Sudahkah Anda Tahu Apa Itu Proses Detoksifikasi?

Sudahkah Anda Tahu Apa Itu Proses Detoksifikasi?

Beri tahu teman-teman Anda

“Tahukah Anda bahwa pola makan yang tidak teratur dan sembarangan dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh dan berpotensi menjadi penyakit kronis?”

Tidak hanya itu, pola hidup yang berantakan seperti lifestyle yang buruk dan begadang juga bisa membuat penumpukan racun dalam tubuh Anda semakin banyak. Akibatnya, kinerja organ tubuh Anda yang berfungsi untuk membersihkan racun dalam tubuh menjadi terhambat.

Hidup di zaman yang serba instan, cepat dan makin canggih kian membuat semakin banyaknya produk instan terutama makanan bermunculan. Praktis memang. Namun, Anda harus tahu bahwa makanan cepat saji itu memiliki kandungan serat yang rendah dan tinggi lemak. Belum lagi kandungan bahan tambahan, seperti pengawet, bahan pewarna serta bahan kimia lain yang berpotensi untuk membuat penumpukan racun di dalam tubuh.

Terlepas dari makanan cepat saji, bahan pangan juga patut untuk Anda waspadai. Karena ada bahan pangan yang berasal dari percepatan proses dengan pupuk organik dan pestisida. Hewan ternak juga menggunakan obat hormon yang jika Anda mengonsumsi secara terus menerus, zat tersebut tidak bisa diuraikan  oleh sistem metabolisme tubuh. Akibatnya, jelas akan terjadi penumpukan racun di dalam tubuh Anda.

Memang, pada dasarnya tubuh memiliki organ yang mampu mengurangi dan menghilangkan penumpukan racun dari dalam tubuh melalui organ hati, ginjal, saluran pencernaan dan kulit. Namun, penumpukan racun berlebih akibat pola makan dan pola tidur yang kacau dapat membuat kinerja empat organ tersebut menjadi terganggu.

Baca juga Ternyata Detoksifikasi Punya 13 Manfaat Bagi Kesehatan dan Kecantikan, Lho!

Sudahkah Anda Tahu Apa Itu Proses Detoksifikasi?

Detoks adalah sebuah proses dalam tubuh untuk mengeluarkan toksin yang menumpuk di dalam tubuh melalui urin, pernapasan, tinja, dan keringat dengan menggunakan empat organ utama yaitu, hati, ginjal, saluran pencernaan, dan kulit.

Sebenarnya tubuh telah memiliki sistem pembuangan yang dirancang khusus untuk dapat membuat racun yang mengendap di fungsi hati, ginjal, kulit, usus besar, dan paru-paru. Sayangnya, akibat lifestyle yang buruh, organ tubuh harus bekerja lebih ekstra untuk mengeluarkan racun-racun dan supaya kinerja organ tubuh kembali menjadi ringan.

Selain untuk mengeluarkan racun, detoksifikasi umumnya dilakukan untuk memerangi efek negatif dan berbahaya dari obat-obatan atau alkohol pada tubuh atau untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nah, proses detoksifikasi inilah yang akan membilas racun keluar dari dalam tubuh dan memulai proses pembersihan.

Apakah Detoksifikasi Saja Sudah Cukup?

Memang detoksifikasi adalah suatu cara untuk membersihkan racun yang ada dalam tubuh. Namun, seiring dengan menjalani proses detoksifikasi, Anda juga perlu melakukan upaya seperti istirahat yang cukup, minum air dalam jumlah besar dan membersihkan pikiran dari stres juga perlu dilakukan.

Selama menjalani proses detoksifikasi, Anda akan merasa lebih mudah jatuh sakit dan mengalami beberapa gejala, seperti muntah, diare, demam tinggi, sakit perut, sakit kepala dan mual. Hal ini sangatlah wajar karena proses pembilasan racun oleh tubuh sedang dilakukan dari dalam, sehingga Anda tidak perlu khawatir.

Terlebih lagi, gejala ini akan Anda rasakan saat banyak penumpukan racun di organ hati. Pasalnya, saat dibersihkan, hati akan melepas racun ke dalam aliran darah, sehingga akan memicu gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Namun, karena sifat metabolisme seseorang berbeda-beda, maka Anda akan menjumpai efek detoksifikasi yang berbeda pula dari orang lain. Perbedaan ini tergantung dari banyaknya racun dalam tubuh dan kepekaan (derajat sensifitas) tubuh terhadap perubahan yang terjadi saat menjalani proses detoksifikasi.

Untuk mengatasi segala efek dari detoksifikasi, Anda harus memperbanyak konsumsi air putih, menahan diri dari aktivitas yang membutuhkan energi, jangan makan makanan padat, memperbanyak istirahat, dan konsumsi suplemen alami seperti madu.

Apa yang Terjadi Setelah Menjalani Proses Detoksifikasi?

Proses detoksifikasi akan membantu tubuh Anda melakukan proses pembersihan tubuh dari dalam secara alami. karena tujuan dari proses detoksifikasi adalah untuk mengembalikan fungsi pembuluh darah sebagai pembawa oksigen dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan organ di dalam tubuh, sehingga organ tubuh tersebut bisa berfungsi kembali setelah terhambat fungsi dan kinerjanya.

Biasanya setelah racun-racun dibuang dari dalam tubuh, Anda akan merasa jauh lebih segar dan terasa rileks. Bahkan, beberapa orang akan merasakan efek seperti penglihatan menjadi lebih terang dan gairah hidup menjadi lebih tinggi.

Baca juga : Buang Toksin dengan Menu Sehat Ala IT’s Buah

Biasanya, detoksifikasi dalam tubuh kerap diterapkan untuk membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang diterapi dengan cara detoksifikasi, antara lain asma, alergi, pilek, flu, bronkitis, asam urat, rematik, kanker stadium dini, insomnia, depresi, stres, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyumbatan pembuluh koroner, penyumbatan pembuluh arteri, obesitas, sariawan, maag, migrain, penyakit kulit, serta ketergantungan obat, nikotain, alkohol, dan narkotika.

Berbagai Macam Metode Detoksifikasi

Salah satu metode detoks yang bisa Anda lakukan adalah dengan detoks jangka pendek, yaitu dengan detoks buah. Artinya, Anda harus mengonsumsi buah yang cukup dan mengurangi konsumsi nasi dan makanan mengandung gula dan kolesterol. Anda bisa melakukan detoks dengan makan sejumlah buah yang berbeda atau hanya makan satu jenis buah saja. Namun, untuk hasil yang maksimal, Anda bisa memilih makan buah yang Anda sukai saja agar tidak merasa menderita. Dan ingat, Anda dilarang untuk melakukan diet buah lebih dari 7 hari berturut-turut.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan puasa cairan dengan mengonsumsi minuman saja, seperti air, teh, jus buah, jus sayur, dan minum protein selama 2-3 hari. Diet cairan ini juga bisa membantu mengurangi berat badan dengan membatasi asupan kalori dan dipercaya membersihkan tubuh dari racun-racun tertentu.

Cara kedua yaitu dengan melakukan detoks panjang dengan makan sayur, buah dan daging organik. Imbangi pula dengan air putih dalam jumlah yang cukup. Selain bagus untuk kesehatan, air putih juga membantu memelihara tingkat cairan di dalam tubuh yang mampu membantu ginjal mengeluarkan racun utama, yaitu nitrogen urea darah.

Jika merasa air putih tidak cukup, Anda bisa minum air putih ditambah perasan jeruk lemon atau jeruk manis untuk diminum sepanjang hari. Buah-buahan ini mengandung asam sitrat yang dapat membantu tubuh menyingkirkan lemak. Selain itu, tambahan rasa jeruk di dalam air dapat memudahkan Anda untuk minum air putih 8 gelas sehari.

Batasi juga konsumsi gula-gula tambahan , batasi juga konsumsi alkohol, dan batasi paparan racun yang membahayakan yang ada di udara. Racun ini adalah karbon monoksida, radon, dan asbes zat lain yang ada di sekitar rumah.

Baca juga : Macam-Macam Metode Detoksifikasi Yang Tepat

Terakhir, Anda juga bisa melakukan meditasi untuk memfokuskan kembali pikiran dan membangun rasa damai. Saat Anda menjalani proses detoksifikasi tubuh, Anda bisa sambil membangun diri Anda untuk menghindari rasa dendam, kemarahan, kesedihan dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Dengan demikian, Anda tidak hanya akan mendapatkan manfaat sehat di fisik, namun juga sehat di mental Anda.


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat