Maag Akut Vs Maag Kronis, Kenali Perbedaannya

Beri tahu teman-teman Anda

Penting untuk mengetahui perbedaan antara maag kronis dan maag akut. Dua jenis tipe maag ini memang berbeda dari beberapa aspek. Simak selengkapnya dibawah ini yuk!

Maag-akut-vs-maag-kronis

Halo, Sahabat Sehat!

Berdasarkan data WHO didapatkan persentase angka penderita gastritis di Indonesia adalah sekitar 40.8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk.

Maag atau dalam istilah medis gastritis merupakan penyakit pada lambung yang disebabkan adanya peradangan, iritasi, atau erosi pada lapisan lambung. 

Hal ini terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu infeksi bakteri, konsumsi obat penenang, faktor usia, pola makan tidak sehat dan lain sebagainya.

Bila dibiarkan terus – menerus tanpa adanya penanganan yang baik maag dapat menjadi (akut) atau bertahap (kronis). Oleh karena itu kita perlu mengetahui perbedaan maag akut dan kronis agar dapat ditangani dengan baik. 

Pada artikel kali ini kita akan membahas secara lebih rinci mengenai maag akut dan maag kronis serta perbedaan dari keduanya.

Baca Juga : Kamu Punya Maag? Wajib Perhatikan Hal Ini!

Kenali Apa Itu Maag Kronis

Maag jenis ini merupakan keadaan dimana terjadi peradangan pada lapisan perut yang berulang kali dalam jangka waktu lama. Oleh karena peradangan tersebut mengakibatkan lapisan perut kehilangan sel dan fungsi pelindung sehingga lapisan perut terkikis secara perlahan.

Maag kronis dapat dideteksi secara dini dengan berbagai rangkaian tes seperti: 

  1. Tes untuk bakteri yang menyebabkan sakit maag
  2. Tes tinja untuk mencari pendarahan perut hitung darah 
  3. Tes anemia endoskopi, di mana kamera yang terpasang pada tabung panjang dimasukkan ke dalam mulut Anda dan turun ke saluran pencernaan Anda.

Pada jurnal mengenai gastritis kronis disebutkan bahwa terdapat 3 tipe maag kronis berdasarkan faktor penyebabnya. Adapun faktor tersebut yaitu: 

#1. Tipe A

Tipe maag kronis ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menghancurkan sel – sel lambung. Hal ini terjadi pada orang yang menderita autoimun. 

Autoimun merupakan kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel – sel sehat karena mengira sel tersebut benda asing. Kondisi ini memengaruhi produksi asam lambung dan menyerap Vitamin B12 yang mengakibatkan anemia. 

Gejala utama gastritis autoimun adalah mual, muntah, perasaan kenyang di perut bagian atas, dan sakit perut. Gastritis autoimun juga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti defisiensi folat, besi, dan vitamin B12.

Dari penjelasan penyebab maag tipe A ini disarankan untuk mengatasi tipe maag ini dengan mengkonsumsi jenis nutrisi yang baik bagi tubuh seperti konsumsi buah dan sayuran.

Baca Juga : Buah Untuk Sakit Maag : 5 Pilihan Terbaik

#2. Tipe B

Tipe ini disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan tukak lambung, tukak usus, dan kanker. Infeksi bakteri merupakan faktor utama penyebab terjadinya gastritis.

Dalam hal ini bakteri dalam jumlah banyak di dalam lambung dapat memicu turunnya pH cairan asam lambung. Hal tersebut dapat menyebabkan luka serta memicu terbentuknya lubang pada lambung sehingga memicu gastritis kronis terjadi.

Pada tipe maag ini dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat – obatan antimikroba dan penghambat asam untuk menghancurkan bakteri yang menginfeksi lambung.

#3. Tipe C

Tipe ini disebabkan oleh konsumsi obat – obatan dari bahan kimia contohnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Konsumsi obat – obatan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan erosi lapisan perut dan pendarahan.

Gejala yang dirasakan oleh penderita gastritis tipe ini yaitu rasa tidak nyaman saat mengkonsumsi makanan, muntah darah, fese bewarna hitam.

Penanganan pada tipe maag ini dengan mengurangi dan menghentikan minum obat – obatan NSAID serta minum alkohol untuk mencegah kerusakan pada lapisan mukus secara berlebihan.

Kenali Apa Itu Maag Akut

Maag akut merupakan peradangan  yang terjadi pada lambung secara tiba – tiba. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti cedera, bakteri, virus, stres, atau iritasi menelan seperti alkohol, NSAID, steroid, atau makanan pedas.

Hasil dari artikel disebutkan bahwa gastritis akut dapat dibagi menjadi dua kategori: erosif (misalnya, erosi superfisial, erosi dalam, erosi hemoragik) dan non erosif (umumnya disebabkan oleh Helicobacter pylori).

Maag akut dapat didiagnosa dengan melakukan beberapa tes seperti:

  1. Tes hitung darah lengkap (CBC), yang digunakan untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan.
  2. Tes darah, napas, atau air liur, yang digunakan untuk memeriksa Helicobacter pylori.
  3. Tes tinja, yang digunakan untuk memeriksa darah di tinja Anda.
  4. Endoskopi, yang digunakan untuk melihat lapisan perut Anda dengan kamera kecil biopsi jaringan lambung.
  5. Sinar-X, yang digunakan untuk mencari masalah struktural dalam sistem pencernaan Anda.

Maag akut dapat diatasi dengan mengkonsumsi beberapa jenis obat seperti:

  • Antasida

Dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung. Ini dapat digunakan selama seseorang mengalami gastritis, dengan dosis yang diambil sesering setiap 30 menit jika diperlukan. 

  • Antagonis H2 

Dapat mengurangi produksi asam lambung dan dapat diminum antara 10 dan 60 menit sebelum makan. 

  • Inhibitor pompa proton 

Dapat menghambat produksi asam lambung. Mereka harus diambil hanya sekali setiap 24 jam dan tidak lebih dari 14 hari.

Perbedaan Maag Kronis dan Maag Akut

Maag kronis dan maag akut disebabkan sebagian besar oleh infeksi bakteri. Namun demikian terdapat perbedaan antara kedua jenis maag ini yaitu: 

#1. Durasi

Pada maag kronis durasi terjadi dalam kurun waktu yang lama sedangkan maag akut berlangsung secara tiba – tiba dengan durasi yang singkat. 

#2. Nyeri

Terdapat perbedaan juga pada rasa nyeri dari kedua maag tersebut. Maag kronis biasanya menimbulkan nyeri yang perlahan tetapi berlangsung lama sedangkan maag akut menimbulkan nyeri yang parah dan tidak nyaman.

#3. Sebab terjadi

Kedua dari jenis maag ini sebagian besar memiliki penyebab yang hampir sama. Tetapi terdapat perbedaan faktor penyebab dari sering terjadinya antara kedua maag tersebut. Maag kronis sering disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Sedangkan maag akut sering terjadi dikarenakan konsumsi obat – obatan anti inflamasi non – steroid seperti ibuprofen, sodium, naproxen.

#4. Hasil Endoskopi

Endoskopi merupakan salah satu cara mendeteksi diagnosa sakit maag. Terdapat hasil endoskopi penderita maag kronis dan maag akut. 

Pada maag kronis hasil endoskopi yang didapatkan menunjukan jaringan mukosa lambung mengecil dan terdapat luka pada dinding lambung. Sedangkan maag akut hasil endoskopi menunjukan sel – sel lambung kemerahan dan terdapat luka – luka kecil yang meradang.

Kesimpulan

Maag akut dan maag kronis merupakan dua tipe maag yang berbeda. Maag kronis terjadi dalam jangka waktu yang lama dengan rasa nyeri yang perlahan sedangkan maag akut terjadi secara tiba – tiba dengan rasa nyeri yang menyakitkan. 

Kedua maag tersebut dapat terjadi dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. Maka dari itu perlu diperhatikan pola makan kita sehingga maag dapat dicegah terjadinya. 

Maag atau gastritis dapat diatasi dengan menjalankan pola hidup sehat. Salah satu solusi menyenangkan dan mudah untuk mulai menjalankan pola hidup sehat adalah dengan mengikuti program Detox Peace with Maag & GERD dari IT‘s Buah. Diformulasikan dari buah dan sayur yang kaya akan enzim protease, penyembuhan luka lambung dapat menjadi lebih cepat.

Baca Juga : Cara Mengobati Maag Kronis : 7 Metode Alami & Aman


Beri tahu teman-teman Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *