Waspada Hipertensi Setelah Lebaran!

Beri tahu teman-teman Anda

Setelah momen lebaran haji atau idul adha, biasanya ada dua penyakit yang selalu dibahas. Pertama kolesterol tinggi, lalu kedua adalah hipertensi. Pasalnya makanan khas idul adha terkenal dengan tinggi lemak. Padahal daging sapi maupun kambing bukan penyebab hipertensi, melainkan tambahan bahan olahannya seperti santan, minyak, dan garam berlebih.

Hipertensi merupakan sillet killer, julukan ini akibat dari minimnya tanda-tanda dan gejalanya. Bahayanya bagi yang tidak aware, bisa saja tiba-tiba merasakan efek buruk. Mulai dari pusing berat hingga meninggal dunia. Yuk, kenalan dengan hipertensi dan cari tahu bagaimana sih IT’s Buah bisa bantu cegah hipertensi?

Apa itu Hipertensi?

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, terjadi ketika tekanan darah tubuh meningkat ke tingkat yang tidak wajar. Pengukuran tekanan darah memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi yang dipenuhi darah saat jantung memompa. Arteri yang sempit meningkatkan resistensi. Semakin sempit arteri, semakin tinggi tekanan darah. Dalam jangka panjang, peningkatan tekanan dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

Hipertensi cukup umum, terutama bagi usia lanjut. Hal ini perlu ditandai, sebab bukan hanya faktor usia namun pola hidup tidak sehat juga sangat beresiko menderita tekana darah tinggi. Faktanya, hampir setengah dari orang dewasa Ibu Kota sekarang didiagnosis dengan hipertensi. Artinya setiap 10 orang dewasa di Jakarta, 5 diantaranya menderita hipertensi. Ironis.

Penyakit ini biasanya berkembang selama beberapa tahun. Biasanya, tidak terlihat gejala apa pun. Tetapi bahkan tanpa gejala, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh dan organ darah, terutama otak, jantung, mata, dan ginjal. Kali ini, IT’s Buah mau mengajak sahabat sehat untuk mempelajari deteksi dini prihal hipertensi.

Deteksi dini penting. Pembacaan tekanan darah secara teratur dapat membantu sahabat sehat dan dokter melihat adanya perubahan. Jika tekanan darah meningkat, dokter mungkin meminta pemeriksaan tekanan darah selama beberapa minggu untuk melihat apakah angka tersebut tetap meningkat atau turun kembali ke tingkat normal. Perawatan untuk hipertensi termasuk obat resep dan perubahan gaya hidup sehat. Jika kondisi ini tidak diobati, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.

Kabar baiknya, Cold-Pressed Juice IT’s Buah bisa bantu cegah dan kontrol tekanan darah loh. Kita bahas bagaimana mekanismenya pada artikel ini.

Apa saja gelaja Hipertensi?

Hipertensi pada umumnya adalah kondisi ‘diam’. Banyak orang tidak akan mengalami gejala apa pun. Diperlukan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk mencapai batas yang cukup parah sehingga gejalanya menjadi jelas. Bahkan, gejala-gejala ini dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan lain juga. Namun, berdasarkan bukti ilmiah gejala-gejalanya dapat meliputi:

  • sakit kepala yang parah
  • sesak napas tiba-tiba
  • sering mimisan
  • pusing setelah melakukan pekerjaan ringan
  • nyeri dada berlebih
  • perubahan kemampuan melihat
  • hematuria atau terdapat darah dalam urin

Gejala-gejala ini memerlukan pengecekan medis segera. Gejala diatas tidak terjadi pada semua orang, tetapi menunggu gejala dari kondisi ini dapat berakibat fatal. Cara terbaik untuk mengetahui apakah tubuh memiliki tekanan darah yang cukup tinggi adalah dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara teratur.

Jika sahabat sehat memiliki check-up kesehatan fisik tahunan, bicarakan dengan dokter tentang risiko hipertensi. Misalnya, jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau memiliki faktor risiko untuk mengembangkan kondisi ini, dokter mungkin menyarankan sahabat sehat memeriksakan tekanan darah dua kali setahun. Ini membantu sahabat sehat dan dokter tetap mengetahui gejala yang mungkin terjadi sebelum menjadi masalah kesehatan serius.

Waspada Hipertensi Setelah Lebaran!

Apa penyebab Hipertensi?

Ada dua jenis hipertensi. Setiap jenis memiliki penyebab yang berbeda.

Hipertensi Primer

Hipertensi primer juga disebut hipertensi esensial. Jenis ini berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Kebanyakan orang memiliki jenis tekanan darah tinggi. Para peneliti masih belum jelas mekanisme apa yang menyebabkan tekanan darah meningkat secara perlahan. Kombinasi faktor dapat berperan. Faktor-faktor ini termasuk:

  • Gen: Beberapa orang secara genetik cenderung mengalami hipertensi. Ini mungkin dari mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua.
  • Perubahan fisik: Jika terdapat suatu perubahan didalam tubuh, mungkin efeknya dapat dirasakan di seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi mungkin menjadi salah satu masalah yang bisa disebabkan perubahan tubuh. Sebagai contoh, bahwa terdapat perubahan fungsi ginjal karena penuaan dapat mengganggu keseimbangan garam dan cairan alami tubuh. Perubahan ini dapat menyebabkan hipertensi
  • Lingkungan: Seiring waktu, pilihan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang buruk, jarang konsumsi sayur dan buah dapat berdampak buruk pada tubuh. Pilihan gaya hidup hanya dapat menyebabkan masalah berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder sering terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer. Berikut adalah penyebabnya :

  • penyakit ginjal
  • apnea, yaitu gangguan tidur yang bersifat obstruktif
  • cacat jantung bawaan
  • masalah dengan tiroid akibat hormon
  • efek samping dari obat
  • penggunaan obat-obatan terlarang
  • penyalahgunaan alkohol atau penggunaan kronis
  • masalah kelenjar adrenal
  • tumor endokrin tertentu
Waspada Hipertensi Setelah Lebaran!

Bagaimana cara mendiagnosis hipertensi?

Mendiagnosis hipertensi semudah mengambil pembacaan tekanan darah. Sebagian besar dokter memeriksa tekanan darah sebagai bagian dari kunjungan rutin. Dua nilai tekanan darah:

  1. Tekanan sistolik: Ini adalah angka pertama, atau atas. Ini menunjukkan tekanan di arteri ketika jantung berdetak dan memompa darah.
  2. Tekanan diastolik: Ini adalah angka kedua, atau bawah. Ini adalah pembacaan tekanan di arteri di antara detak jantung.

Adapaun lima kategori menentukan pembacaan tekanan darah untuk orang dewasa:

  1. Normal :
    Pembacaan tekanan darah sehat kurang dari 120/80 milimeter air raksa (mm Hg).
  2. Tinggi (beresiko) :
    Angka sistolik antara 120 dan 129 mm Hg, dan angka diastolik kurang dari 80 mm Hg. Dokter biasanya tidak mengobati tekanan darah tinggi dengan obat-obatan. Sebaliknya, dokter dapat mendorong perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  3. Hipertensi Stadium 1 :
    Angka sistolik antara 130 dan 139 mm Hg, atau angka diastolik antara 80 dan 89 mm Hg.
  4. Hipertensi Stadium 2 :
    Angka sistolik 140 mm Hg atau lebih tinggi, atau angka diastolik 90 mm Hg atau lebih tinggi.
  5. Hipertensi kritis :
    Angka sistolik lebih dari 180 mm Hg, atau angka diastolik lebih dari 120 mm Hg. Tekanan darah dalam kisaran ini membutuhkan perhatian medis segera. Jika ada gejala seperti nyeri dada, sakit kepala, sesak napas, atau perubahan visual terjadi ketika tekanan darah setinggi ini, perawatan medis di ruang gawat darurat diperlukan. Perlu diingat bahwa nilai tekanan darah berbeda untuk anak-anak dan remaja.

Bagaimana mengobati hipertensi?

Perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mengendalikan faktor-faktor penyebab hipertensi. Berikut adalah beberapa pengobatan rumahan yang paling sederhana dan efektif :

  • Menjalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat sangat penting untuk membantu mengurangi tingginya tekanan darah. Selain itu, juga penting untuk kontrol tekanan darah agar terkendali dan mengurangi risiko komplikasi. Komplikasi ini termasuk penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung. Pola makanan yang dianjurkan meliputi:

  1. Perbanyak serat pangan, minimal empat porsi sehari. Setara beberapa kilogram sayur dan buah.
  2. Konsumsi biji-bijian, seperti oat maupun produk gandum
  3. Utamakan protein rendah lemak seperti ikan
  • Meningkatkan aktifitas fisik

Mencapai berat badan yang sehat harus mencakup lebih aktif secara fisik. Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga dapat membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah secara alami, dan memperkuat sistem kardiovaskular. Target utamanya adalah melakukan 150 menit aktivitas fisik sedang setiap minggu. Sekitar 30 menit lima kali per minggu.

  • Menjaga berat badan yang ideal

Jika Sahabat sehat kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan melalui pola hidup yang lebih sehat akan menyehatkan jantung dan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  • Manajemen stres

Olahraga adalah cara yang bagus untuk mengelola stres. Kegiatan lain juga dapat membantu. Ini termasuk: meditasi, pijat relaksasi otot, yoga dan tai chi.

IT’s Buah dapat membantu tidak hanya satu treatment, namun sekaligus dua. Pencegahan dan pengobatan hipertensi dengan konsumsi buah dan sayuran yang juga membantu membuat berat badan menjadi lebih ideal. Hanya dengan konsumsi 7 botol cold-pressed juice, sahabat sehat sudah konsumsi kebutuhan sayur dan buah harian.

Apakah hanya dari makanan? Adakah tips lain untuk menurunkan berat badan dan mencegah hipertensi? Ya, ada. Diantaranya adalah seni mengatur berat badan yang akan dikupas tuntas pada webinar series ekslusif dari IT’s Buah. Menghadirkan narasumber pakar doktor gizi Dr. Arif Sabta Aji S.Gz pada 5, 12 dan 15 Agustus 2020. Jangan sampai terlewat ya.

Referensi :
1. High blood pressure. (n.d.). nhlbi.nih.gov/health-topics/high-blood-pressure
2. How high blood pressure is diagnosed. (2016). heart.org/HEARTORG/
3. Hypertension in pregnancy. (2013). acog.org%20and%20Work%20Group%20Reports/public/HypertensioninPregnancy.pdf
4. Losing weight. (2018). cdc.gov/healthyweight/losing_weight/index.html
5. 10 ways to control high blood pressure without medication. Mayo Clinic Staff. (2015).mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974
6. Blood pressure chart: What your reading means. Mayo Clinic Staff. (2015). mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/blood-pressure/art-20050982
7. High blood pressure (hypertension). Mayo Clinic Staff. (2018).mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *