Resep Ampuh Atasi PCOS : Diet plus Detoks

Beri tahu teman-teman Anda

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS) biasanya ditandai oleh menstruasi yang tidak teratur atau tanpa menstruasi sama sekali. Biasanya mereka yang menderita PCOS memiliki banyak kista di ovariumnya, yang disebabkan oleh produksi hormon yang berlebihan yang disebut androgen dan insulin.

Sekitar 50 persen wanita dengan gangguan tersebut menderita kelebihan berat badan atau obesitas. Bukan hanya dari pola makannya, namun hormon yang tidak seimbang membuat penderita PCOS sulit menurunkan berat badan. Gejala umum PCOS termasuk:

  • Kulit berminyak dan jerawat
  • Hirsutisme (berbulu berlebihan) berupa kumis, dan bulu tangan maupun kaki
  • Berat badan sulit turun

Penderita PCOS sering ditemukan memiliki tingkat insulin dan androgen yang lebih tinggi dari biasanya. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas. Ini membantu sel-sel di tubuh mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Jika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, kadar gula darah bisa naik. Ini juga bisa terjadi jika resisten insulin, yang berarti tidak dapat menggunakan insulin yang produksi secara efektif.

Jika seseorang resisten terhadap insulin, tubuh mungkin mencoba memompa insulin dalam jumlah tinggi dalam upaya menjaga kadar gula darah tetap normal. Kadar insulin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ovarium memproduksi lebih banyak androgen, seperti testosteron. Resistensi insulin juga dapat disebabkan oleh indeks massa tubuh di atas kisaran normal. Resistensi insulin dapat mempersulit penurunan berat badan, itulah sebabnya wanita dengan PCOS sering mengalami masalah ini.

Diet tinggi karbohidrat olahan, seperti makanan bertepung dan bergula, dapat membuat resistensi insulin, dan karenanya penurunan berat badan, lebih sulit dikendalikan. Oleh karena itu IT’s Buah memberikan penawaran challenge sehat yang bisa bantu atasi PCOS.

Makanan apa yang dianjurkan?

Makanan yang dianjurkan untuk ditambahkan dalam makanan penderita PCOS adalah :

  1. Sayuran berserat tinggi
  2. Protein rendah lemak
  3. Rempah-rempah anti inflamasi untuk bumbu

Makanan berserat tinggi dapat membantu melawan resistensi insulin dengan memperlambat pencernaan dan mengurangi dampak gula pada darah. Selain itu sangat bermanfaat bagi wanita penderita PCOS. Berikut merupakan pemaparan detailnya :

A. Sayuran tinggi serat

  • Sayuran cruciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kobis Brussel
  • Sayuran hijau, termasuk selada berdaun merah dan arugula
  • Paprika hijau dan merah
  • Jenis kacang dan lentil
  • Kacang almond
  • Buah beri
  • Ubi jalar
  • Labu

B. Sumber protein rendah lemak

  • Tahu
  • Ayam rendah lemak
  • Ikan sungai tidak memberikan banyak serat tetapi sangat mengenyangkan dan merupakan pilihan makanan sehat bagi wanita penderita PCOS.
  • Ikan berlemak tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon dan sarden

C. Makanan anti inflamasi

  • Tomat
  • Kubis
  • Bayam
  • Almond dan biji kenari
  • Minyak zaitun
  • Buah-buahan, seperti blueberry, stroberi, bit, dan lemon
Cara Ampuh Mengatasi PCOS

Makanan yang perlu dihindari saat?

Makanan yang perlu di hindari dan dibatasi bagi penderita PCOS adalah makanan tinggi karbohidrat olahan, seperti roti putih dan muffin, minuman manis dengan gula buatan, makanan inflamasi, seperti daging olahan dan daging merah. Berikut merupakan detailnya :

A. Karbohidrat olahan menyebabkan peradangan, memperburuk resistensi insulin, dan harus dihindari atau dibatasi secara signifikan. Ini termasuk makanan yang diproses tinggi, seperti:

  • Roti putih, lebih baik diganti dengan roti gandum
  • Muffins 
  • Dessert yang terlalu banyak pemanis buatan
  • Apapun yang terbuat dari tepung terigu, termasuk gorengan
  • Pasta. Pasta yang terbuat dari kacang atau tepung miju-miju sebagai pengganti
  • Tepung terigu adalah alternatif yang sangat baik.

B. Gula adalah karbohidrat dan harus dihindari sebisa mungkin. Saat membaca label makanan, pastikan untuk mencari berbagai nama gula. Ini termasuk:

  • Sukrosa
  • Sirup jagung dengan fruktosa tinggi
  • Dekstrosa dalam minuman beralkohol
  • Soda
  • Jus buah dengan tambahan gula dan madu

C. Makanan penyebab peradangan, yang perlu dihindari

  • Kentang goreng
  • Margarin, dan
  • Daging merah atau olahan seperti sosis dan daging asap

Perubahan lain pendukung diet untuk PCOS

PCOS sama seperti banyak gangguan hormon lainnya, responlah secara positif dengan pilihan gaya hidup proaktif. Didalamnya termasuk olahraga dan gerakan fisik sehari-hari. Keduanya dapat membantu mengurangi resistensi insulin, terutama jika dibarengi dengan asupan karbohidrat tidak sehat yang terbatas. Banyak ahli setuju bahwa olahraga minimal 150 menit per minggu adalah olahraga yang ideal.

Aktivitas harian, asupan gula rendah, dan diet rendah peradangan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan. Wanita penderita PCOS mungkin mengalami peningkatan ovulasi dengan penurunan berat badan, jadi wanita yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dan ingin hamil mungkin menganggap olahraga sudah sesuai anjuran dokter sangat penting.

Gejala PCOS dapat menyebabkan stres. Teknik pengurangan stres, yang membantu menenangkan pikiran dan membuat Sahabat Sehat terhubung dengan tubuh, dapat membantu. Ini termasuk yoga dan meditasi. Konsultasi dengan terapis atau profesional medis lainnya sejenis Psikolog mungkin juga akan sangat bermanfaat bagi Sahabat Sehat yang beresiko menderita
PCOS.

buy-1-get-1-free

Jika Sahabat Sehat sedang menghadapi salah satu gejala PCOS, terkadang Sahabat Sehat merasa frustrasi. Mengambil langkah proaktif terkait kesehatan tubuh dan dapat meningkatkan suasana hati serta mengurangi gejala PCOS. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membuat daftar makanan yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari seperti penjelasan paragraf sebelumnya.

PCOS, hormon, dan jerawat apa hubungannya?

PCOS adalah kondisi endokrin reproduktif yang paling umum di antara wanita usia subur. Sebanyak 10 persen remaja dan remaja putri hidup dengan PCOS. Meskipun percakapan tentang PCOS sering berfokus pada pertumbuhan non-kanker yang ditimbulkannya, ketidakseimbangan hormon adalah inti dari kondisi tersebut.

Tubuh Sahabat Sehat bergantung pada sinyal dari kelenjar pituitari untuk menghasilkan estrogen, progesteron, dan testosteron dalam jumlah yang tepat. PCOS mengganggu sinyal- sinyal ini. Tanpa sinyal yang benar dari kelenjar pituitari, kadar estrogen dan progesteron Sahabat Sehat turun, dan kadar testosteron Sahabat Sehat meningkat.

Cara Ampuh Mengatasi PCOS

Mengapa Detoks IT’s Buah bisa bantu atasi PCOS?

PCOS adalah masalah hormon yang tidak bisa hilang, meskipun sudah monopause. Namun bisa di kontrol gangguannya. Detoks memberikan tubuh waktu istirahat namun tetap memberikan tubuh nutrisi yang dibutuhkan berupa serat, vitamin, dan mineral dari sayur dan buah pilihan yang telah di formulasikan khusus oleh Ahli Gizi. Diet plus Detoks IT’s Buah merupakan duo ampuh untuk atasi gangguan PCOS dan bisa segera Promil. Ahli Gizi kami menganjurkan detoks 1x dalam sepekan dalam sebulan penuh. Artinya 4x dalam sebulan. Hal ini untuk membantu normalisasi hormon dan mengontrol porsi makan harian agar berat badan tidak bertambah.

Ingin ngobrol bersama Ahli Gizi seputar PCOS?

Yuk, ikuti Instagram Live kami di @sehatbarengitsbuah bersama Cintya Ayu Permatasari, S.Gz, RD (Nutritionist dan Dietitian) pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB. Sudah dapat tanya jawab langsung dengan pakar bisa bawa pulang doorprize lagi! Jangan lupa ya, Sahabat Sehat

Referensi :

  1. Farschi H, et al. (2007). Diet and nutrition in polycystic ovary syndrome (PCOS): Pointers for nutritional management. ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18097891
  2. Jamilian M, et al. (2016). The effects of soy isoflavones on metabolic status of patients with polycystic ovary syndrome. ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27490918
  3. Mobeen H, et al. (2016). Polycystic ovary syndrome may be an immune disorder. ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4871972/
  4. PCOS: Insulin and metformin. (2018). youngwomenshealth.org/2014/02/25/metformin/
  5. Pappas A. (2009). The relationship of diet and acne: A review. Dermato-endocrinology, 1(5), 262–267. https://doi.org/10.4161/derm.1.5.10192

Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *