mulai muncul pada tubuh.

Ada yang mengeluhkan soal siklus menstruasi yang tidak teratur, munculnya rambut di sejumlah area tubuh, gangguan kosmetika (timbul jerawat), hingga kenaikan berat badan. Umumnya, gejala-gejala di ini tidak memerlukan perhatian mendalam.

Gejala-gejala tersebut dialami oleh sebagian besar wanita dan akan hilang setelah menjalani perawatan, diet, terapi, atau perubahan gaya hidup dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sayangnya, ternyata perubahan-perubahan tersebut juga bisa menjadi gejala awal infertilitas.

Menurut Dokter Spesialis Ginekologi dan Onkologi, H. Budi Santoso, fenomena hair tidak teratur, munculnya rambut di area tubuh, dan gangguan kulit seperti jerawat termasuk ke dalam tanda awal sindrom ovarium polikistik.

Loading...

PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan istilah medis untuk menyebut gangguan hormonal pada ovarium yang membesar dengan kista kecil di tepi luar. Biasanya, fenomena ini terjadi pada wanita di usia subur. Meski bukan merupakan penyakit, namun sindrom ini bisa menyebabkan masalah serius.

Lalu, apakah sebetulnya pasien pcos bisa hamil? Simak dulu pembahasan berikut.

Artikel Terkait:
Resep Ampuh Atasi PCOS: Diet & Detoks
5 Obat Maag untuk Ibu Menyusui dari Bahan Alami

Apa Penyebab PCOS?

Masalah ini pertama kali ditemukan oleh Antonio Vallisneri, Irving Stein, dan Michael Leventhal. Namun, pada saat itu belum diketahui variabel apa saja yang memperkuat derajat abnormalitas kondisi pcos. Seiring berjalannya waktu, penanganan sindrom ini pun mulai berkembang.

Salah satu hasilnya memverifikasi adanya pengaruh gaya hidup terhadap tingginya resiko pcos. Diketahui bahwa wanita dengan pola makan tidak seimbang cenderung ‘mudah terserang’ sindrom ovarium polikistik. Karenanya, sering dijumpai wanita pcos memiliki kebiasaan untuk makan berlebih.

Hal tersebut sebetulnya bukan masalah besar apabila diimbangi dengan aktivitas fisik teratur. Sayangnya, wanita pcos biasanya tidak melakukan olahraga untuk menjaga berat badannya. Padahal, kegemukan merupakan salah satu faktor yang menaikkan resiko pcos pada seseorang.

Kelebihan asupan lemak maupun kalori dapat memicu penurunan kerja sel tubuh terhadap insulin. Hal ini akan menyebabkan pankreas memproduksi insulin lebih banyak lagi. Dengan demikian, tubuh mengalami resistensi insulin.

Bila kadar insulin di dalam darah melebihi batas normal, maka akan memicu terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan folikel.


Kondisi ini menghalangi proses pengeluaran sel telur yang kemudian mengakibatkan wanita beresiko infertil.

Manifestasi yang cukup terlihat dari anovulasi (gangguan ovulasi) tersebut ialah siklus haid menjadi tidak beraturan.

Pada wanita yang mengalami PCOS, tubuh menghasilkan hormon androgen dalam jumlah lebih banyak dari jumlah normal.  Adanya dominasi hormon tersebut menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada tubuh wanita.

Dampak yang mungkin muncul akibat hormonal imbalance dan tingginya kadar androgen ialah hirsutisme, binge eating disorder, dan gangguan psikologis.

Hirsutisme ialah suatu fenomena yang lumrahnya terjadi pada pria, seperti tumbuh bulu di sejumlah area tubuh. Hal ini dikatakan tidak wajar apabila terjadi pada wanita.

Penanganan untuk hirsutisme ini sebetulnya bisa dilakukan dengan treatment IPL, wax, atau metode semacamnya. Namun, cara tersebut hanya akan mengurangi jumlah rambut; tidak mengatasi sumber masalahnya (pcos).

Adapun binge eating disorder ialah kelainan pada pola makan. Biasanya diidentikkan dengan kebiasaan makan berlebih.

Secara umum, binge eating disorder tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, kalau terlalu sering dilakukan, kebiasaan ini dapat mengarah pada peningkatan resiko pcos.

Kendati demikian, pcos tidak hanya dialami oleh wanita dengan berat badan berlebih. Wanita yang bobot tubuhnya normal pun bisa mengalami sindrom ovarium polikistik. Hanya saja, tipe sindromnya berbeda.

Dari situ, sindrom ovarium diklasifikasikan menjadi dua macam, yakni tipe obesitas dan slim.

Pada tipe pertama, pcos disebabkan oleh tingginya kadar insulin dalam darah. Hal ini kemudian menyebabkan resistensi insulin yang berdampak pada pembentukan folikel.

Adapun, pada tipe slim, sindrom terjadi lantaran tubuh menyimpan hormon luteinizing dalam jumlah cukup tinggi.

Luteinizing hormone diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Hormon ini berperan mengatur siklus menstruasi serta ovulasi. Memang, konsentrasinya akan bertambah saat memasuki fase haid, namun kadar yang terlalu tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi.

Kedua masalah pcos ini memiliki penanganan yang berbeda, namun sama-sama memerlukan ketelatenan. Penderita masing-masing pcos tetap diharuskan menata gaya hidupnya.

Bedanya, pada penderita pcos obes, sindrom dapat dikendalikan dengan cara menurunkan berat badan sebanyak 10 persen dari badan awal. Adapun pada wanita dengan pcos slim bisa mengurangi resiko infertilitas dengan mengonsumsi obat tertentu.

Karena pcos sering dikaitkan dengan infertilitas, maka muncul pertanyaan : apakah wanita PCOS bisa hamil? Berikut ulasan selengkapnya.

Artikel Terkait:
Obat Maag untuk Ibu Hamil: 4 Alternatif Alami & Sehat
6 Makanan Pereda Maag dan Gerd
Pola Diet Untuk Penderita Sakit Maag Kronis

PCOS Bisa Hamil?

“Apakah wanita pcos bisa hamil?”

Perlu diketahui bahwa tubuh wanita sebenarnya memproduksi hormon pria. Namun hormon tersebut diproduksi dalam jumlah sedikit. Dengan kondisi sebaliknya, wanita pcos mungkin menyimpan hormon pria (dalam hal ini androgen) lebih banyak daripada wanita lainnya.

Efek dari hal tersebut ialah folikel pada ovarium bakal sulit ‘membuka’ untuk melepas sel telur (ovum). Jika folikel yang berisi cairan tidak membuka, maka proses ovulasi atau pelepasan sel telur bisa terhenti sesekali lalu memengaruhi kesuburan wanita tersebut.

PCOS sering diasosiasikan dengan infertilitas atau gangguan kesuburan, karena siklus haid yang menjadi tidak teratur. Haid yang ‘jarang’ adalah tanda sel telur tidak dilepaskan dengan baik.

Meski siklus haid terganggu, namun penderita pcos tetap memproduksi hormon wanita dalam jumlah normal. Jadi, wanita pcos bisa hamil (masih bisa menghasilkan keturunan).

Beberapa Gejala PCOS Yang Mudah Dideteksi 

Anda mungkin berpikir bahwa gangguan hormonal ini hanya dialami wanita dewasa saja. Kenyataannya, PCOS dapat menyerang remaja usia 15 tahun. Beberapa gejala yang mudah dikenali ialah :

a) Siklus haid tidak teratur

Seperti yang sudah dibahas, wanita dengan pcos mengalami menstruasi yang tidak teratur. Terkadang, waktu berlangsungnya berkepanjangan. Menstruasi tidak teratur ini disebabkan oleh kurangnya ovulasi. Dengan demikian, lapisan dinding rahim pun tidak kunjung luruh sehingga menyebabkan wanita jarang haid.

b) Pendarahan 

Meski jarang haid, wanita pcos bisa saja mengalami pendarahan hebat. Itu karena lapisan rahim menumpuk untuk kurun waktu yang lama. Sehingga, ketika waktunya tiba, penderita bisa saja mengalami pendarahan yang lebih berat.

c) Mudah gemuk 

Berdasarkan data yang ditunjukkan Harvard Health, sekitar 40–50 persen wanita yang mengalami gangguan pcos beresiko mengalami obesitas. Biasanya, kenaikan berat badan ini tidak dapat diatasi dengan mudah. Dengan kata lain, mereka cenderung sulit untuk menurunkan berat badannya.

d) Masalah kosmetika

Meski terjadi di dalam tubuh, perubahan hormon yang dialami wanita pcos dapat memberi dampak bagi penampilan mereka. Misalnya, wanita pcos akan memiliki wajah berminyak, berjerawat, atau rambut rontok, dsb.

e) Warna hitam di sekitar lipatan selangkangan dan ketiak 

Wanita dengan PCOS biasanya juga memiliki bercak hitam pada lipatan tubuh.

f) Muncul rambut/bulu

Muncul rambut di beberapa bagian tubuh (misal : rambut di atas bibir, dada, cambang, dan lain sebagainya)

Pertumbuhan rambut di bagian tubuh tertentu ini dialami oleh 70 persen wanita yang mengalami pcos. Mereka memiliki rambut yang tumbuh di area punggung, perut, wajah dan dada.

g) Sulit tidur 

Biasanya, wanita yang memiliki pcos punya masalah dengan tidur. Terkadang, mereka juga mudah merasa capek atau kurang istirahat. Parahnya lagi, gejala sindrom dibarengi dengan sakit kepala yang cukup mengganggu.

Seorang blogger bernama Astri Puji Lestari pernah didiagnosa pcos karena pola istirahat yang tidak teratur. Dalam kisah pribadinya, Astri menceritakan bahwa ia memang kerap tidur larut. Bahkan, ia sering melakukannya dengan sengaja lantaran kesibukan atau hobinya membaca komik.

Pada akhirnya, Astri harus mengubah pola tidurnya untuk mengurangi resiko pcos. Kini, ia hamil anak pertama dan sudah memasuki masa 7 bulan kehamilan (per bulan Oktober).

Anda bisa meniru Astri dengan mengubah jadwal tidur sesuai anjuran gaya hidup sehat. Orang dewasa biasanya membutuhkan waktu tidur selama 7 sampai 8 jam setiap malam. Jika kurang dari itu, resiko PCOS patut Anda waspadai.

h) Kista di ovarium, bisa diketahui melalui cek USG

Adanya kista di ovarium bisa dilihat melalui USG. Adapun kadar hormon androgen (salah satu penyebab pcos) dapat diketahui melalui tes darah.

PCOS Pada Remaja dan Pencegahannya

Pada remaja usia reproduktif, gejala pcos kerap tidak terlihat. Bahkan, orang dewasa pun harus melakukan pemeriksaan USG transrectal lebih dulu untuk dapat mendeteksi gangguan tersebut.

Jika terdiagnosis pcos, sebaiknya Anda segara melakukan modifikasi gaya hidup. Sebab, kalau dibiarkan, sindrom ovarium polikistik ini dapat mengarah pada kemandulan.

Beberapa dampak lainnya yang juga mengkuti  sindrom ini ialah diabetes gestasional, sindrom metabolis, kanker endometrium, hipertensi gestasional, dan jantung.

Mempraktikkan pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah sindrom. Jadi, segera perbaiki gaya hidup Anda apabila gejala sindrom sudah terdeteksi sejak remaja.

Mengetahui pcos dapat dialami sejak masa pubertas, maka hal yang dapat Anda lakukan ialah berkonsultasi ke tenaga kesehatan atau dokter. Lalu, Anda bisa mengonsumsi obat yang mendukung penurunan LH, seperti pil kb. Biasanya, pemberian obat bisa dilakukan selama 4-6 bulan sembari memonitor kondisi tubuh.

Perlu diketahui bahwa pcos merupakan preventable desease. Dengan demikian, Anda bisa melakukan pencegahan untuk menghindarinya.

Dalam hal ini, dokter menyarankan Anda untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D atau magnesium.  Kurangi asupan karbo dan makanan olahan. Lalu, perbanyak aktivitas fisik.

Artikel Terkait:
7 Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak

Agar Wanita dengan Sindrom PCOS Bisa Hamil

Wanita dengan masalah pcos tidak harus suntik antibiotik tertentu untuk dapat mengeluarkan sel telur yang sehat. Anda bisa memperbaikinya melalui modifikasi gaya hidup.

Seperti yang sudah dibahas, pcos bisa dipulihkan melalui kebiasaan-kebiasaan baik. Namun, perilaku ini sebaiknya dibangun secara berkala atau kontinu. Anda harus membiasakan konsumsi makanan dengan pola gizi seimbang, juga tidak boleh mengasup lemak jenuh secara bebas – melainkan harus diperhatikan porsinya.

Anda yang memiliki sindrom ini juga disarankan untuk menghindari makanan asin dan manis. Selain itu, makanan olahan, bahan pangan instan, dan minuman bersoda dengan tambahan pemanis buatan mesti dibatasi secara bijak.

Tak hanya itu, seorang PCOS fighter juga mesti hati-hati dalam mengonsumsi karbohidrat atau makanan bertepung. Pantangan utamanya ialah karbohidrat sederhana seperti gula pasir, jelly, dan candy.

Sebagai gantinya, Anda mesti memperbanyak makan buah dan sayuran segar (kalau bisa yang berlabel organik). Penting juga untuk berolahraga fisik secara rutin. Tidak perlu olahraga berat yang menguras banyak keringat, Anda bisa mencoba jalan kaki selama 45 menit untuk manfaat yang maksimal.

Cara ini sudah terbukti efektif bagi penderita pcos karena tidak menyebabkan lelah ekstrem. Selain itu, jalan kaki selama 45 menit dapat membantu merangsang sel-sel dalam tubuh untuk menghasilkan metabolisme yang lebih baik.

Olah fisik dan mengubah pola makan bukan berarti meminimalisasi waktu makan. Anda tetap bisa makan dengan jadwal normal, termasuk nyemil. Namun, sebaiknya tepat waktu dan memilih menu yang sehat.

Cold-pressed Juice Untuk Tekan Resiko PCOS

Baiknya konsumsi bahan pangan alami ditingkatkan supaya wanita pcos bisa hamil. Buah, sayur, dan bahan pangan alami adalah pilihan yang tepat. Sebab, makanan ini efektif dalam menyeimbangkan hormon di dalam tubuh.

Tak hanya itu, Anda juga disarankan untuk mengasup  asam lemak omega 3 untuk menurunkan kadar hormon androgen di dalam tubuh.

Adapun beberapa sayuran yang disarankan ialah kembang kol, kubis, brokoli, dan sebagainya. Sayuran tersebut mengandung indole 3 carbinol (I3C) yang dikenal baik untuk keseimbangan hormon.

Lalu, bahan pangan organik yang mengandung magnesium dapat membantu menurunkan berat badan. Tetapi, tidak disarankan bagi wanita pcos tipe slim. Sebab, makanan tinggi magnesium dapat meningkatkan kadar LH.

Anda bisa mengonsumsi pangan alami dengan dimasak terlebih dahulu atau disantap langsung. Namun, akan lebih baik kalau disajikan dalam variasi bentuk, seperti sup, tumis, bubur, aneka panggangan, dsb.

Tak ada salahnya mencoba cold pressed juice. Minuman ini hadir sebagai asupan nutrisi alami sekaligus pelengkap gaya hidup sehat. Terbuat dari kombinasi buah dan sayuran tertentu, cold pressed juice bisa menghemat waktu Anda dalam menyiapkan menu sehat.

Minuman fungsional ini juga memiliki enzim-enzim yang berkontribusi positif terhadap kesehatan penderita pcos. Kandungan nutrisinya cukup terjaga lantaran tidak ada heat treatment yang dapat mendegradasi kandungan enzim baik di dalamnya.

Jangan tunda lagi untuk memulai hidup sehat. Sebab, sindrom ovarium polikistik dapat menyebabkan resiko komplikasi yang terus meningkat. Membiarkan masalah ini tanpa penanganan tepat sama saja dengan menumpuk penyakit berbahaya. Inilah beberapa masalah yang mungkin ditimbulkan di kemudian hari.

Artikel Terkait:
5 Resep Jus Detoks untuk Anda yang Sibuk dan Ingin Diet
Detoksifikasi: Pahami Ini Sebelum Anda Mulai
Simak! Ini 5 Ciri Racun Keluar dari Tubuh

a) Diabetes Mellitus

Pada pcos tipe obes, penderita mengalami resistensi insulin yang merupakan gejala awal untuk penyakit diabetes mellitus tipe 2. Gejala diabetes pada wanita pcos ini biasanya terdeteksi 4 tahun lebih cepat dibandingkan pasien tanpa pcos.

b) Masalah Kardiovaskular

Meski wanita pcos bisa hamil, tetapi belum tentu aman dari masalah kardiovaskular. Resiko ini menjadi lebih tinggi apabila penderita sindrom mempertahankan gaya hidup kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang olah fisik.

Penelitian yang terbit dalam European Journal of Preventive Cardiology juga menemukan bahwa wanita pcos cenderung mengadopsi gaya hidup yang kurang sehat. Alhasil, mereka memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit kardiovaskular.

c) Dyslipidemia

Dyslipidemia memainkan peran cukup penting dalam meningkatkan resiko pcos. Hampir semua wanita yang memiliki pcos mengalami gangguan dyslipidemia.

Keduanya bisa saling berkaitan karena wanita pcos biasanya mengalami kelainan lipid. Hal ini juga didukung oleh studi terbaru. Adanya perbedaan pola lipid ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ialah hormon androgen dan lemak berlebih.

d) Hyperplasia

Jumlah folikel kistik yang terus bertambah juga dapat menyebabkan komplikasi lain. Hyperplasia misalnya. Hyperplasia ialah fenomena meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada organ tertentu. Dalam hal ini, hyperplasia menyebabkan wanita pcos beresiko  mengalami kanker endometrium, yakni jenis kanker yang menyerang lapisan rahim.

Yes! PCOS Bisa Hamil!

Wanita pcos bisa hamil apabila ditunjang dengan gaya hidup yang tepat. Meski begitu, sindrom ini tidak bisa disembuhkan melalui pengobatan biasa.

Gejalanya akan terus mereda seiring menurunnya berat badan. Terlebih jika ditunjang dengan konsumsi pangan organik, maka wanita pcos bisa hamil dan memiliki kesuburan lebih baik.

Jika Anda terdiagnosis pcos, sebaiknya ambil prosedur medis khusus atau mulai praktikkan healthy living. Jangan dibiarkan saja karena sindrom ovarium polikistik ini dapat berkembang menjadi masalah jangka panjang.

Sekarang, kembali pada diri Anda sendiri apakah ingin mengubah pola hidup dari sekarang atau tidak.

Artikel terkait:
Berhasil Punya Momongan Setelah 5 Tahun Berjuang Melawan PCOS


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *